Yes pak Junimart kami sangat paham Makanya 2019 petugas partai itu harus diselesaikan

Yes pak Junimart, kami sangat paham.
Makanya 2019 petugas partai itu harus diselesaikan! Kita sambut presiden baru yg merupakan petugas dan pelayan rakyat.
#2019GantiPresiden
#RebutKembaliIndonesiaRaya
----
https://m.viva.co.id/…/1020783-pdip-semua-harus-paham-jokow…?
Anggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Junimart Girsang, membantah anggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nasidik, bahwa ada masalah internal antara PDIP dengan Joko Widodo. Menurut Junimart, hubungan PDIP dengan Jokowi tak renggang.
"Tidak mungkin PDIP itu renggang antarkader sendiri. Semua para pemain politik ini harus paham Pak Jokowi itu petugas partai, kader PDIP. Ya aneh-aneh saja dia bikin statement," kata Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

POLITISASI AGAMA itu adalah menjual atribut keagamaan untuk kepentingan politik misalnya berkerudung pada saat mau pileg pilpres sementara di kesehariannya tidak begitu

POLITISASI AGAMA itu adalah 'menjual' atribut keagamaan untuk kepentingan politik, misalnya berkerudung pada saat mau pileg/pilpres, sementara di kesehariannya tidak begitu. Contoh lain, mendadak berjubah atau bersurban di saat mau kontestasi politik, padahal kesehariannya tidak begitu, dll.
Kalau menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam politik justru bagus, misalnya menerapkan syari'at dalam perundang-undangan positif yang mengatur ummat Islam. Itu bagus. Contoh lain, membuat UU atau Perda yang memberantas tempat-tempat maksiat seperti yang dilakukan Goodbener Anies-Sandi di DKI. Atau membangun pendidikan berkarakter relijius di sekolah-sekolah. Keren. Itu namanya Agamaisasi politik. Beda dong!
Paham kan!? :)
#2019GantiPresiden

Masalah pki bukan masalah islam non islam atau ateis tapi masalah politik dan ide bernegara

Masalah pki bukan masalah islam, non islam atau ateis, tapi masalah politik dan ide bernegara. Sama saja dgn ormas terlarang yang ide nya tidak cocok karna anti pancasila, semacam DI, TII atau HTI. Malah pki masih punya ide NASAKOM.
Banyak orang yang dibutakan, di fikir bila sudah pki berarti dia ateis. Mereka tdk tahu di pki sendiri dulu banyak orang2 islam, termasuk pencipta lagu genjer2, bahkan dedengkot semua pki itu seorang muslim (tan malaka).
Soekarno itu bukan pki, jika beliau dekat dgn pki itu wajar, beliau sebagai presiden harus dekat dgn segenap rakyatnya, baik dari agama, suku dan partai mana pun. Bukan berarti kalau dekat dgn pki terus menjadi komunis, dekat dgn pendeta jadi hindu, jadi buda, jadi katolik dll, itu fikiran sumpek.
Aneh bila ada yang menganggap bung karno itu komunis dan terlibat dalam G 30 S. Lalu untung nya buat beliau apa?
Untuk mengkudeta dirinya sendiri?!
Atau mendukung pki untuk menghilangkan pancasila? Merongrong dan memberantas ide dan gagasan beliau sendiri?
#berfikirsehat
-Emil Salim Lubis-

Cak Imin terlalu percaya diri menganggap perannya sangat penting memenangkan Jokowi di Jatim pada pilpres 2014

Cak Imin terlalu percaya diri menganggap perannya sangat penting memenangkan Jokowi di Jatim pada pilpres 2014.
Dari saya yang ngangkat2 meja-kursi n kroco mumet di sekeliling mas Anies, kang Teten, bang Erico (PDIP) dll saat itu, bisa melihat bahwa tanpa peran Gus Solah (KH. Solahudin Wahid, adik Gus Dur) dan mbah kyai Hashim Muzadi (ketum PBNU sebelum Kyai Said Aqil), Jatim mungkin akan direbut Prabowo.
2 kyai besar itu lah yang bekerja keras meng-counter isu2 fitnah, trmasuk dari tabloid OBOR RAKYAT thadap Jokowi. Cukup banyak kyai2 desa yg akhirnya sadar isu2 itu tidak benar setelah Gus Solah dan Kyai Hashim turun gunung
Trutama setelah ucapan "sinting" dari Fahri Hamzah, yang membuat Gus Solah ikut berkeliling brsama kyai Hashim. Cak Imin kan yo manut kyai-ne ?
Bahkan wilayah Arek dan Mataraman (daerah Jatim bagian Tengah dan Barat) itu dikuasai kaum nasionalis. PKB hanya menguasai sub kultur Tapal Kuda. Madura mutlak milik Prabowo.
Cak Imin trlalu membesar-besarkan jasanya di Jatim
Rekam jejaknya memeprlihatkan ia bukan sosok yang firm. Ia dulu "menjual" nama Gus dur untuk memenangkan PKB di Pileg 2009, bahkan saat ia berseteru dengan Gus Dur. Lalu sekarang nampak "jualan" PBNU lewat pengurus2 PBNU yg juga aktif di PKB
Lha terus ini koq pake ngancem2.. ckckck

AKHIR YANG SEMPURNA Kisah Wafatnya Shahabat Abu Tsa labah Al Khusyani Radhiallahu Anhu

?????? #AKHIR YANG #SEMPURNA ➖➖➖➖
? -Kisah Wafatnya Shahabat Abu Tsa'labah Al Khusyani Radhiallahu 'Anhu- ? Khalid bin Muhammad Al Wahbi menceritakan apa yang didengarnya dari Abu Az Zahiriyyah. Beliau berkisah:
سَمِعْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ رضي الله عنه يَقُولُ
"Aku mendengar Abu Tsa'labah Al Khusyani radhiyallahu 'anhu berkata:
إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا يَخْنُقَنِيَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ كَمَا أَرَاكُمْ تُخْنَقُونَ عِنْدَ الْمَوْتِ
? Sungguh Aku berharap agar Allah azza wa jalla tidak mencekikku saat ajalku tiba, sebagaimana Aku menyaksikan dari kalian yang terlihat tercekik saat meregang nyawa." ? Di tengah malam yang hening, ketika Abu Tsa'labah sedang asyik shalat tahajjud, ajal menjemputnya dalam keadaan beliau sedang bersujud. ? Bersamaan dengan kejadian itu, anak perempuannya bermimpi bahwa ayahnya meninggal dunia. Sontak saja dia terhentak dari tidurnya dan memanggil-manggil ibunya sambil bertanya:
أَيْنَ أَبِي؟ "Dimana ayah?" فِي مُصَلَّاهُ
"Ayahmu berada di tempat shalatnya." Jawab ibunya. ? Segera dia memanggil-manggil ayahnya, namun tak ada suara yang menjawab panggilannya. ? Sampai akhirnya, dia melihat ayahnya dan mencoba untuk membangunkannya. Namun sayang, dia mendapati ayahnya sudah kaku dalam posisi sujud. ✏️ Kemudian dia mencoba untuk menggerak-gerakkan ayahnya, hingga akhirnya sang ayah tergeletak di sisinya dalam keadaan sudah tak bernyawa. ? [Al Ahad wal Matsani karya Ibnu Abi 'Ashim (2627), Hilyatul Auliya karya Ibnu Abi Nu'aim (2/30), Kitabu Tarikh Dimayqi karya Ibnu Asakir (66/104)] ? Sumber: Channel Telegram Asy Syaikh DR Arafat bin Hasan Al Muhammadi hafizhahullah
? Diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abdul Wahid at-Tamimi
#Fawaidumum #ajal #nasihat #husnul_khotimah
〰〰➰〰〰
? Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
? Channel kami https://bit.ly/warisansalaf ? Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Tertimoni seorang mahasiswa baru Saya berasal dari desa jauh dari kota Ekonomi di kampung saya jauh dari kata maju

Tertimoni seorang mahasiswa baru:
"Saya berasal dari desa, jauh dari kota.
Ekonomi di kampung saya jauh dari kata maju.
Ayah dan ibu saya rela berhutang demi kelanjutan kuliah saya. Yg penting saya bisa lulus. Demi masa depan yg lebih baik.
Setelah kerja, saya akan bantu mereka untuk melunasi hutang2 ayah dan ibu saya, dan membahagiakan mereka."
Setelah masuk kuliah di minggu pertama, dia langsung mengajukan beasiswa ke pihak kampus dengan melengkapi semua persyaratan sebagai mahasiswa yg pantas dibantu.
3 bulan kemudian . . .
[Barang2 pribadinya semua serba berstiker bendera Palestina]
"Save Indonesia dari hutang Jokowi . . . !
Kami tidak butuh jalan tol . . .
Kami tidak butuh Infrastruktur . . .
Kami tidak makan semen . . ."
Nonton Bola Indonesia v/s Palestima, malah dukung Palestina.
Lingkungan kampus merubahnya jadi bayi Kampret.
Andaikan saja, posisi ayah dan ibunya dibandingkan dengan Jokowi, wali negeri ini.
Tapi, miris. Dia sudah dididik jadi bayi Kampret.
Dia lupa.
Beasiswa yg dia peroleh, bukan karena dia pintar, tapi karena miskin.
Bersama pendemo,
Dia teriak2 hutang Jokowi.
Sementara hutang bapaknya belum kepikiran ama dia.

Dibalik Kardus dan Mahar ada Soal Perbedaan Prinsip

Dibalik Kardus dan Mahar ada Soal Perbedaan Prinsip"
Pertemuan SBY dengan Prabowo lalu akhirnya riuh di fua hari menjelang pendaftaran Capres dan cawapres bukan soal pertarungan sepele, ada soal prinsip.
SBY berprinsip rakyat di ataa segalanya. Karena itu dasar membangun koalisi adalah mendengarkan keinginan rakyat yang direkam survey.
Logistik memang diperlukan, tetapi sifatnya melengkapi perjuangan mewujudkan keinginan rakyat. Prinsip ini pada awalnya Prabowo setuju dan akan meninggalkan paradigma lama yang dianut Prabowo dalam berperang di pemilu yaitu logistik yang bisa mengatur kehendak rakyat.
Partai demokrat hampir berhasil menawarkan cara mengutamakan kehendak rakyat ini. Dengan cara Demokrat ini, maka ancaman bentrok politik identitas bisa dihindari, karena dasar perjuangannya menyatukan harapan rakyat atas dasar mengubah nasibnya dan memperbaiki siatem yang bisa mengubah nasib rakyat. Bukan sebaliknya memanfaatkan situasi rakyat yang diametral dalam politik identitas.
Jika peperangan elektoral dimenangkan maka Negara lebih otonom dari para pemilik modal, sehingga punya keleluasaan besar mengambil kebijakan-kebijakan yang menguntungkan rakyat dan membuat pemilik modal tidak bisa seenaknya mengatur negara.
Pemilik modallah yang harus ikut mendukung negara dalam mengambil kebijakan2 yang menguntungkan rakyat.
Prabowo berubah sikap di dua hari menjelang pendaftaran Capres dan Cawapres. Memang yang tertangkap publik adalah soal jendral kardus dan soal Mahar ke PAN dan PKS.
Tetapi sebenernya itu bentuk kekecewaan saya pada Prabowo yang mengambil jalan Logistik lebih penting ketimbang kehendak rakyat. Pemilik modal diberi karpet merah untuk kembali berperan nantinya membuat negara ini tidak otonom terhadap pemilik modal.
Padahal inilah prinsip2 yang ditolak oleh rakyat sejak 1998, Ini juga yang menjadi protes para cerdik cendikia terhadapa jalan ekonomi Pak Jokowi 4 tahun terakhir soak bagaimana negara bisa lebih otonom terhadap keinginan pemilik modal.
Kalau mau jujur justru Pak Jokowi ketika umumkan Ma'ruf Amin justru seperti ingin menjawab bahwa Ia akan memilih jalan berbeda di periode kedua untuk tidak bisa dengan mudah diatur pasar. Kita tunggu saja jalan mana yang akan menang nantinya.
Partai Demokrat akan tetap mempertahankan prinsip berbeda dalam memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.
Jalan berbeda dalam memenangkan peperangan ini bukan semata untuk memenangkan Prabowo-Sandi, tetapi juga ingin mempertahankan kekuatan elektoral Partai Demokrat agar pada saatnya nanti prinsip perjuangan Partai Demokrat mengutamakan rakyat akan kembali bisa menjadi faktor dominan, mudah-mudahan nanti di 2019.
Jakarta, 13 Agustus 2018
Andi Arief
Wasekjen Partai Demokrat

TEST THE WATER 1 Dulu saya pernah katakan bahwa 1 juta KTP untuk Ahok adalah Test The Water untuk menguji pasar tentang sebesar apa minat masyarakat Jakarta yang mengharapkan Ahok untuk bisa jadi Gubernur

TEST THE WATER (1)
Dulu saya pernah katakan bahwa 1 juta KTP untuk Ahok adalah "Test The Water" untuk menguji pasar tentang sebesar apa minat masyarakat Jakarta yang mengharapkan Ahok untuk bisa jadi Gubernur.
Dan kemudian saya pastikan bahwa akhirnya nanti Ahok akan diusung oleh Partai Politik.
Kenapa demikian ?
Karena Parpol juga tidak akan mau kehilangan kesempatan untuk bisa menang, apalagi ada domplengan yang tepat, yakni calon yang punya peluang elektabilitas yang paling populer bahkan paling tinggi.
Dan analisa saya terbukti, walau banyak dicibir karena saya telah dianggap telah meremehkan "Kawan Ahok".
Saya hanya berfikir atas pertimbangan pencapaian yang ingin diraih oleh orang cerdas seperti Ahok dengan membuat simulasi politik yang cerdik tanpa ada penghianatan disana.
Hari ini, kelihatannya Prabowo sedang berupaya bermain di pola seperti yang sudah dimainkan oleh Ahok tersebut : "Test The Water", dengan cara mengumpulkan donasi dari masyarakat.
Seperti apa pandangan saya ? Nanti saya akan coba jelaskan ..... wadrakadabraaa !

Pesan Warna Pakaian Ir H Jokowi Saat tes kesehatan Ir H Joko Widodo sengaja mengenakan baju dengan corak warna warni

Pesan Warna Pakaian Ir. H. Jokowi
Saat tes kesehatan, Ir. H. Joko Widodo sengaja mengenakan baju dengan corak warna-warni.
Sejatinya, Jokowi sedang mengirimkan pesan. Bahwa dirinya sangat menghargai perbedaan. Bahwa dirinya sangat menghormati perbedaan.
Baginya, segala perbedaan yang ada di negeri ini, adalah rahmat untuk membangun NKRI. Bukan untuk menyekat-nyekatnya, mayoritas di atas minoritas. Bukan!
Jokowi ingin menyampaikan, bahwa negeri ini selalu diizinkan untuk dipijak oleh perbedaan!
Ah, rasanya ingin sekali kupeluk lagi kalian saudara-saudaraku non muslim. Di manapun kalian berada.
Terima kasih Pakde Jokowi.
Telah terus berupaya untuk selalu mengeratkan kami.
Kriiik,...Kriiik,...Kriiik,...
See Translation

JABAR JUARA PKS PEMENANG Baru saja PKS menyelenggarakan konferensi pers pengumuman hasil rekapitulasi C1 dari saksi paslon Asyik

*JABAR JUARA, PKS PEMENANG*
Baru saja PKS menyelenggarakan konferensi pers pengumuman hasil rekapitulasi C1 dari saksi paslon Asyik. Hasil rekapitulasi tersebut mengkonfirmasi temuan Quick Count dimana Paslon Rindu diprediksikan unggul di Jawa Barat.
Pengumuman ini datang ibarat hujan yang mengguyur wilayah panas dan tandus. Pasca pemungutan suara tanggal 27 Juni memang sempat beredar hoax hoax yang membuat situasi cukup panas. Melalui pengumuman ini, niscaya ketegangan di Jawa Barat akan kembali terurai, meski penetapan oleh KPU belum digelar resmi.
Menurut saya paling tidak ada enam arti penting dari pengumuman ini :
Pertama, menunjukkan komitmen tinggi PKS dalam melakukan pengawalan suara warga Jawa Barat. Bahwa tidak sia-sia pemilih Asyik datang ke TPS, sebab seluruh suara yang masuk direkap secara tuntas.
Kedua, menunjukkan soliditas dan fokus tinggi dari jajaran pengurus serta kader PKS yang tidak terpengaruh oleh QC dan memilih menyelesaikan sendiri rekap C1 dari saksi.
Ketiga, menunjukkan kedewasaan PKS dalam berpolitik sebab sudah mengakui kemenangan pihak kompetitor bahkan sebelum pengumuman pemenang oleh KPU.
Keempat, PKS turut serta dalam mencegah berkembangnya hoax di kalangan umum yang dapat mengakibatkan rusaknya kepercayaan terhadap proses demokrasi.
Kelima, menunjukkan bahwa PKS punya andil besar dalam keamanan dan suasana kondusif Jawa Barat yang juga merupakan warisan dari kepemimpinan Ahmad Heryawan selama dua periode.
Keenam, menunjukkan PKS memberi apresiasi tinggi terhadap kinerja kader dan simpatisan yang telah menjadi saksi dan turut merekap hasil suara.
Hal di atas ditambah dengan kemampuan PKS melakukan mobilisasi pemilih pada detik-detik akhir jelang pemungutan suara yang berhasil mengubah peta pilgub 2018. Pergerakan tersebut, tidak dapat dibaca oleh survey yang diselenggarakan H-7 pemungutan suara. Sehingga bisa dikatakan bahwa PKS memiliki determinasi tinggi untuk bermain hingga peluit akhir dibunyikan.
Itulah mengapa, meski RINDU kemungkinan besar yang akan ditetapkan sebagai Cagub dan Cawagub terpilih, PKS di mata publik dapat dikatakan sebagai pemenang dari proses Pilkada ini.
*Jalu Pradhono Priambodo*