Allāh Ta ālā mengatakan di dalam Al Qur an bahwa orang beriman itu bersaudara

Allāh Ta'ālā mengatakan di dalam Al-Qur'an bahwa orang beriman itu bersaudara. Nabi shallallāhu 'alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya bahwa seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya. Belumkah cukup? Persaudaraan itu atas dasar iman dan Islam. Lalu apakah kita mau menyempitkan makna persaudaraan itu di atas selain itu? Di atas golongan atau hizbiyyah meskipun dibumbui dengan istilah 'manhaj'.
Akhirnya yang terjadi, jika ada satu dua hal yang tak sejalan atau ada satu dua hal perbedaan pendapat, maka seakan-akan kita perlakukan ia bukan saudara kita lagi, atas nama 'manhaj'. Tak ada lagi salam, tak ada lagi kalam, tak ada lagi keramahan dan keakraban lagi, dibuang, dilupakan, dan seterusnya. Padahal dahulunya mungkin teman akrab atau mungkin dahulunya adalah gurunya. Guru yang mengajarkannya baca tulis Al-Qur'an dan semisalnya. Seperti itukah praktik 'manhaj' beragama yang benar itu.
Padahal Allāh Ta'ālā berfirman:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ...
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." [QS. Al-Fath:29]
Begitulah praktik keimanan. Saudaramu yang mungkin salah atau keliru atau terjadi perbedaan pendapat denganmu, tak harus engkau perlakukan layaknya musuh yang nyata seperti yahudi dan nasrani. Seandainya pun terjadi perbedaan pendapat, bisakah disampaikannya atas nama cinta sesama orang yang beriman?

Orang yang berhati lurus cerdas dan berakal ketika berdebat atau berdialog baik di dunia maya atau dunia nyata itu untuk mencari kebenaran

Orang yang berhati lurus, cerdas, dan berakal ketika berdebat atau berdialog baik di dunia maya atau dunia nyata itu untuk mencari kebenaran. Sementara orang yang berhati bengkok dan kerdil untuk mencari pembenaran atau kemenangan.
Al-Imām Asy-Syāfi'ī rahimahullāh berkata:
ما ناظرت أحدًا قط على الغلبة. [توالي التأسيس لابن حجر:113]
“Saya tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan." [Tawālī At-Ta’sīs hlm.113 oleh Ibnu Hajar]
Orang yang berhati lurus, cerdas, dan berakal ketika berdebat atau berdialog baik di dunia maya atau dunia nyata itu berharap lawan debatnya mendapatkan kebaikan serta berharap mendapatkan ilmu dan kebenaran dari lawannya. Sementara orang yang berhati bengkok dan kerdil berharap mendapatkan aib dan kelemahan lawannya untuk dirobek kehormatannya.
Al-Imām Asy-Syāfi'ī rahimahullāh berkata:
مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ إِلاَّ أَحْبَبْتُ أَنْ يُوَفَّقَ وَيُسَدَّدَ وَيُعَانَ وَيَكُوْنَ عَلَيْهِ رِعَايَةٌ مِنَ اللهِ وَحِفْظٌ وَمَا نَاظَرْتُ أَحَدًا إِلاَّ وَلَمْ أُبَالِ بَيَّنَ اللهُ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِيْ أَوْ لِسَانِهِ. [توالي التأسيس لابن حجر :114]
“Tidaklah saya berdebat kecuali saya berharap agar lawan debatku diberi taufiq dan diberi pertolongan dan dijaga oleh Allāh. Dan tidaklah saya berdebat kecuali saya tidak menghiraukan apakah Allāh menampakkan kebenaran lewat lisanku atau lisannya." [Tawālī At-Ta’sīs hlm.114 oleh Ibnu Hajar]

Edisi Manhaj DEMI PERSATUAN WAJIB DI ATAS MANHAJ YANG SATU YAITU MANHAJ SALAF

(Edisi Manhaj)
DEMI PERSATUAN, WAJIB DI ATAS MANHAJ YANG SATU YAITU MANHAJ SALAF
Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
الواجب أن نكون على منهج واحد، منهج الكتاب والسُّنَّة وسلف هذه الأمة، وهو المنهج الصَّحيح الذي يجب أن نسير عليه في دعوتنا إلى الله، وفي عملنا، وفي علمنا، وفي جميع أمورنا، لو أخذنا بهذا؛ لم يحصل اختلافٌ، ولم يحصل عداوات، ولم يحصل تفرُّقٌ، إنما يحصل التَّفرُّقُ من مخالفة هذا المنهج، والتماس مناهج أخرى، هذا هو الذي يوجب التفرق واختلاف‏
"Wajib atas kita berada di atas satu manhaj, yaitu manhaj al-Qur'an, as-Sunnah, dan generasi salaf umat ini.
Itulah manhaj yang shahih, wajib atas kita untuk berjalan di atasnya, baik dalam dakwah kita ke jalan Allah, dalam amal kita, maupun dalam ilmu kita, dan dalam semua urusan kita.
Jika kita berpegang dengan prinsip ini, maka tidak akan ada perselisihan, permusuhan, maupun perpecahan.
Perpecahan itu terjadi karena menyelisihi manhaj tersebut, serta menempuh manhaj lain. Inilah yang menimbulkan perpecahan dan perselisihan."
[Al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan]
Sumber || http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=105480
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram || https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya

Edisi Manhaj MANHAJ SALAF ADALAH AGAMA ALLAH YANG HAQ Asy Syaikh Rabi bin Hadi al Madkhali hafizhahullah

(Edisi Manhaj)
MANHAJ SALAF ADALAH AGAMA ALLAH YANG HAQ
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
يا إخوتاه: كتاب الله تعالى بين أيدينا وسنة رسول الله‏ ﷺ بين أيدينا وبيان الصحابة وعملهم وواقعهم وتاريخهم وعقائدهم كلها تشهد لهذا المنهج السلفي بأنه دين الله الحق
“Wahai saudara-saudaraku, kitabullah ta'ala di depan kita, Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di depan kita, dan penjelasan para sahabat, perbuatan mereka, kenyataan mereka, sejarah mereka, aqidah mereka semuanya bersaksi untuk manhaj salaf ini, bahwasannya manhaj salaf ini adalah agama allah yang haq.
وأفضل ميزان للثبات على الحق والالتزام بالحق أن تكون على ما كان عليه محمد ﷺ وأصحابه رضي الله عنهم
Dan sebaik-baiknya timbangan untuk kokoh di atas al-haq dan berpegang teguh dengan al-haq adalah engkau berada di atas jalan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu 'anhum.”
[Al-Washaya al-Manhajiyyah hlm. 36]
Sumber || Channel Telegram @ImamRabee
Ukhuwah Salafiyyah
Channel Telegram || https://t.me/ukhuwahsalaf

Edisi Manhaj BUKAN SEKEDAR PENGAKUAN Asy Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah berkata

(Edisi Manhaj)
BUKAN SEKEDAR PENGAKUAN
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
فإذا أردت أن تكون سلفيا حقا
"Maka jika engkau ingin menjadi salafi yang sebenarnya,
فعليك أن تدرس مذهب السلف بإتقان
maka wajib atasmu untuk belajar madzhab salafi dengan sempurna.
وتعرفه ببصيرة، ثم تعمل به من غير غلو ومن غير تساهل
Dan engkau mengetahuinya dengan bashirah (ilmu), kemudian beramal dengannya dengan tanpa ghuluw (berlebih-lebihan) dan juga tanpa tasahul (bermudah-mudahan).
هذا هو منهج السلف الصحيح، أما مجرد الإدعاء والإنتساب من غير حقيقة، فهذا يضر ولا ينفع
Inilah manhaj salaf yang shahih (benar). Adapun sekedar pengakuan dan penggabungan diri / afiliasi tanpa disertai hakikatnya, maka ini membahayakan dan tidak bermanfaat."
[At-Ta'liiqat at-Taudhiihiyyah 'ala Muqaddimah al-Fatawa al-Hamuwiyyah, hlm. 59]
Majmu'ah Hikmah Salafiyyah
Channel Telegram || https://t.me/hikmahsalafiyyah

HABIB VS KECEBONG Wahai saudara Habib Bahar bin Smith Saya baru cari info ternyata yang ceramah dalam video surat terbuka saya itu Anda bernama Habib Bahar bin Smith

HABIB VS KECEBONG
Wahai saudara Habib Bahar bin Smith,
Saya baru cari info, ternyata yang ceramah dalam video surat terbuka saya itu Anda bernama Habib Bahar bin Smith.
Ok baiklah, Anda boleh saja mengaku keturunan nabi sehingga disematkan gelar habib atau apalah itu hak Anda. Bahkan anda boleh saja menganggap saya keturunan Fir'aun atau bani kecebong.
Melalui fanpage ini saya ingin tantang Anda yang bernama Habib Bahar bin Smith. Saya ingin tantang Anda untuk ketemu dan diskusi terbuka hanya 4 mata dan disiarkan live melalui berbagai media sosial. Bila perlu kita undang juga beberapa media agar publik tahu siapa Anda dan siapa saya sebenarnya.
Sebelumnya saya tidak mengenal anda. Mungkin anda jg tdk mengenal saya. Namun melalui video ceramah Anda yang provokatif itu, saya baru mulai mencari tahu siapa Anda sebenarnya. Dan ternyata Anda itu Habib.
Kalau Anda bener2 Habib keturunan Nabi dan menteladani nabi maka sudah seharusnya setiap ceramah yang disampaikan itu sesuai fakta, penuh kedamaian, menyejukkan dan dapat mempersatukan antar sesama. Tapi kalau ceramah isinya provokasi, fitnah dan menyesatkan maka itu yg ceramah sesungguhnya adalah Syetan.
Saya ini orang biasa dan tidak punya embel2 gelar ustad, kyai, habib atau apapun. Saya Yusuf Muhammad yang sering dipanggil kecebong. Dan saya ingin tantang Anda yang bergelar Habib untuk diskusi soal Agama. Bila perlu kita tes ngaji, tajwid dan hafalan Al-Qur'an terlebih dahulu. Setuju?
#TurnBackHabibHoax
AKHIRNYA
Akhirnya ajakan Kecebong dibales sang Habib...
Saya dengar ajakan diskusi saya dengan HBBS telah mendapat jawaban langsung dari yang bersangkutan. Ok bagus kalau gitu, meskipun sayang ada sedikit salah tangkap. Saya mengajak untuk diskusi tapi dianggap ngajak debat. Okelah aku ora popo.
Sedikit meluruskan ya Bib, diskusi itu berbeda dengan debat. Diskusi itu bukan soal menang dan kalah, tapi mencari kebaikan dari apa yang didiskusikan. Dalam agama pun jelas dilarang untuk berdebat. Tapi ora popo, saya anggap saja maksud Anda diskusi juga, bukan berdebat. Kalau tetep ngotot ngajak debat ya Wassalam aja, saya menyerah.
Terimakasih Anda sudah menanggapi kecebong seperti saya ini. Saya ingin ngajak ngaji Tajwid dan hafalan yang sederhana dulu, namun Anda ngajakin tes baca KITAB KUNING dan tes USHUL FIQIH, serta nyuruh saya untuk membawa semua kitab tentang agama.
Baiklah saya jabanin, mungkin karena Ilmu Anda sudah tinggi. Baguslah tak sia2 saya ngajakin diskusi Anda.
Oh ya tapi maaf, saya tidak perlu membawa banyak kitab, saya cukup bawa akal yang masih waras ini saja untuk modal diskusinya. Mohon bersabar, akan diatur waktu dan tempat diskusinya.
Oh ya, btw rencana mau bawa laskar berapa? Mohon dihitung ya, nanti ana siapin jamuan nasi kotaknya. :) (Biar gak bosan nasi bungkus terus, hehe ?).
NB: Silahkan bagi media online yang berkenan bisa meliput. Kita live via medsos juga!

CIRI CIRI AHLUS SUNNAH WAL JAMA AH _Al Allamah Ahmad bin Yahya an Najmi rahimahullah_

*CIRI-CIRI AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH*
_Al-'Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah_
"Adapun ciri-ciri Ahlus Sunnah yang paling tampak adalah,
PERTAMA : Mengajak kepada al-Qur'an, yaitu mengajak untuk mengikuti al-Qur'an dan mengamalkannya.
KEDUA : Menafsirkan al-Qur'an dengan Atsar, yakni dengan bimbingan tafsir dari as-Sunnah (Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) dan tafsir dari para sahabat dan para tabi'in.
KETIGA : Mengajak kepada as-Sunnah yang shahih periwayatannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
KEEMPAT : Meyakini bahwa as-Sunnah adalah sebagai penjelas dan tafsir al-Qur'an.
KELIMA : Mencintai as-Sunnah, dan mencintai Ahlus Sunnah dan para pembawa Sunnah. Meyakini bahwa dengan merekalah Allah menjaga agama ini.
Sungguh Allah telah menjadikan indah dalam hati Ahlus Sunnah dan menerangi hati mereka dengan kecintaan terhadap para 'ulama sunnah, sebagai bentuk karunia pemberian dari-Nya 'azza wa jalla.
Ada yang bertanya kepada Abu Bakr bin 'Ayyasy, "Siapakah Sunni itu?" Beliau menjawab, "Orang yang apabila disebut berbagai hawa nafsu (yakni berbagai paham dan kelompok sempalan yang muncul, -pen) maka dia tidak fanatik terhadap satu pun darinya."
KEENAM : Sikap pertengahan, antara sikap kurang dengan sikap berlebihan, antara sikap lalai/luput dengan sikap melewati batas.
KETUJUH : Tidak bersikap ekstrim/pengkultusan terhadap seorang pun dari kalangan para imam ('ulama besar) Ahlus Sunnah. Contoh sikap ekstrim adalah meyakini bahwa mereka makshum (terjamin aman dari salah). Ahlus Sunnah tidak meyakini itu terhadap seorang pun dari para imam, baik dari kalangan para shahabat maupun lainnya.
KEDELAPAN : Sangat marah terhadap Ahlul Bid'ah. Ahlus Sunnah beribadah kepada Allah dengan bermujadah dalam memerangi mereka dan menjelaskan kesalahan-kesalahan dan kebid'ahan mereka, agar umat waspada dan menjauh darinya.
KESEMBILAN : Menaruh perhatian besar terhadap aqidah, dan lebih mengedepankannya daripada pembahasan tentang keutamaan-keutamaan amal. Sementara di kalangan para ahlul bid'ah justru sebaliknya."
[Itmam al-Minnah bi Syarh Ushul as-Sunnah li al-Imam Ahmad, hlm. 79-80]
WhatsApp Manhajul Anbiya
Channel Telegram || https://telegram.me/ManhajulAnbiya

Selamat Datang Kematian Demokrasi 21 Juli 2017 Seperti yang telah diperkirakan sejak awal RUU Pemilu yang didukung pemerintah dan partai pendukungnya PDI P Golkar PPP Hanura PKB Nasdem kecuali PAN akhirnya di sahkan

Selamat Datang "Kematian" Demokrasi
21 Juli 2017
Seperti yang telah diperkirakan sejak awal, RUU Pemilu yang didukung pemerintah dan partai pendukungnya (PDI P, Golkar, PPP, Hanura, PKB, Nasdem) kecuali PAN akhirnya di sahkan. Pengesahan RUU itu menjadi UU Pemilu dipimpin oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto.
Empat partai (Demokrat, Gerindra, PAN dan PKS) yang sejak awal menolak presidential treshold (PT) 20 persen memilih walk out atau keluar dari ruang sidang. Pilihan mereka untuk mundur dari sidang paripurna dinilai wajar, karena jika mereka tetap ngotot dalam voting, hasilnya juga tidak akan berubah. Partai yang ngotot meloloskan PT 20 persen tetap akan menang juga.
Jika keempat partai tersebut ikut voting dan kalah, mereka harus menghadiri pengesahan UU yang dianggap melanggar konsitutsi yang ada.
Dengan disahkannya UU Pemilu, maka Pilpres mendatang kemungkinan besar akan hanya ada dua pasang calon presiden. Atau yang lebih tragis bakal munculnya calon tunggal jika partai diluar koalisi pro pemerintah tidak menemukan kandidat yang sama untuk diusung.
Mimpi kita untuk melihat adanya calon alternatif juga telah buyar. Kita akan kembali disajikan muka itu ke itu saja, walaupun dia tidak punya prestasi apapun terpaksa juga dipilih. Karena syarat untuk mencalonkan putra-putri terbaik bangsa telah diputus dengan pedang bernama presidential treshold.
Anggap saja partai-partai sepakat untuk mengusung seorang kandidat yang sering ucapannya tidak sesuai perbuatan, maka rakyat Indonesia tidak punya pilihan lain. Dan tersisa satu atau dua partai yang ingin mencalonkan diri, tapi mereka tidak memenuhi syarat untuk mengajukan calon karena dibatasi angka 20 persen.
Selamat datang "kematian" demokrasi Indonesia. Itulah kata yang langsung tersirat dalam fikiran saya saat melihat pengesahan UU yang telah mengangkangi konstitusi, dan merampas hak rakyat Indonesia untuk memilih.
Pakar hukum tata negara Refly Harun menyebutkan PT 20 persen melanggar konstitusi. Sosok seperti Refly Harun yang dikenal dekat dengan Jokowi saja mengatakan seperti itu, kalau UU Pemilu yang tertera angka ambang batas 20 persen tersebut melanggar konstitusi.
Selamat kepada partai pendukung PT 20, atas disahkannya UU Pemilu dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh tersangka kasus dugaan korupsi mega korupsi e-KTP.
Harap bersabar kepada PBB, PKPI, PSI, Perindo, Berkarya dan Partai Idaman. Tahun 2019 kalian hanya menjadi anak bawang, dianggap tidak layak untuk ikut mencalonkan kandidat kalian untuk Pilpres. Khusus untuk PSI, selamat menjadi telah mengingkari semangat anak muda.
http://www.kompasiana.com/…/selamat-datang-kematian-demokra…

Jejak Militansi Aktivis NU di era Reformasi

Jejak Militansi Aktivis NU di era Reformasi.
1. Menghadang Gerakan Wahabisasi di NKRI.
2. Menghadang Gerakan HTI yang ingin menganti NKRI menjadi Negara Khilafah ala HTI.
3. Menghadang Ideologi Asing Ikhwanul Muslimin (IM/PKS) yang menolak Azas Tunggal Pancasila sebagai dasar negara NKRI dan menggantinya dengan Hukum Syariat Ala PKS.
4. Menghadang kelompok Radikal Intoleran yang mencoba memainkan Isu sara, menjual Ayat dan Mayat untuk perebutan kekuasaan.
Gerakan Militansi Aktivis NU seperti dalam 4 poin di atas akan terus ada selama gerakan-gerakan yang mengancam aksistensi NKRI itu ada..!

PedomanNEWS com Slogan partai bebas dari korupsi sekaligus Anti korupsi Partai Demokrat nampaknya terus dipertanyakan sekaligus disangsikan rakyat

PedomanNEWS.com - Slogan partai bebas dari korupsi sekaligus Anti-korupsi Partai Demokrat nampaknya terus dipertanyakan sekaligus disangsikan rakyat. Pasalnya, sederet kasus korupsi di Indonesia ternyata melibatkan kader partai besutan presiden SBY tersebut.
Beberapa politisi Demokrat yang duduk di Senayan tersangkut dugaan korupsi. Baru-baru ini Nazarudin yang menjabat bendahara umum partai berlambang mercy itu diduga terlibat dalam kasus suap Sesmenpora.
Sebelumnya, Amrun Daulay juga anggota DPR asal Demokrat ditetapkan menjadi tersangka ke luar negeri karena diduga terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit di Depertemen Sosial.
Selain keduanya, ada Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun yang tersandung kasus dugaan suap dana stimulus pembangunan dermaga dan bandara di Indonesia timur.
Selain ketiga politisi demokrat tersebut, ada beberapa kepala daerah asal partai demokrat yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana korupsi. Berikut ini daftar nama kepala daerah asal Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi:
1. Agusrin Najamudin, Gubernur Bengkulu. Dia kader demokrat yang terlilit Dispenda gate atau kasus korupsi dalam penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil pajak bumi dan bangunan. Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan PBB/BPHTB di provinsi Bengkulu.
2. Sukawi Sutarip, Walikota Semarang ini asal Partai Demokrat terlibat dugaan penyimpangan APBD 2004 di Semarang, pos dana komunikasi senilai Rp5 miliar.
3. Djufri, Walikota Bukit Tinggi yang juga asal Demokrat terjerat kasus pengadaan tanah untuk pembangunan kantor DPRD dan pool kendaraan sub dinas kebersihan serta pertamanan kota Bukit Tinggi
4. Andrias Palino Popang, Wakil Bupati Tanah Toraja terlibat kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja Tanah Toraja 2003-2004 senilai Rp1,9 miliar. 5. Satono, Bupati Lampung Timur terlilit kasus dugaan penyimpangan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah periode 2005-2008. (*)