Bencana bencana Lisan 1 Perkataan yang tidak bermanfaat Ketahuilah bahwa siapa yang mengetahui bahwa waktu merupakan modal pokok ia tidak akan membelanjakannya kecuali untuk hal hal yang bermanfaat

? Bencana - bencana Lisan ?
1.. Perkataan yang tidak bermanfaat
✅Ketahuilah, bahwa siapa yang mengetahui bahwa waktu merupakan modal pokok, ia tidak akan membelanjakannya kecuali untuk hal - hal yang bermanfaat
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه (رواه الترميذي و البغوي)
✅"Diantara kebaikan islam seseorang ialah meninggalkan apa yang tidak diperlukan" (HR. Tirmidzi, Baghawi)
✅ Luqman al Hakim pernah ditanya, " apakah yang membuat kita mendapatkan hikmah ?" maka dijawab oleh Luqman al Hakim," aku tidak menanyakan sesuatu yang kuanggap cukup dan aku tidak menanyakan sesuatu yang tidak perlu."
✅ Luqman al Hakim : Diam itu hikmah tapi sedikit orang yang melakukannya
2. Melibatkan diri dalam kebatilan, yaitu ikut membicarakan kedurhakaan, maksiat dsb
إن العبد ليتكلم بالكلمة يزل بها في النار أبعد مما بين المشرق و المغرب
✅ "Sesungguhnya seorang hamba itu benar- benar mengucapkan suatu perkataan yang menjerumuskan ke dalam neraka, yang jaraknya lebih dari jarak antara timur dan barat." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)
أبغض الرجال إلى الله الألد الخصم
✅ "Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang keras lagi suka bertengkar." ( HR. Bukhari, Muslim)
3. Banyak bicara dan memaksakan dengan kata - kata bersajak
الحديث عن أبي ثعلبة ، إن أبغضكم إلي وأبعدكم مني يوم القيامة مساوئكم أخلاقا الثرثارون المتشدقون المتفيهقون
✅ Hadits yang diriwayatkan dari Abu Tsa'labah "Sesungguhnya orang yang paling kubenci dan yang paling jauh jaraknya di antara kalian dengan aku pada hari kiamat ialah orang yang buruk akhlak diantara kalian, banyak bicara dan banyak berkata - kata ( memaksakan kata - kata sajak)
4. Bicara keji, mencela dan mengumpat
إياكم و الفحش فإن الله لا يحب الفحش ولا التفحش (رواه ابن حبان و أحمد و البخاري)
" Jauhilah perkataan keji, karena Allah tidak menyukai perkataan keji dan mengumpat." (HR. Ibnu Hibban, Ahmad, Al Bukhari)
ليس المؤمن بالطاعان ولا اللعان ولا الفاحش ولا البذيء ( رواه الترميذي وأحمد والبخاري وابن حبان والحاكم)
"Orang mukmin itu bukan orang yang suka mencemarkan kehormatan, bukan pula orang yang suka mengutuk, berkata keji dan mengumpat." (HR. Tirmidzi, Ahmad , Ibnu Hibban, Al Hakim, Bukhari)
5. Bercanda berlebihan
✅ Bentuk canda Rasulullah :
? Tidak mengatakan kecuali kebenaran
? Sering dilakukan kepada wanita, anak- anak, dan orang yang lemah yang butuh bimbingan
? Dilakukan jarang - jarang, tidak terlalu sering. Sebab canda bisa mengurangi karisma dan memancing kedengkian
6. Mengejek, mengolok -olok, menghina, dan menyebut aib orang lain agar ditertawai
(Diringkas dari kitab "Minhajul Qoshidin" karya Ibnu Qudamah)
~~~~~~~~~
*Follow us*
? Facebook : Mdi Ummahaat El Ghad
? Instagram : #mdiummahaatelghad
? Telegram : t.me/mdiummahaatelghad
? Twitter : @mdi_elghad
? Blog : https://mdiummahaatelghad.wordpress.com

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia MUI mengingatkan agar kedua kubu paslon Presiden Wapres untuk menghindari penggunaan istilah khilafah dalam konotasi yang menjelekkan

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan agar kedua kubu paslon Presiden-Wapres untuk menghindari penggunaan istilah “khilafah” dalam konotasi yang menjelekkan. “Sebaiknya kedua kubu Paslon Presiden-Wapres menghindari penggunaan isu keagamaan, seperti penyebutan khilafah, karena itu merupakan bentuk politisasi agama yang bersifat pejoratif (menjelekkan),” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. M. Din Syamsuddin dalam pers rilisnya, Jumat (29/3/2019). Menurutnya, walaupun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik tidak diterima luas, namun khilafah yang disebut dalam Al-Qur’an adalah ajaran Islam yang mulia (manusia mengemban misi menjadi wakil Tuhan di bumi/ khalifatullah fil ardh). Ia juga menegaskan, mempertentangkan khilafah dengan Pancasila adalah identik dengan mempertentangkan Negara Islam dengan Negara Pancasila, yang sungguh sudah lama selesai dengan penegasan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah (Negara Kesepakatan dan Kesaksian). “Upaya mempertentangkannya merupakan upaya membuka luka lama dan dapat menyinggung perasaan umat Islam,” bebernya.
Menurut Din, menisbatkan sesuatu yang dianggap anti Pancasila terhadap suatu kelompok adalah labelisasi dan generalisasi (mengebyah-uyah) yang berbahaya dan dapat menciptakan suasana perpecahan di tubuh bangsa.
Di akhir rilisnya, ia pun mengimbau segenap keluarga bangsa agar jangan terpengaruh apalagi terprovokasi dengan pikiran-pikiran yang tidak relevan dan kondusif bagi penciptaan Pemilu/Pilpres damai, berkualitas, berkeadilan dan berkeadaban.
Rilis ini dikeluarkan sesuai taushiyah Dewan Pertimbangan MUI sebagai hasil Rapat Pleno Ke-37, 28 Maret 2019.[] Joko Prasetyo
Sumber : @mediaumat @mediaumat.news

1 Mas bro Gerakan 2019 ganti presiden itu tdk bertentangan dgn konstitusi

1) Mas bro... Gerakan 2019 ganti presiden itu tdk bertentangan dgn konstitusi. Bahkan negara sndiri yg memberikan kebebasan berpendapat bagi warga negaranya dlm menetukan pilihan terbaiknya.
2) Dalam sistem demokrasi, warga negara diberi kebebasan HAK dlm mempertimbangkan, mengevaluasi, dan memutuskan apakah penguasa dpt melanjutkan masa jabatannya atau tidak.
3) Pihak yg ingin ganti presiden & pihak yg ingin tetap presiden bertahan, keduanya memiliki hak yg sama dimata hukum!!!
4) Apa yg salah dgn hastag #2019gantipresiden? Apa bedanya dgn hastag #2019tetapjokowi? 2 hal tsb tdk ditemukan mengandung unsur penghinaan.
5) 2019 memang adalah waktunya utk melaksanakan PEMILU. Maka hastag #2019gantipresiden tdk bisa dinilai sbg bentuk pemberontakan. Sebab itu memang masanya.
6) Kecuali, bila ada yg lantang bersuara "2018 GANTI PRESIDEN", maka ini bisa dinilai sbg bentuk arogansi pemberontakan trhdp kepemimpinan yg sah saat ini, sebab 2018 blm masanya utk pergantian pemimpin. Maka hal tsb bisa ditafsirkan sbg gerakan menginginkan pergantian paksa presiden sebelum habis periode menjabatnya.
7) Nyatanya sampai dgn saat ini, tak ada yg mampu mempolisikan para petinggi2 gerakan 2019gantipresiden , sebab sama skali tak punya cela utk mendakwahinya sbg gerakan pemberontakan.
8). Dan utk anda para anggota POLRI, anda adalah pengayom masyarakat, yg harusnya berada dlm posisi yg NETRAL, dan wajib utk menjaga serta menjamin keamanan dan suasana yg kondusif. Oleh karenanya, anda tdk berhak menyerang siapapun warga masyarakat yg menyatakan pendapatnya yg sah secara konstitusi.
9) Jangan sampai penyerangan anda (POLRI) terhadap masa 2019 ganti presiden, bisa melahirkan opini baru. Yg mengakibatkan adanya anggapan ketidak sukaan anda kpd salah satu Capres yg notabene nya adalah seorang mantan PERWIRA TNI. Sebab kendali tak lepas dr POLRI & TNI. So...you sebagai pengayom masyarakat, plisss jgn memancing keributan. Apalagi mengajak duel masyarakat.
10) Sekali lagi.... POLRI & TNI harus netral!!!
11) Jika mereka yg mulai dari status hingga kaosnya 2019 ganti presiden harus dipermasalahkan, mengapa anda tdk mempermasalahkan mereka yg 2019tetapjokowi??
Sebab 2019 adalah hak semua warga utk menentukan, entah ganti presiden, atau tetap bertahan presidennya!!

Kata ketua harian PKDP pusat mendukung penuh untuk bapak jendral Chairul Akbar dan sekalian adek dari almarhum kolonel ANAS MALIK mantan bupati pdg pariaman

Kata ketua harian PKDP pusat mendukung penuh untuk bapak jendral Chairul Akbar dan sekalian adek dari almarhum kolonel ANAS MALIK, mantan bupati pdg pariaman,
untuk kab pdg pariaman lebih baik,,
Dengan alasan anak anak beliau sudah berhasil semua,
Anak pertama POLISI BERPANGkAT AKP.
ANAK kedua PILOT pesawat luar negri.
Anak ke 3 bagian hukum di kampus trisakti,
Jadi beliau rela turun great,
Atas permintaan kami untuk masyarakat kab pdg pariaman,,
Maka dari itu kami di perantauan mendukung penuh untuk sang jendral...
Masyarakat mintak JENDRAL PULANG KAMPUANG untuk benahi kampuang.

Saldo Sumbar Peduli Sesama Senin 30 Sept 2019 pukul 18

Saldo Sumbar Peduli Sesama, Senin 30 Sept 2019 pukul 18.57 WIB. Sudah Rp. 479.599.520.
Ayo saudaraku, mari bantu dunsanak kita di Wamena...
Bagi dunsanak yang berniat ingin membantu duka warga Sumbar terdampak musibah di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua, kalau tidak ada tempat penyaluran lain, kami Pemprov Sumbar malalui Biro Bina Bintal Setda Prov Sumbar, menyediakan rekening penampung di:
Bank Nagari, No. Rek 2101.0210.07340-3 Atas Nama Sumbar Peduli Sesama
Nantinya semua yang menstransfer akan dipublikasikan secara transparan.
Tks

MENAG SEBUT UCAPAN NATAL TAK GANGGU AKIDAH

MENAG SEBUT UCAPAN NATAL TAK GANGGU AKIDAH ?
Oleh : Nasrudin Joha
Fachrul Razi menyebut ucapan selamat merayakan hari Natal kepada umat Kristen dan Katolik tidak akan mengganggu akidah seorang muslim. Fachrul mengatakan ia hendak menekankan pesan itu dalam sambutan perayaan Natal tahun ini.
Menurutnya sah saja jika ada yang meyakini muslim tidak boleh mengucapkan selamat Natal. Namun Fachrul meminta masyarakat Indonesia untuk saling menghargai pendapat.
"Kalau ada orang lain mengatakan selamat merayakan hari natal kepada temannya, ya itu orang punya sikap sendiri juga, dan pasti jelas tidak sedikit pun akan mengganggu akidah orang masing-masing," kata Fachrul dalam sebuah video yang dirilis Humas Kemenag, Kamis (19/12) malam.
Aneh, Menag ini sudah pernah kepleset urusan cadar dan celana cingkrang sekarang bikin kontroversi lagi. Dahulu, begitu geram dan menentang cadar dan celana cingkrang. Begitu banyak yang mengkritik, menujukan dalil, Menag dengan gampangnya meminta maaf.
Padahal, urusan celana cingkrang dan cadar telah di gaungkan dengan narasi radikalisme. Menag juga mau mengusir ASN yang masih konsisten dengan nilai-nilai Islam dari lingkungan kemenag.
Menag, tutup mata pada korupsi dilingkungan kemenag tetapi begitu lantang ngurusi radikalisme. Sebuah narasi yang merendahkan akal, menipu dan ambigu.
Kini, Menag tanpa ilmu menyebut ucapan Natal tak mengganggu akidah. Itu dasarnya darimana ? Itu dalilnya apa ? Tersebut didalam kitab apa ? Karangan siapa ? Halaman berapa ?
Sudah terlalu banyak kajian tentang ucapan Natal, dan bagaimana status hukumnya. Menag tak usah menambah kajian tanpa ilmu. Menjerumuskan namanya.
Kalau jahil itu lebih baik belajar, bukan bicara tanpa dasar. Toleransi dan menghormati juga tidak perlu sampai masuk urusan domestik, urusan ibadah agama lain.
Lah kami Ga mau ucapkan Natal itu biasa saja, sebagaimana kami juga tak mengharapkan ucapan Idul fitri dari agama kainnya. LAKUM DINUKUM WALIYADIN. Selesai.
Perkara dunia, kami terbiasa berinteraksi untuk saling memberi kemaslahatan dalam urusan dunia. Kami biasa bermitra bisnis, akad kerja, jual beli, dan berbagai hubungan kemanusiaan lain, baik sesama muslim maupun dengan non muslim.
Mereka, yang non muslim juga tidak gila ucapan. Mau ucapkan atau tidak, tidak mengurangi kebahagiaan mereka dihari Natal.
Yang suka ngopi ya ngopi, yang es krim ya es krim. Jangan paksa penikmat kopi mencampur kopi dengan es krim. Itu Ga karuan rasanya.
Menag sebaiknya tidak perlu bicara yang bukan kapasitasnya. Yang lalu saja Khutbah banyak yang mengkritik. Kalau mau bicara tentang agama, itu mbok merujuk pada ahlinya.
Ketimbang nanti dikritik Ust Adi Hidayat, Ust Abdul Shomad, Ust Oemar Mita, Ust Hanan Attaki, atau disemprot sama Gus Nur, kan malu ? Itu kalau Menag masih punya malu tentunya. [].

Enny Upaya Promotif dan Preventif Hidup Sehat Perlu Dikedepankan

Enny: Upaya Promotif dan Preventif Hidup Sehat Perlu Dikedepankan
Kominfo Sulbar -- "Pembangunan kesehatan merupakan upaya oleh seluruh komponen bangsa, oleh sebab itu upaya promotif preventif perlu dikedepankan," kata Enny Anggraeni Anwar pada peringatan Hari kesehatan nasional ke-55 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Jumat 15 November 2019.
Ia juga mengatakan, SDM yang sehat akan membawa keunggulan bagi bangsa, peringatan HKN telah bergerak dari tahun ke tahun menjadi rangkaian kegiatan yang tidak saja dimiliki oleh Kementerian Kesehatan.
Masih kata Enny, selaras dengan komitmen Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan yang bertujuan menggalakkan upaya untuk mengakhiri, mendorong hak asasi manusia,dan memberikan perhatian terhadap keterkaitan antara kemajuan sosial dan ekonomi serta perlindungan lingkungan hidup, maka jelas ditetapkan Visi dan Misi Presiden RI, pada agenda Prioritas (Nawa Cita) ke -5 yakni meningkatkan kualitas hdup manusia Indonesia.
"SDM yang sehat akan membawa keunggulan bagi bangsa. Peringatan HKN telah bergerak dari tahun ke tahun, menjadi rangkaian yang tidak saja dimiliki eloleh kementerian kesehatan, tetapi juga oleh pemerintah daerah, kementerian/lembaga daerah, kementerian/lembaga terkait, organisasi masyarakat, akademis, hingga sektor swasta," sebut mantan anggota DPR RI itu
Ia juga menyampaikan, dalam rangka mempercepat dan mensinergíkan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna menĺngkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit, maka pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden NO. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
"Upaya promotif dan preventif hidup sehat memerlukan peran aktif seluruh masyarakat, maka saya menghimbau kepada semua yang hadir di sini untuk terlibat aktif dalam menggerakkan seluruh masyarakat untuk hidup sehat."pungkasnya
Kegiatan tersebut juga dihari oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris, dan beberapa kepala OPD serta dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sembilan tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Sulawesi Barat. (deni)
? iyank
Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggaeni Anwar, di dampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Kepala Dinas Kesehatan Muh. Alief Satria Lahmuddin dan Kepala OPD tinggal Prov Sulbar Saat membuka acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke - 55 Tahun 2019 dengan Tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat Jumat 15 November 2019

Presiden adalah Ulil amri para ulama ahlis sunnah wal jama ah yang menjelaskan dengan terang siapa ulil amri di sebuah negeri

#Presiden adalah Ulil amri..!
para ulama ahlis sunnah wal jama’ah yang menjelaskan dengan terang siapa ulil amri di sebuah negeri. Baik secara global/garis besar maupun secara rinci dengan menta’yinnya. Diantara yang menyebut dengan global bahwa penguasa dalam sebuah negeri berbentuk republik adalah presidennya (terlepas dari hukum republik yang merupakan pembahasan lain), ialah Imam Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah.
Beliau menyatakan :
والامامة نوعان: إمامة في الدين، وإمامة في التدبير والتنظيم فمن امامة الدين الامامة في الصلاة، فإن الامام في الصلاة امامته امامة دين ومع ذلك فله نوع من التدبير حيث ان النبي صلى الله عليه وسلم امر بمتابعته ونهى عن سبقه والتخلف عنه فهذا نوع تدبير، لانه مثلا اذا كبّر كبرنا واذا ركع ركعنا واذا سجد سجدنا وهكذا.
واما امامة التدبير فتشمل الامام الاعظم ومن دونه، والامام الاعظم هو الذي له الكلمة العليا في البلاد كالملوك ورؤساء الجمهوريات وما اشبه ذلك
“Ke-Imaman/kepemimpinan itu ada dua : Imam dalam agama dan imam dalam pengaturan dan sistem.
Diantara imam dalam agama adalah imam shalat. Imam shalat itu jenis keimamannya adalah imam dalam agama, bersamaan dengan itu ia memiliki unsur pengaturan juga, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengikuti gerakannya, serta melarang dari mendahului atau terlalu terlambat darinya.
Ini merupakan unsur pengaturan karena jika ia bertakbir kita ikut takbir, jika ia rukuk kita ikut rukuk, dan jika ia sujud kita ikut sujud dan seterusnya.
Adapun imam dalam pengaturan dan sistem maka ia mencakup Imamul A’dzom (khalifah) dan jajarannya. Imamul A’dzom adalah yang memiliki kalimat tertinggi di suatu negeri, seperti para raja dan para presiden (pemimpin republik), atau yang semisal dengannya.”
(Syarah Aqidah As-Sifariniyah : 1/663).
Lihatlah bahwa Imam Ibnu Utsaimin dengan terang-terangan menyebut presiden dalam republik adalah imamul a’dzom atau kata lainnya Ulil Amri bagi rakyatnya. Dan beliau mengetahui dengan detail apa itu republik karena beliau hidup di masa kita hidup.
Diantara ulama ahlis sunnah wal jama’ah yang dengan terang-terangan menyebut presiden Indonesia adalah Ulil Amri yang sah ialah Syaikh Prof. DR. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili (mufti masjid Nabawi kota Madinah)
Referensi: https://bimbinganislam.com/syarat-ulil-amri-dan-mengenai-u…/

MUTIARA HIKMAH ULAMA SALAF Harus Ada Prioritas Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata Sesungguhnya berhukum dengan syariat penegakan hudud tegaknya Daulah Islamiyah menjauhi hal hal yang diharamkan serta melakukan kewajiban kewajiban sya

❄ MUTIARA HIKMAH ULAMA SALAF
? Harus Ada Prioritas
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata: "Sesungguhnya berhukum dengan syariat, penegakan hudud, tegaknya Daulah Islamiyah, menjauhi hal-hal yang diharamkan serta melakukan kewajiban-kewajiban (syariat) ini semua adalah hak-hak tauhid dan penyempurna atasnya. Sedangkan ia merupakan cabang (pengikut) dari tauhid. Bagaimana mungkin lebih memperhatikan cabangnya sementara pokoknya justru diabaikan?" [Lihat Manhaj Al-Anbiya’ fi Ad-Da’wah ila Allah, fiihil Hikmah wal Aql, hal. 11]
?️ Memperbaiki Diri
Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: "Hendaknya kamu disibukkan dengan memperbaiki dirimu, janganlah kamu sibuk membicarakan orang lain. Barang siapa yang senantiasa disibukkan dengan membicarakan orang lain maka sungguh dia telah terpedaya." [Lihat Ar-Risalah Al-Mughniyah, hal. 38]
?️ Tanda Kebinasaan
Al-Hasan rahimahullah mengatakan: "Salah satu tanda bahwa Allah mulai berpaling dari seorang hamba adalah tatkala dijadikan dia tersibukkan dalam hal-hal yang tidak penting bagi dirinya." [Lihat Ar-Risalah Al-Mughniyah, hal. 62]
?️ Tidak Berhukum Dengan Hukum Allah
Imam Ibnul Jauzi berkata: "Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah karena menentang hukum itu dalam keadaan dia mengetahui bahwa Allah telah menurunkannya sebagaimana halnya keadaan kaum Yahudi, maka dia adalah kafir. Adapun barang siapa yang tidak berhukum dengannya karena kecondongan hawa nafsunya tanpa ada sikap penentangan -terhadap hukum Allah, pent- maka dia adalah orang yang zalim lagi fasik." [Lihat Zaadul Masir, hal. 386]
Ibnul Qoyyim berkata: "Sesungguhnya berhukum dengan selain hukum yang diturunkan Allah mencakup dua jenis kekafiran: ashghar dan akbar, tergantung keadaan orang yang mengambil keputusan hukum. Apabila dia meyakini bahwa dia wajib menerapkan hukum Allah atas kejadian ini namun dia berpaling darinya karena maksiat dan di saat yang sama dia mengakui bahwa dirinya layak untuk menerima hukuman maka ini adalah kufur ashghar.
Namun, apabila dia meyakini bahwa hal itu tidak wajib, atau dia bebas (untuk mengikutinya atau tidak), sementara dia yakin bahwa itu adalah hukum Allah, maka ini adalah kufur akbar. Adapun apabila dia tidak tahu atau tersalah, maka orang ini terhitung sebagai pelaku kekeliruan (yang tidak disengaja) sehingga baginya berlaku hukum orang yang tak sengaja berbuat kesalahan." [Lihat Adh-Dhau’ Al-Munir ‘ala At-Tafsir, 2/400]
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
? Sumber: https://terjemahkitabsalaf.wordpress.com/menu-nasihat/
----------••♛♛♛••----------
? Permata Sunnah
? http://telegram.me/PermataSunnah
? http://kontakk.com/@permatasunnah
? http://permatasunnah.com
? Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

Kyai penyesat ummat Repost sunnahreminders Sebagian Kafir Qurayspun menganggap Al Qur an adalah Dongeng Belaka

Kyai penyesat ummat.
Repost @sunnahreminders
.
Sebagian Kafir Qurayspun menganggap Al-Qur'an adalah Dongeng Belaka.
.
Ketika al-Qur’ân diturunkan, suku Quraisy berada di puncak balaghah dan kefasihah dalam membuat kalimat, banyak orang-orang cerdas di kalangan mereka, memiliki lidah yang lancar, dan bakat yang hebat. Bahkan sebagian mereka menduga bahwa mereka bisa membuat kalimat seperti al-Qur’ân, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla :
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
.
Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al Qur’ân) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala”. [al-Anfâl/8: 31]
.
Oleh karena itu tantangan tersebut adalah pantas terhadap mereka. Bahkan tantangan Allâh Azza wa Jalla turun beberapa kali kepada mereka. Ini semua membuktikan kebenaran al-Qur’ân yang datang dari sisi Allâh yang Maha Agung. Allâh Azza wa Jalla berfirman :
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ﴿٣٣﴾فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ
.
Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman.
Kalau demikian, hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal al-Qur’ân itu jika mereka orang-orang yang benar. [ath-Thûr/52: 33-34]
.
.
.
Read more https://almanhaj.or.id/3827-tantangan-al-quran.html
.
Padahal Apa yg ada di Al-Qur'an itu sesuatu yg Harus di Imani Bukan Di Khayal... Karena di Al-Qur'an banyak perkara Ghoib yg akal kita tidak sampai untuk memikirkannya.
.
Semoga Ana dan Bapak Said Aqil serta kita semua Allah beri Taufiq dan HidyahNya. aamiin
.
#jangansalahhijrah
#jangansalahpilihguru