Belajar dari kekalahan di pilkada DKI kini koalisi partai pendukung pemerintah menerapkan strategi baru untuk membendung kekuatan koalisi oposisi strategi yang disebut dengan istilah memecah ombak

Belajar dari kekalahan di pilkada DKI kini koalisi partai pendukung pemerintah menerapkan strategi baru untuk membendung kekuatan koalisi oposisi, strategi yang disebut dengan istilah memecah ombak.
Di Sumut ada Golkar dan Nasdem yang merapat ke koalisi Gerindra-PKS-PAN untuk mendukung Edi Rahmayadi, merapatnya kedua partai ini sedikitnya bisa meredam isu SARA yang selama ini selalu dihembuskan para koalisi partai opisisi.
Di Jabar ada Dedi Mizwar dan Dedi Mulyadi yang berpasangan. Dedi Mizwar yang sebelumnya ditinggal PKS kemudian dirangkul Dedi Mulyadi yang sadar bahwa kesan religius Dedi Mizwar merupakan gambaran masyarakat Jabar yang agamis. Melalui partai Golkar yang merupakan pendukung pemerintah dan Demokrat yang akhir akhir ini dekat dengan pemerintah kedua pasangan ini diharapkan mampu mengambil suara Jabar yang religius tanpa harus menyeret nyeret isu SARA dalam kampanyenya.
Setidaknya isu SARA yang akan dihembuskan koalisi partai oposisi di Jabar bisa diredam.
Sejatinya proses demokrasi semacam pilkada dan pilpres bukan semata memenangkan pasangan tertentu, tapi yang lebih penting adalah mengupayakan pendidikan pilitik yang sehat bagi rakyat, sehingga rakyat pemilih mampu menentukan pilihannya dengan cerdas tanpa adanya intimidasi, fitnah dan hoax. Rakyat memilih berdasarkan kualifikasi integritas, kredibilitas, program yang diusung, dan kinerja bukan semata mata hanya pertimbangan SARA, walaupun pertimbangan SARA dalam batas batas tertentu sangatlah wajar.
Jika seorang muslim tetap bersikukuh menjadikan agama sebagai pertimbangan utama dalam memilih pemimpin harus diingat pula bahwa nilai nilai keIslaman seorang pemimpin tidak bisa hanya dilihat dari tampilan, baju yang dipakai, gaya bahasa atau dari partai mana dia diusung. Baju keagamaan menjadi percuma jika integritas, kredibilitas, dan kinerjanya loyo. Partai keagamaan dengan segudang jargon jargon sucinya menjadi kosong makna jika para elitenya hanya mengejar kekuasaan dan uang. Lantas apa yang diharapkan dari pemimpin yang hanya mengandalkan baju agama, sementara permasalahan negeri ini dia abaikan.
Keislaman seseorang tidak perlu diumbar umbar, apalagi dengan menuduh pihak lain anti Islam hanya untuk menjatuhkan lawan politiknya. Keislaman seseorang juga bukan dilihat dari apa pilihan politiknya, kita tidak perlu khawatir akan adanya stigma anti Islam hanya karena kita memiliki pilihan politik yang berbeda.

PEMILU KEDEPAN NANTI JANGAN SAMPAI ADA E VOTING NEGARA INI BELUM SIAP UNTUK ITU DAN LEBIH JAUH LAGI HAL SEPERTI ITU TIDAK SESUAI DENGAN PANCASILA DAN UUD 45

PEMILU KEDEPAN NANTI JANGAN SAMPAI ADA E-VOTING.. NEGARA INI BELUM SIAP UNTUK ITU DAN LEBIH JAUH LAGI HAL SEPERTI ITU TIDAK SESUAI DENGAN PANCASILA DAN UUD 45
KAMI MENOLAK RENCANA E-VOTING PADA PILLEG DAN PILPRES 2019..
Persiapan untuk pilpres 2019 sedang disusun oleh Mendagri dgn sistem E-voting..dan ini berpotensi penuh kecurangan..(contoh pada pemilihan langsung Pilgub DKI diputaran ke 2 kemarin lawan anies-sandi yaitu ahok-djarot tidak bisa berbuat curang)
Dahulu yang mereka mainkan adalah sistem Noken di Papua, dimana hak suara 300 orang dari sebuah suku bisa diwakilkan oleh kepala suku bersangkutan. Inilah kegoblokan KPU dimana sistem pemilihan model ini dianggap sah, padahal bertentangan dengan UU.
Berangkat dari sistem Noken, Jokowi dan PDIP jadi sangat diuntungkan. Kedepan sistem Noken ini tidak boleh dibiarkan, Lebih baik mereka tidak ikut mencoblos daripada merusak sistem pemilu yang telah diatur sedemikian rupa.
Melihat sistem pilgub DKI yg mulai rusak dan rubuhnya reputasi PDIP dan Jokowi, menjadi pertanda bahaya bagi mereka untuk melenggangkan kekuasaan Jokowi pada periode berikutnya.
Untuk itu, dipaksakanlah sistem pilpres E-voting pada tahun depan untuk mendulang suara melalui kecurangan demi kecurangan sistem IT yang telah mereka siapkan.
Jika sistem e-voting benar benar diterapkan maka sangat berbahaya bagi demokrasi kita, karena kita tidak bisa mendeteksi dan memproteksi pencurian suara melalu IT, lantaran SDM KPU dan tim sukses tidak secanggih warga etnis China yang ahli dibidang itu.
JIKA ADA WACANA ATAU RENCANA PEMILU DENGAN METODE E-VOTING .. MAKA KAMI MENOLAK RENCANA E-VOTING PADA PILEG & PILPRES MENDATANG! .. PEMILU HARUS JUJUR ADIL LANGSUNG UMUM BEBASDAN RAHASIA
https://m.detik.com/…/pro-kontra-e-voting-mendagri-keputusa…
Mari tolak wacana pileg dan pilres 2018 dan 2019 dgn sistem e-voting karena semua infrastuktur kita belum siap untuk mengarah ke sana.
Percayalah ini taktik pendukung penguasa yang disokong oleh komunitas IT mereka untuk melanggengkan kekuasaan jokowi yang mulai rapuh dan mulai runtuh.
Terlalu beresiko pemilihan dengan sistem E-voting tersebut, Soalnya rekap data dilaman website KPU saja mudah di bajak.
Dapat dipastikan tim ahli dan pakar IT termasuk sistem jaringan untuk e-voting PASTI DARI CHINA!
Ide untuk e-voting yang direncanakan dan akan diterapkan oleh penguasa sekarang adalah strategi licik untuk bisa berkuasa kembali setelah melihat sistem pemilihan langsung tidak dapat dirusak dengan cara curang.
ANDA BANTU MENJELASKAN INI KPD PUBLIK BERARTI ANDA TURUT SERTA MENGANTISIPASI KECURANGAN YANG AKAN DILAKUKAN PENGUASA
KALOPUN MAU MENGGANTI PRESIDEN MAKA GANTILAH PRESIDEN dengan sistem pemilihan langsung umum bebas dan rahasia, bukan dengan sistem e-voting yang sarat permainan dan kecurangan berbasis IT.

SALAH KPK Menangkap tikus tikus kantor di musim pilkada

SALAH KPK
Menangkap tikus-tikus kantor di musim pilkada
Musim ini mestinya tikus aman beraksi
KPK menangkap ada maunya, karena pesanan
Pegawai-pegawai dan kaum cukup terpelajar kecewa
KPK tak bisa lagi dipercaya..
KPK BENAR
Menangkap tikus-tikus kantor, bukan di musim pilkada
Kalau menangkap di musim ini pun boleh, asal bukan tokoh, jagoan kami
KPK BISA KENA JERAT
Pegawai kantor dan kaum cukup terpelajar baiklah melobi DPR, gunakan UU MD3 yang direvisi. 'tuk panggil paksa KPK. Tepuk tangan untuk DPR RI. Enyahlah KPK.
Postscript :
Ini prosa agak liris, ditulis sekenanya saja, di musim pilgub NTT yang tidak siap dengan kehadiran KPK. Banyak yang terkejut, makin liat dan keras tidak terima pahit realitas..
He, KPK, jangan kau tajamkan instingmu di musim pilkada! Ini NTT, Bung!

A PERSONAL STORY Pertengahan tahun 90 an saya aktif di sebuah LSM di Maumere

A PERSONAL STORY
Pertengahan tahun 90-an, saya aktif di sebuah LSM di Maumere. Di sini saya berinteraksi dengan aktivis dan tokoh LSM nasional. Berkat koneksi ini, saya ditawari beasiswa, belajar di L'Institute International des Droits de L'Homme di Strassbourg, Prancis..
Cerita berawal pada bulan Maret 1996, saat saya menghadiri pertemuan yang diselenggarakan UNDP di Sahid, Jakarta. Saya mewakili Forda Walhi NTT, dan memaparkan penelitian saya tentang dampak kebijakan hutan tutupan di Lodong/Runut, di timur Maumere. Saya semimbar dengan Tom Benal (tokoh suku Amungme) dan peneliti LIPI serta beberapa perwakilan dari negara Asia, di seminar yang dimoderasi seorang Guru Besar dari India--kalau tidak keliru ingat.
Seorang wanita cantik suku Batak menawarkan kalau saya mau ikut program beasiswa yang disponsori Frederich Neumann Stiftung. Saya iyakan, lalu diantar ke kantor INFID untuk bertemu Asmara Nababan--Sekjen Komnas HAM ketika itu.
"Bah, kukira Flores sudah tenggelam," kata Asmara setelah tahu saya dari Flores.
"Kenapa Flores tenggelam, Pak?"
"Iyalah! Si...turun dari pesawat, kalian tandu. Seolah dia tidak punya kaki".
Saya terkekeh. Tak mau kalah digertak orang Batak.
Hari berikutnya saya dipertemukan dengan direktur FNS, Vincent Graichan. Saya diwawancara dengan format diskusi. Topiknya politik dan HAM. Diskusi diawali dengan bahasa Indonesia beberapa menit, kemudian sekitar 10 menit dalam bahasa Inggris, dan selanjutnya berbahasa Prancis. Vincent kemudian menelpon sekertarisnya dan bilang saya eligible atau memenuhi syarat, dan agar diproses. Bahasa pengantar di institut HAM adalah Inggris, Prancis, Spanyol dan Arab.
Kembali ke Flores, saya berubah pikiran. Beberapa kali FNS kirim telegram, bahkan hingga setelah saya putuskan resign dari LSM tadi. Saya suka bicara dan diskusi politik, tapi tidak mau terlibat dalam aktivisme politik praktis. Naif? Mungkin. Menoleh ke belakang dan melihat diri sekarang, saya mensyukuri keputusan saya itu. Tiada jaminan aktivisme saya akan diwarnai kesadaran (meskipun paham kredo bahwa memperjuangkan perubahan harus terlibat di dalam, dari dalam. Berarti perlu pangggung, harus ada kursi)
Awal tahun 2000 beberapa petinggi partai berbeda, menawarkan saya untuk bergabung dengan mereka.. Saya menolak dengan alasan saya tidak punya bakat politik. Walau saya suka omong politik.
Saya bisa melayani masyarakat tanpa mesti jadi politisi. Biarlah kursi politik diperuntukan bagi mereka yang sungguh berbakat.
Saya

MASIH RAMAI YANG KELIRU DAN TIDAK MEMAHAMI

MASIH RAMAI YANG KELIRU DAN TIDAK MEMAHAMI
PENJAWAT AWAM bukan bekerja untuk parti dan gaji yang mereka terima bukan dari duit parti UMNO. Gaji PENJAWAT AWAM DAN BONUS dibayar daripada hasil negara.
PENJAWAT AWAM bukan bekerja dengan syarikat kepunyaan parti politik. Tidak cerdik menuduh mereka pembelot jika menyokong pembangkang, apatahlagi meminta mereka berhenti.
Pembelot sebenar ialah pemimpin yang mengkhianati amanah rakyat dengan rasuah, menyalah guna kuasa dan mengamalkan kronisme.
kalau mcm tu sapa yg sokong pembangkang (umno) di Penang,Selangor dan Kelantan sila letak jawatan sebab anda tak sokong kerajaan negeri....
Negara ni negara demokrasi..terpulanglah deme nak sokong parti mana.....yg penting kerja.

Saya bodoh saya simpan dia bodoh dia tunjuk

-Saya bodoh saya simpan, dia bodoh dia tunjuk-
Saya sebenarnya sudah tidak berminat untuk mengulas sesuatu isu yang timbul dan tidak berminat untuk berbalah di laman ini. Cuma bila melampau saya rasa ingin berbicara walaupun saya ini hanya orang bodoh.
Saya lihat semakin melampau ustaz yang kononya 'Pakar Hadith' itu menfitnah. Menghentam orang di statusnya tanpa ada sikap 'Tabayyun'. Dia selalu canang bahawa kita perlu tabayyun. Walhal dia sendiri menyebarkan fitnah.
Selalu saja ingin cepat mengulas dan menjadi hero di facebook dengan merujuk sumber yang salah dan fitnah. Kononnya supaya ingin orang lihat "Akulah yang paling prihatin kepada Ummah", Sedangkan kerjanya hanya update status di FB, mencari followers dan "LIKE" sahaja.
Ulama' tersebut pergi ke sana atas tujuan usaha untuk membawa suara Ummah Syiria. Ulama' itu tidak bodoh pergi semata-mata untuk berbaik dan menyokong Syiah yang membunuh Sunni di Syria. Mungkin dia ke sana sekadar mengambil ruang menyampaikan mesej dan usaha mencari jalan penyelesaian.
Sedangkan saya tidak nampak apa-apa usaha "Dr itu" untuk ummah di Syiria. Yang saya lihat Dr itu hanya sekadar jadi jaguhan berbalah di FB saja. Padan buang masa begitu sahaja.

Dia Maha Menilai setiap detik hidup kita dengan pahala atau dosa untuk diberi balasan dengan nikmat kelazatan kepada sesiapa hambaNya yang banyak berbuat kebaikan diatas muka bumi ini atau dengan azab sengsara kepada sesiapa hambaNya yang banyak berbuat k

Dia Maha Menilai setiap detik hidup kita dengan pahala atau dosa untuk diberi balasan dengan nikmat kelazatan kepada sesiapa hambaNya yang banyak berbuat kebaikan diatas muka bumi ini atau dengan azab sengsara kepada sesiapa hambaNya yang banyak berbuat kesalahan dan kejahatan disepanjang hidup diatas muka bumi ini.
Lantaran terdorong ia berbuat baik kerana kecintaannya kepada Allah dan terhalang dari berbuat salah dan kejahataan kerana rasa gerun dan takutnya terhadap Allah dengan setakut-takutnya.
Pengerusi Eksekutif GISBH, Tuan Rasidi rasmi kenderaan baru GISBH.

KENYATAAN AKHBAR oleh YB Dato Seri Tengku Adnan Assalamualaikum wbt Isu berkaitan UMNO yang kononnya sebuah pertubuhan politik haram dan tidak sah masih terus terusan dimainkan dan tular dalam media sosial walhal perkara terbabit adalah tidak benar

KENYATAAN AKHBAR
oleh YB Dato Seri Tengku Adnan
Assalamualaikum wbt
Isu berkaitan UMNO yang kononnya sebuah pertubuhan politik haram dan tidak sah masih terus-terusan dimainkan dan tular dalam media sosial walhal perkara terbabit adalah tidak benar. Biarpun penerangan dan penjelasan telah diberikan berlandaskan fakta dan bukti sahih dengan pengesahan dari Pendaftar Pertubuhan (ROS), namun ia ditolak ketepi begitu sahaja.
Ternyata inilah tindakan tidak bertanggungjawab segelintir pihak yang sengaja mahu menimbulkan kekeliruan di kalangan rakyat agar UMNO ditolak, memburukkan Barisan Nasional (BN) dan nama pemimpinnya turut terpalit busuk menjelangnya Pilihan Raya Umum ke-14 ini.
Cubaan demi cubaan mereka untuk menjatuhkan UMNO dan BN dibuat dalam pelbagai cara. Sebelum ini mereka melakukan pelbagai tuduhan berkaitan ekonomi negara, membuat serangan peribadi terhadap pemimpin BN, menafikan macam-macam bantuan kerajaan dan macam-macam lagi fitnah tetapi semuanya gagal, maka kali ini mereka cuba pula mengelirukan orang ramai dengan tohmahan ‘UMNO pertubuhan haram’.
Ini semua adalah permainan politik dangkal mereka yang gagal memenangi hati rakyat sehinggakan menggunakan taktik kotor dan melontarkan fitnah sedemikian. Walaupun penjelasan telah dibuat dan beberapa kenyataan media telah dilakukan namun nampaknya mereka ini sengaja mahu mewujudkan kesangsian agar persepsi UMNO pertubuhan tidak sah dipercayai masyarakat keseluruhannya. Mereka ini semakin terdesak lantaran tarikh untuk pilihan raya amat dekat. Mereka gagal untuk menyaingi keupayaan UMNO dan kecemerlangan BN dalam mendahulukan rakyat lantas taktik kotor diaplikasi dengan cubaan memburukkan UMNO dan BN sendiri.
UMNO adalah pertubuhan politik yang sah, satu-satunya parti siasah yang mendukung perjuangan kebangsaan untuk agama, bangsa dan negara. UMNO mempunyai Perlembagaan dan patuh pada peraturan yang ada. Soal penanguhan pemilihan yang dilakukan juga adalah atas kebenaran dari ROS yang dilakukan oleh UMNO.
Saya minta mana-mana pihak, sudah-sudahlah lontarkan fitnah. Berpolitiklah secara matang sebagaimana insan bertamadun yang tahu antara mana yang salah dan mana yang benar. UMNO bersama BN untuk melaksanakan janji-janji kepada rakyat tidak akan sesekali sengaja melakukan onar yang natijahnya memberi kesan kepada perjuangan untuk agama, bangsa dan negara. Ayuh, ‘Hebatkan Negaraku’ bersama BN untuk PRU-14.
Terima kasih
YB DATO SERI TENGKU ADNAN
SETIAUSAHA AGONG UMNO

Segala kekayaan malaya itu adalah hasil dari bumi sabah sarawak ingat itu jadi apa yg di beri oleh kerajaan sekarang ini juga adalah hak milik kita orang borneo bukannya kerajaan malaya sekarang fikir fikirkanlah kamu urang kita orang borneo ada hak menun

Segala kekayaan malaya itu adalah hasil dari bumi sabah sarawak..ingat itu,jadi apa yg di beri oleh kerajaan sekarang ini juga adalah hak milik kita orang borneo..bukannya kerajaan malaya sekarang..fikir fikirkanlah kamu urang..kita orang borneo ada hak menuntut apa yg menjadi milik kita..ingat bantuan e kasih itu kerajaan yg punya kah? Ingat BRIM itu kerajaan yg punya kah?sory bro itu semua hasil titik peluh rakyat,kita ada hak untuk mendapatkannya,jgn dapat bantuan sikit sda hilang waras..

Alhamdulillah sewaktu belajar di Iowa State University pelbagai peristiwa dan pengalaman menarik yang dialami sepanjang melakukan kajian Master

Alhamdulillah, sewaktu belajar di Iowa State University, pelbagai peristiwa dan pengalaman menarik yang dialami sepanjang melakukan kajian Master. Malah, supervisor saya juga turut mencadangkan agar saya berkongsi pengalaman dan ilmu tersebut.
Dan Alhamdulillah, di Malaysia sudah ada medium yang disediakan untuk cadangan tersebut.
Sudah lama ingin bertemu Tuan Mohd Faizal. Di PBAKL bulan lepas pun tidak sempat bertemu.
Tetapi Allah pertemukan jua kami hari ini. Baru bertemu sebentar, pelbagai perkara menarik yang dikongsikan oleh beliau.
Berkesempatan menghabiskan 3 bab pertama buku Sains-lah 2. Menarik kandungan dan isi cerita yang dibawa. Rugi jika tidak memilikinya.
Moga medium ini berjaya menarik ramai lagi minat anak muda dan pelajar ke bidang Sains seperti yang disasarkan oleh Tuan Faizal.
See Translation