Bacaan Penghilang Kesempitan Ibnu Mukhtar Segala puji hanyalah milik Allah Shalawat dan salam untuk Rasulullah Amma ba du Saudaraku seislam yang saya cintai semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah shalla

*Bacaan Penghilang Kesempitan*
✒️ Ibnu Mukhtar
Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!
Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah ~shallallahu 'alaihi wa sallama ~ berikut :
Dari Ibnu Abbas ~radhiyallahu 'anhuma ~, dari Nabi ~shallallahu 'alaihi wa sallama ~ : كلمات الفرج (Ucapan di saat mendapatkan kesulitan, kesempitan dan kesedihan agar Allah memberikan kelapangan dan jalan keluar darinya) adalah :
لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
laa ilaaha illallaahul haliimul kariim(u), laa ilaaha illallaahul 'aliyyul 'azhiim(u), laa ilaaha illallaahu rabbus-samaawaatis-sab'i wa rabbul 'arsyil 'azhiim(i)
Artinya :
Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Rabb pemilik tujuh langit dan Rabb pemilik 'Arsy yang besar.
[HR. Ibnu Abid Dunya fil Faraji ba'da Syiddah hal. 13-14, al-Khara-ithi dalam Makarimul Akhlaq hal. 88 dishahihkan oleh Syaikh Al Albani ~rahimahullahu~dalam Ash-Shahihah no. 2045 dan Shahih al-Jaami' no. 4571, Maktabah Syamilah]
Demikian dapat disampaikan.
Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad
___ ??? ___
? *Kumpulan Hadits-hadits Pilihan*

Beberapa nasehat dari Cak Lontong Berhentilah menuntut ilmu karena ilmu tidak bersalah

Beberapa nasehat dari Cak Lontong
Berhentilah menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah.
Jangan membalas Budi karena belum tentu Budi yang melakukannya.
Jangan mangarungi lautan, karena karung lebih cocok untuk beras.
Berhenti juga menimba ilmu, karena ilmu tidak ada di dalam sumur.
Yang paling penting, jangan lupa daratan, karena kalau lupa daratan akan tinggal di mana?
Jangan ngurusin orang karena belum tentu orang itu pengen kurus.
Jangan bangga menjadi atasan, karena di Tanah Abang atasan 10 rb dapat 3.
***
Catatan:
[ • Tulisan ini menyebar di grup WhatsApp • ]

Ijtima Ulama Kedua PAS adalah Pilihan Terbaik

Ijtima’ Ulama Kedua: PAS adalah Pilihan Terbaik
By Asyari Usman
Setelah pembeberan jujur Prof Mahfud MD di ILC, 14 Agustus 2018, tentang jegal-menjegal untuk merebut posisi cawapres, agenda politik berikutnya yang tak kalah menarik adalah ijtima’ ulama (IU) jilid dua yang akan diselenggarakan tak lama lagi. Atau, mungkin juga sedang berlangsung.
Para ulama dari GNPF Ulama dan PA 212 akan memutuskan apakah mendukung salah satu paslon presiden 2019. Kalau para ulama yang berkumpul itu membuat keputusan yang tak sejalan dengan suara rakyat, sangat mungkin itu akan merugikan para ulama sendiri.
Beberapa hari lalu, seorang ulama mengucapkan kemungkinan untuk bersikap abstain atau tak memihak di pilpres 2019. Umat dipersilakan memilih tanpa arahan. Opsi ini tampak netral, tetapi berpotensi negatif bagi para ulama.
Berikut ini saya simulasikan opsi-opsi IU-2 yang menggambarkan beberap kemungkinan. Dari sekian kemungkinan, hanya satu yang terbaik bagi para ulama. Di luar itu, kartu mati semua.
1. Ulama memilih PAS. Opsi inilah yang paling tepat dan terbaik. Kalau PAS kalah tak masalah. Kalau PAS menang, ulama akan semakin diperhitungkan.
2. Ulama abstain, tidak mendukung paslon mana pun. Ulama mungkin merasa netral. Yang menjadi masalah, kalau nanti Jokowi menang, pasti publik akan menyalahkan ulama. Dalam arti, gara-gara netralitas itulah Jokowi menang. Beruntung kalau PAS (Prabowo-Sandi) menang, posisi netral ulama mungkin tidak menjadi pembahasan.
3. Ulama pilih KORUF (Jokowi-Ma’ruf Amin), hampir mustahil. Apalagi setelah Prof MMD blak-blakan di ILC (14/8/2018) tentang hiruk-pikuk cawapresnya Jokowi. Kalau ulama akhirnya pilih KORUF dengan melawan kemustahilan itu, tentu sangat jelas bagi rakyat. Semua orang tahu makna, tujuan, dan dampaknya.
4. Ulama memilih hanya Kiyai Ma’ruf Amin (KMA), bukan memilih Jokowi, dengan alasan karena beliau ulama. Artinya, ijtima’ berkilah bahwa KMA akan memberikan manfaat dan mengurangi mudarat. Yang menjadi masalah adalah memilih KMA berarti memilih Jokowi juga. Otomatis. Tak berbeda dengan opsi kedua. Opsi mustahil. Sebab, rakyat menghendaki pergantian presiden.
Inilah empat (4) opsi ijtima’ ulama GNPF-U. Dari keempat pilihan ini, opsi pertamalah (Opsi 1) yang paling elegan, tepat, dan terbaik. Opsi-opsi lain akan menciptakan suasana yang kontraproduktif. Akan menyuburkan prasangka-prasangka buruk.
Jadi, saya berpendapat ijtima’ ulama jilid dua tidak punya pilihan lain kecuali mendukung dan menyukseskan pasangan Prabowo-Sandi (PAS).
Opsi pertama disebut terbaik tentunya karena selaras dengan suara rakyat yang menuntut pemulihan kedaulatan bangsa dan negara. Desakan rakyat yang menuntut perbaikan ekonomi dan pengembalian hak-hak orang kecil. Yang menuntut pemberantasan korupsi dan penghentian penjarahan kekayaan rakyat. Yang menuntut penegakan hukum dan keadilan.
(Penulis adalah wartawan senior)

ABANG LONG FADHIL MANTAN GANGSTER SINGAPURA YANG TOBAT SETELAH MIMPI KIAMAT Hidayah bisa datang kapan saja dan pada siapa saja

ABANG LONG FADHIL,
MANTAN GANGSTER SINGAPURA
YANG TOBAT SETELAH MIMPI KIAMAT !!!!
? Hidayah bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Seperti halnya seperti dialami pria yang kini akrab disapa Abang Long Fadhil.
Fadhil dikenal sebagai salah satu gangster tersadis di Singapura. Sejak usia 12 tahun, pria yang memiliki tato di wajah ini sudah merasakan dinginnya lantai penjara.
Ia juga pernah terlibat banyak perkelahian antar gangster. Beberapa kali ia pernah ditikam dan sebaliknya, melukai lawan tanpa ampun. Keluar masuk penjara sudah menjadi langganannya.
Hingga sampai suatu hari, ia bermimpi tentang hari kiamat. Pada salah satu siaran televisi yang mewawancarainya, Fadhil mengaku saat itu ia sangat ketakutan.
''Dulu saya bergabung dengan banyak gangster, makan babi dan mengutuk Allah. Sejak mimpi itu saya takut dengan datangnya hari kiamat,'' kata Fadhil.
Kini kisah tobatnya mantan gangster ini, banyak menjadi perbincangan di kalangan netizen. Dilansir thevocket, kehidupan Fadhil bahkan dibuatkan film dengan judul 'Abang Long Fadhil' dengan pelakon Zizan Razak.
Fadhil sudah berubah dari penghuni jalanan, menjadi penyiar agama dari Masjid ke Masjid. Ia juga sering diundang menjadi pembicara dan motivator bagi anak-anak muda. (Jawapos.com)
? KISAH GENGSTER GANAS TOBAT, 8 BULAN BELAJAR AL-FATIHAH
"Penghijrahan saya untuk menyelamatkan ibu dan ayah di akhirat kelak," kata Fadil.
Senin, 13 Juni 2016
Tak mudah bagi seorang anggota gangster seperti Muhd Fadhil Husin untuk bertobat. Meski demikian, dia tetap membulatkan tekad untuk mempelajari Islam. Tak mau balik ke dunia hitam.
Pemuda kelahiran Singapura yang terkenal dengan tato di wajah ini berkisah bagaimana perjuangannya belajar Islam. Untuk belajar surat Al Fatihah saja, dia butuh delapan bulan.
“Bayangkan untuk membaca surah Al Fatihah saja, saya perlu waktu delapan bulan dan ketika menunaikan sholat, saya hanya berniat membaca Al Fatihah,” kata Fadil, dikutip Dream dari laman Harian Metro, Jumat 10 Juni 2016.
Menurut Fadil, proses hijrah ini berkat doa sang ibu. Dengan doa itu, dia merasa mendapatkan energi untuk meninggalkan dunia kelam selama menjadi gangster.
“Ternyata kata-kata ibu doa buat saya. Ketika itu dia memberitahu saya keluarlah kalau perkara itu baik dan jangan kembali,” tutur dia.
Oleh karena itulah, Fadil selalu mendoakan ibu dan bapaknya di akhirat kelaj. “Selain untuk diri sendiri, penghijrahan saya untuk menyelamatkan ibu dan ayah di akhirat kelak,” ujar dia. (Dream.co.id)
Jika dirasa bermanfaat, boleh dishare !

INILAHCOM Jakarta Pernyataan mengejutkan kembali datang dari salah satu anggota tim pemenangan Jokowi JK

INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan mengejutkan kembali datang dari salah satu anggota tim pemenangan Jokowi-JK. Kali ini dari Musdah Mulia.
Musdah mengatakan, pihaknya menjanjikan akan menghapus semua regulasi yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM). Salah satu yang akan dihapus adalah Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.
"Peraturan soal pendirian rumah ibadah itu akan dihapus. Aturannya menyulitkan kaum minoritas," ujar Musdah seperti dikutip kompas.com dalam diskusi Masa Depan Kebebasan Beragama dan Kelompok Minor di Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2014).
Menurutnya, ada klausul peraturan yang menyebutkan "dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang". Tidak mudah mengumpulkan tanda tangan 60 orang untuk mendapatkan izin pendirian rumah ibadah, apalagi jika yang diminta tanda tangan adalah warga yang agamanya berbeda dengan pihak yang akan mendirikan rumah ibadah.
Pernyataan itu berpotensi menyulut protes dari kelompok Islam di Indonesia. Sebelumnya Ketua Tim Hukum dan Advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla Trimedya Pandjaitan mengatakan jika kelak tokoh jagoannya menang dalam Pilpres tidak akan mendukung pemberlakukan perda yang beraroma syariat Islam.
Bagi Trimedya, Perda Syariat Islam bertentangan dengan Pancasila. "Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final," kata Trimedya di Kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Trimedya mengatakan, Perda berbasis syariat Islam ini bisa mengganggu kemajemukan NKRI. Menurut dia, Perda Syariat dapat menciptaan pengotak-kotakan di dalam masyarakat.
"Ke depan kami berharap Perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat," terang Trimedya. [rok]

REPUBLIKA CO ID JAKARTA Perilaku dan pernyataan kubu Jokowi JK soal aksi intelijen terhadap masjid masjid penghapusan kolom agama di KTP penghapusan perda syariah termasuk kasus Gallery of Rogue Wimar telah mengusik ketenangan umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -Perilaku dan pernyataan kubu Jokowi-JK soal aksi intelijen terhadap masjid-masjid, penghapusan kolom agama di KTP, penghapusan perda syariah termasuk kasus Gallery of Rogue Wimar telah mengusik ketenangan umat Islam.
''Umat Muslim yang jumlahnya mayoritas di Indonesia merasa terusik dan tersakiti. Harusnya mereka lebih hati-hati dengan isu ini. Ini sangat sensitif,'' kata Pengamat politik Pusat Kajian Politik Islam dan Pancasila, Yudha Firmansyah.
Menurut dia, perilaku dan pernyataan tersebut seolah membenarkan isu negatif yang beredar di media selama ini. Masyarakat seperti menemukan kebenaran tentang isu Jokowi yang mengambil jarak dengan Islam.
''Padahal mereka berusaha menentang habis-habisan isu itu. Isu Jokowi anti-Islam, gak komit dengan keislaman. Tapi kok seperti dibenarkan sendiri dengan perilaku mereka,'' ujarnya.

Adakah Jalan Ketiga Untuk bergerak setidaknya kita dihadapkan pada dua pilihan politik kelas atau politik identitas

[Adakah Jalan Ketiga?]
Untuk bergerak, setidaknya kita dihadapkan pada dua pilihan: politik kelas atau politik identitas. Dalam Hubungan Internasional, keduanya mirip teori yang saling berhadapan: kosmopolitanisme vis-a-vis komunitarianisme.
Jika yang pertama tidak mensyaratkan mutlak adanya batas teritorial, maka pada yang kedua justru batas itu menjadi prasyarat yang harus dipenuhi.
Tapi jika disuruh memilih, maka saya lebih memilih politik kelas sebagai landasan gerak. Artinya, internasionalisme menjadi tujuan penting, jika bukan utama, dari politik ini. Apakah berarti tidak diperlukan adanya identitas? Dalam filsafat pun identitas masih bisa diperdebatkan: entah itu masuk dalam ranah individu atau kolektif. Tapi, yang jelas, identitas akan selalu ada dalam keduanya --atau 'kualitas primer' dalam bahasa Galilean.
Maka, di mana posisi kelas dalam identitas? Apakah adanya kelas menghapus identitas yang sudah melekat? Sebetulnya jika diteliti lagi, politik kelas bukan berarti menghapus identitas. Mana mungkin ras, suku, atau agama dihapuskan dalam individu atau kolektif? Jika pun bisa, artinya ada pemaksaan di dalamnya. Dalam skala lebih luas bisa disebut genosida. Tapi tidak, politik kelas tidak mengarah ke sana.
Sedikit mundur ke belakang, saat Sarekat Islam (SI) didirikan, semangatnya memang untuk melawan hegemoni pedagang Tionghoa yang memiliki kasta di atas pedagang pribumi berdasarkan pembagian pemerintah Hindia Belanda. Tidak bisa dipungkiri anggota SI saat itu direkatkan oleh identitas agama. Dalam kondisi saat itu, posisi pedagang pribumi --khususnya di Jawa-- mayoritas beragama Islam yang kondisinya (di)marjinal(kan). Artinya, ada irisan di sana antara kelas pedagang pribumi dengan identitas agamanya.
Maka, saya sepakat dengan Kuntowijoyo, harus ada ilmu sosial profetik yang menjadi paradigma umat dalam menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin.
Mungkinkah ini bisa menjadi jalan ketiga?

SAYA HANYA BISA MENGHELA NAFAS PANJANG SERAYA BERTANYA APAKAH SAYA BISA MELAKSANAKAN DENGAN BAIK TANGGUNG JAWAB INI

SAYA HANYA BISA MENGHELA NAFAS PANJANG, SERAYA BERTANYA: APAKAH SAYA BISA MELAKSANAKAN DENGAN BAIK TANGGUNG JAWAB INI. SELEBIHNYA SAYA HANYA TAHU DENGAN MIMPI SAMBIL USAHA BEKERJA KERAS....
Ya, pada Selasa 31 Januari 2017, atas dukungan teman-teman dan suport dari berbagai pihak akhirnya acara SEMINAR MEMBANGUN JEJARING & PELANTIKAN PENGURUS FORUM TAMAN BACAAN MASYARAKAT [FTBM] BANYUMAS selesai dilakukan.
Saya tidak bisa menyangka bisa menghadirkan LIMA DINAS di Kabupaten Banyumas, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masayarakat dan Desa, Dinporabudpar, Dinas Arsip dan Perpustakaan, dan Bappedalitbang.
Bahkan tempatnya bis di OJK Purwokerto yang sangat megah bagi saya. Sungguh,semua diberi kemudahan atas petunjuk-Nya.
Dan dalam acara tersebut, dengan tugas baru saya dimanati untuk memimpin FORUM TAMAN BACAAN MASYARAKAT [FTBM} BANYUMAS masa kepengurusan 2017 - 2022. Yang dilantik langsung oleh Mas Triyono [Ketua PW FTBM Jawa Tengah].
Semoga ini menjadi amanat yang bisa saya lakukan dengan baik dalam upaya untuk MEMAJUKAN LITERASI DI BANYUMAS. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banyumas melalui bidang literasi.
Rasanya kadang saya merasa aneh, setelah hampir empat tahun mengelola WADAS KELIR dengan keringat dan kerja lelah yang memprihatinkan, saat saya ingin rehat dan terus memimpin wadas kelir, justru tanggung jawab lebih besar berdatangan untukmenyita tenaga dan energi sya.
Ya, semuanya memberikan kebaikan.Sebab, yang terbaik bagi saya adalah bisa menyaksikan masyarakat yang berpendidikan tinggi.
Semoga WADAS KELIT BISA UNTUK TANAH AIR.

Berikut syarat syarat mengikuti diskusi Kekuatan Bercerita Chicken soup for the soul

Berikut syarat-syarat mengikuti diskusi "Kekuatan Bercerita" (Chicken soup for the soul) :
1. Muslimah (Buat Om-om dan Mas-mas, nggak usah maksain diri dengan menggunakan nama istinya.)
2. Bukan kelas fiksi (akan belajar menceritakan pengalaman pribadi dengan apik, bukan fiktif)
3. Peserta dari segala usia tanpa terkecuali, selama masih mampu mengikuti aturan dan konsekuensi grup.
4. Akan ada PR (Bagi yang dalam waktu dekat ada tugas-tugas penting, sebaiknya perlu dipertimbangkan untuk bergabung)
5. Admin berlaku sebagai moderator dan fasilitator materi, bukan mentor umum apalagi mentor khusus.
6. Grup bersifat temporary. Begitu diskusi selesai, grup dibubarkan secara sepihak oleh Admin.
7. Grup diskusi akan berlangsung selama 10-15 hari.
8. Berpartisipasi aktif selama bergabung di dalam grup
9. Bersikap santun dan menjaga norma, etika serta agama.
Note : Tautan grup akan dibagikan di akun Facebook saya pada hari Selasa 3 Juli 2018 pukul 19.30 WIB. Diskusi akan dimulai hari Rabu dan seterusnya.

Aroma Dikotomi Dibalik Rilis 200 Mubalig Oleh Hasni Tagili Kementerian Agama merilis daftar berisikan 200 nama yang bisa dirujuk untuk membantu masyarakat mencari ulama atau mubalig yang akan diundang mengisi pengajian atau tausiah Cnnindonesia

Aroma Dikotomi Dibalik Rilis 200 Mubalig
Oleh: Hasni Tagili
Kementerian Agama merilis daftar berisikan 200 nama yang bisa dirujuk untuk membantu masyarakat mencari ulama atau mubalig yang akan diundang mengisi pengajian atau tausiah (Cnnindonesia.com, 18/05/2018).
Lebih lanjut, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan bahwa selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga pihaknya merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig.
Lukman menegaskan bahwa tidak sembarang mubalig yang dimasukkan dalam rujukan tersebut. Untuk dapat masuk ke sana harus memenuhi tiga kriteria yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.
Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar tersebut, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tadi. Sebab, data ini bersifat dinamis dan akan terus di-update secara resmi. Adapun daftar yang sekarang disusun pihaknya dengan mendapatkan masukan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas keagamaan.
Selengkapnya di https://www.mediaoposisi.com/…/aroma-dikotomi-dibalik-rilis…