Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA M Phil Ketua MIUMI Pusat Jika anda tdk mau ikut pemilu karena kecewa dengan pemerintah anggota DPR atau parpol Islam Itu hak anda Tapi ingat jika anda jutaan yg lain tidak ikut pemilu maka jutaan orang fasik sekuler liberal athe

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, MA. M.
Phil.(Ketua MIUMI Pusat) :"Jika
anda tdk mau ikut pemilu karena
kecewa dengan pemerintah &
anggota DPR, atau parpol Islam.
Itu hak anda. Tapi ingat jika anda
& jutaan yg lain tidak ikut pemilu
maka jutaan orang fasik, sekuler,
liberal, atheis akan ikut pemilu
untuk berkuasa dan menguasai
kita. Niatlah berbuat baik meskipun
hasilnya belum tentu sebaik yang
engkau inginkan. (Ali bin Abi
Thalib) Kezhaliman akan terus ada,
bukan karena banyaknya orang-
orang jahat. TAPI karena DIAMNYA
ORANG BAIK"

OK OTRIP dihapus gubernur baru Jakarta dan diubah konsepnya

OK OTRIP dihapus gubernur baru Jakarta dan diubah konsepnya. Hal ini untuk menyambut integrasi layanan transportasi publik massal setelah MRT dan LRT beroperasi. Nantinya akan ada sistem dan kartu khusus untuk integrasi 5 moda (Kereta Bandara, TransJ, KRL, MRT, dan LRT) dan angkot
Ada yang familiar dengan konsep yang baru?
Itu rencana desain milik gubernur Ahok ??
Ngga nunggu lama (lama ding, setahun), waktu membuktikan bahwa janji2 kampanye paslon Anies-Sandi memang tidak matang dan serampangan.
Saran saya..
Sekalian program OKE OYE Ale ale dan DP 0 dihapus sekalian
??
**
Tanpa kampanye bersentimen SARA dan menyebar ketakutan di kampung2, gubernur baru Jakarta ngga akan menang

Ketua DPR Saya Desak Polri Segera Tangkap Penganiaya Ratna Sarumpaet

Ketua DPR: Saya Desak Polri Segera Tangkap Penganiaya Ratna Sarumpaet
Bambang mendesak Polri untuk segera mengusut tuntas penganiayaan terhadap perempuan yang suka berbicara keras mengkritik pemerintah itu.
Menurut politikus Golkar itu, penganiayaan terhadap aktivis akan menjadi preseden buruk dalam alam kebebasan berpendapat.
BACA JUGA
Ketua DPR: Saya Desak Polri Segera Tangkap Penganiaya Ratna Sarumpaet
Penganiayaan Ratna Sarumpaet Sudah Kelewatan, Polisi Jangan Pandang Bulu
Fadli Zon: Ratna Sarumpaet Dikeroyok 3 Orang Laki-Laki
"Saya mendesak kepada Kepolisian segera melakukan pengusutan dan menangkap pelakunya," pinta Bambang, saat diwawancara di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).
Ia sendiri mengetahui kasus penganiayaan itu dari Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, yang kenal dekat dengan Ratna.
"Saya sudah cek ke Fadli Zon, itu peristiwa seminggu lalu tanggal 21 September, tapi baru muncul," tambah Bambang. [rmol]

JENIS POLITIK YANG KEJAM Prabowo dituduh dalang penculikan yang tak pernah terbukti kebenarannya

JENIS POLITIK YANG KEJAM
Prabowo dituduh dalang penculikan yang tak pernah terbukti kebenarannya. Isu itu diulang-ulang hingga melekat di pikiran setiap orang. Karena diulang-ulang, maka menghipnotis pikiran hingga dianggap sebuah kebenaran.
Prabowo korban fitnah dan dianggap berbahaya!
Begitulah pikiran anda dimainkan agar anda memusuhi kebenaran.
Sementara kekejaman PKI yang jelas dan terang hingga menjadi catatan kelam nan kejamnya sejarah di republik ini hanya diingat setahun sekali. Karena diulang setahun sekali, maka orang mengingatnya setahun sekali, itupun oleh media yang masih waras. Anak pelaku kekejaman sejarah itu ada di gedung dewan hari ini dan sudah berani mengucap bangga sebagai anak pelaku kekejaman.
Anak PKI yang bisa kejam dan sadis dalam membuat kebijakan, danggap biasa-biasa saja!
Begitulah pikiran anda dimainkan untuk menutupi kebusukan.
Timpang bukan? Begitulah kekejaman politik..

Sopir Sakti Saat mondok di Tambakberas pada era 1960an Gus Dur mempunyai kedekatan khusus dengan Kiai Fattah yang merupakan paman sekaligus gurunya

Sopir Sakti
Saat mondok di Tambakberas pada era 1960an, Gus Dur mempunyai kedekatan khusus dengan Kiai Fattah yang merupakan paman sekaligus gurunya. Di samping kedekatan dengan Kiai Fattah beliau juga dekat dengan Kiai Wahab, sehingga beliau sering diajak bepergian Kiai Wahab untuk bertugas sebagai sorpri.
Suatu hari selesai tugas mengajar, Gus Dur mendadak ditimbali Kiai Wahab diajak nderekno beliau pergi ke suatu acara di daerah utara Jombang...
Gusdur terheran, karena Kiai Wahab menghendaki nyopir sendiri, padahal saat itu kondisi penglihatan Kiai Wahab sudah kesulitan melihat.
Memasuki belokan yang mengarah menuju jembatan Kali Brantas, Kiai Wahab tiba-tiba bertanya, "Dur, wis menggok ta durung? Kaline ijek adoh ta?"
Seketika Gus Dur pun kaget, terbayang mobilnya akan menabrak atau jatuh ke dalam sungai........
???
Simak lanjutan kisahnya di buku Tambakberas, Menelisik Sejarah Memetik Uswah.... Juga kisah-kisah lain tentang Gus Dur saat mondok di Tambakberas yang di antaranya:
1. Kebijakan Guru Terhadap Muridnya
2. Usilnya Gus Dur
3. Humor Kiai Amanulloh dan Gus Dur
3. Mengejar Pencuri Sampai Istana
4. Gus Hubbi dan Prediksi Presiden RI
5. Gus Muis Hamid, Teman Diskusi Gus Dur
6. "Menggandakan Doa" untuk Muktamar NU Cipasung
7. Gus Dur, "Podho Nyolonge"
De el el.....
Selamat membaca dan menikmati
"Buku bisa diperoleh melalui inbox atau no. Kontak:
1. Khoirul Anam: 089649946832
2. Zainul Munir: 085732673392
Price: 140.000,-

Ilmu Politik Jokowi yg patut di tiru para politisi lain

Ilmu Politik Jokowi yg patut di tiru para politisi lain :
1. Rangkul untuk
memukul
2. Sabar untuk
menampar
3. Santai untuk
membantai..
Contoh :
1. Pak JK bilang "Hancur
negara ini kalau di
pimpin Jokowi" maka
jokowi merangkul JK
jadi Wakilnya di
Pilpres dalam rangka
Memukulnya lembut
lembut dan tak
berkutik
Terbukti...!!!
2. Pak Ngabalin bilang
"pak Jokowi Kurang
Gizi, antek Asing dan
lain lain" maka Jokowi
begitu sabarnya
menunggu 4 tahun
untuk menampar Ali
Mukhtar Ngabalin,
dan sekarang sedang
berproses. Jadilah
Ngabalin ada di Istana
heheheeee...
Terbukti...!!!!
3. Mbah Yai Ma'ruf Amin
bilang "jangan taati
dan ikuti pemimpin
yang ingkar janji"
maka Jokowi dengan
santun menjadikan
Mbah Yai Ma'ruf Amin
sebagai Wakilnya
dalam rangka
membantai
otoritasnya sebagai
Ulama.
Terbukti....!!!
Trus kenapa pada gak sadar ya....
Siapapun yang berpolitik maka hadapi dengan politik.
Woooiiii.... Pada sadar gak yaaaa.... Ingat tuh, gunakan otak cerdas.
Ini bukan hoax, bukan su'udzon dan bukan fitnah, tapi nyata.
Lihat sendiri deh.... Oh iya ya...
# Edisi Dungu

Tulisan mas Randu yang sangat masuk akal Menurut saya ada setidaknya 5 pelajaran berdemokrasi dari Tagar 2019GantiPresiden itu

Tulisan mas Randu yang sangat masuk akal..
Menurut saya ada setidaknya 5 pelajaran berdemokrasi dari Tagar #2019GantiPresiden itu.
Pertama; Tagar itu ralat. Dia meluruskan kesalahan pemahaman bahwa demokrasi hanya pemilihan umum, dan suara rakyat hanya disalurkan di bilik suara. Rakyat bukan hanya “makhluk limatahunan” yang hanya muncul jelang Pemilu. Hidup mereka ril, beban mereka ril, keluhan mereka ril. Harga-harga naik tak menunggu masa kampanye, kenapa keluhannya harus menunggu?
Kedua; Tagar itu bijak. Meski sekilas nampak revolusioner tapi semangat dan praktiknya tak keluar dari koridor demokrasi. Bahwa itu membuat demokrasi menjadi bising, itu adalah konsekuensi logis dari pilihan sistem bernegara yang kita pilih. Kalau ingin sejuk dan damai, ada sistem yang lebih representatif: khilafah. Mau?
Ketiga; Tagar itu netral. Tidak ke Jokowi, tidak ke Prabowo. Jika ada kecenderungan bahwa Prabowo yang diuntungkan, itu ekses tak terhindarkan dari ulah pemerintah sendiri yang mempertahankan ambang batas pemilihan dan membuat kita sekarang hanya disodori dua calon. Jika ada kecenderungan Jokowi dirugikan, itu karena Jokowi terpilih jadi Presiden Indonesia pada 2014 lalu. Seandainya dia tetap gubernur Jakarta, dia tidak akan terganggu apa-apa. Rakyat ingin mengganti presiden, siapapun dia.
Keempat: Tagar itu objektif, tidak menyebut nama. Dia tidak meracuni masyarakat dengan pemujaan terhadadap tokoh. Yang ada dalam negara adalah pemimpin dan rakyat yang dilayaninya. Dari dulu begitu dan akan selalu begitu. Pemujaan presiden akan membuat demokrasi menjadi tak masuk akal, karena sejak awal ini sistem yang dilandasi pemikiran bahwa semua manusia memiliki hak dan kedudukan yang setara.
Kelima; Tagar itu katalis untuk pembangunan demokrasi. Dia akan memaksa pemerintah untuk cepat memahami situasi yang baru ini demi pembelajaran mengelola dialog politik dalam negara. Gak ada gunanya reaksi berlebihan. Ide bahwa setiap orang sekarang bisa menyuarakan pandangannya lewat media sosial dan tidak lagi melalui perwakilan di parlemen, adalah keniscayaan dan harus dijadikan narasi untuk perbaikan demokrasi yang akomodatif di masa mendatang.

SEKILAS KITAB AHADITSU TA ZHIMI AR RIBA ALA AZ ZINAA DIRASAH NAQDIYAH

SEKILAS KITAB "AHADITSU TA'ZHIMI AR-RIBA ALA AZ-ZINAA, DIRASAH NAQDIYAH"
(Hadits2 Peninggian Dosa Riba Atas Dosa Zina, Studi Kritik)
Buku ini ditulis oleh syekh Ali bin Abdullah as-Sayyah, seorang dosen fakultas Hadits di Universitas Malik as-Su'ud, Saudi Arabia. Buku ini menguji validitas hadits riba yang banyak dipopulerkan.
Buku yang isinya hanya 190 halaman ini, berisi pembahasan tentang takhrij hadits tentang riba yang lebih tinggi dosanya dari dosa zina. Penelitian dilakukan dengan meneliti seluruh jalan dan isi (matn) hadits tersebut. Penulis juga menyebutkan sebab-sebab sebagian ulama menguatkan hadits tersebut.
Buku ini dijadikan salah satu rujukan syekh Shalih al-Munajjid dalam situs islamqa ketika menjawab hadits yang dimaksud (link: https://islamqa.info/ar/245543).
Letak kemungkaran hadits ini adalah pada isinya yang memposisikan dosa riba lebih besar dari dosa zina, bahkan menzinahi ibu sendiri. Wa na'udzu billah. Hal ini bertentangan dengan nash yang menunjukkan zina adalah salah satu dari 3 dosa yang paling besar. Berkata syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,
" أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ ثَلَاثٌ: الْكُفْرُ ، ثُمَّ قَتْلُ النَّفْسِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ، ثُمَّ الزِّنَا ، كَمَا رَتَّبَهَا اللَّهُ فِي قَوْلِهِ: ( وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ) .
وَفِي الصَّحِيحَيْنِ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قُلْت يَا رَسُولَ اللَّهِ: أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟
قَالَ: (أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك) .
قُلْت: ثُمَّ أَيُّ؟
قَالَ: (ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَك خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَك).
قُلْت: ثُمَّ أَيُّ؟
قَالَ: (أَنْ تُزَانِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِك) ". انتهى من "مجموع الفتاوى" (15/428).
"Dosa yang paling besar ada 3: kafir, membunuh tanpa hak, kemudian zina. Sebagaimana firman Allah,
'Dan orang2 yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina.'
Dan dalam Shahihain dari Abdullah bin Mas'ud berkata: Aku berkata, 'Ya Rasulullah, dosa apa yang paling besar?'. Rasulullah menjawab, 'Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal dia yang menciptakanmu'. Aku bertanya lagi, 'Kemudian dosa apa?'. Beliau menjawab, 'Kemudian engkau membunuh anakmu karena takut mereka makan bersamamu'. Aku bertanya lagi, 'Kemudian dosa apa?'. Beliau menjawab, 'Engkau menzinahi istri tetanggamu'. Selesai"
(Majmu fatawa 15/428).
Begitu pula syekh Utsaimin dalam syarah Bulughul Maram beliau menegaskan, "Tidak diragukan lagi bahwa dalam hadits ini terdapat matan yang mungkar". Wallahu a'lam.
Catatan:
- Riba hukumnya haram.
- Link buku: https://www.kutub-pdf.com/…/أحاديث-تعظيم-الربا-على-الزنا-در…

Super ngakaaak Lama saya tidak pernah tengok saluran terestrial terutama yang hobi ngobral sinetron

Super ngakaaak...
Lama saya tidak pernah tengok saluran terestrial, terutama yang hobi ngobral sinetron. Tadi iseng-iseng saya buka website salah satu televisi lokal, dan nguakaklah saya membaca judul-judul sinema elektronik andalan mereka -- topiknya cuma itu-itu saja: ayahku, ibuku, adikku, ini ibu Budi, itu simpanan bapak Budi, hadeeeeehhh...
"Fitnah membuatku terpisah dari ayah."
"Mengejar cinta ayah ke syurga" (menyusul ke liang lahat, begitukah?)
"Ayah kandungku pembunuh ibuku" (sadis, men!)
"Kutipu istriku demi harta bapaknya" (jenius! Pantas ditiru)
"Ayah, mengapa aku berbeda?" (lha emboooh)
"Taubatnya sang penjual senjata yang angkuh" (memangnya kita di Suriah, bisa seenaknya jual senpi rakitan?)
"Ayah pergi dan tak kembali" (kalau dia kembali nggak jadi bikin sinetron dong, dodol!)
"Adikku membuang ayah ke panti jompo" (apa minta dibuang ke panti pijat plus-plus?)
"Aku ditinggal suami saat kena kanker" (Tetangga saya ditinggal bininya karena kreminen)
"Adikku bukan adik kandungku" (lha pekok tenan, kok bisa begitu?)
Untung ada Netflix di tv saya ha ha ha...

Innalillahi Pernyataan Said Aqil Siradj Ini Amat Lukai Umat Islam

Innalillahi... Pernyataan Said Aqil Siradj Ini Amat Lukai Umat Islam
Muslimina / 2 jam yang lalu

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj melontarkan pernyataan kontroversi yang dinilai sangat menyakiti umat Islam. Ia bahkan tak segan menyebut lebih baik untuk aktivitas nonton film esek-esek.
"Melihat film porno lebih baik dari pada menonton ceramah provokatif dari teroris. Karena kalau lihat porno, pasti sambil beristighfar," ujar Said dalam Pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor NU, Jakarta Pusat, pada Senin 22 Mei 2017, seperti dilansir tempo.
Meski bernada kelakar, pernyataan tersebut sangatlah tidak relevan dari berbagai sudut pandang. Menonton film p*rno sangat tidak layak dibandingkan dengan melihat ceramah agama.
Menyandingkan ceramah dengan teroris juga menimbulkan kontroversi. Sejak kapan teroris berceramah? Siapa penceramah yang dimaksud dengan teroris yang berceramah?
Kontroversi lainnya terjadi karena menyebut bahwa orang yang melihat film p*rno beristighfar. Siapakah orang tersebut? Bukankah ketika melakukan dosa, iman seseorang hilang dari hatinya?
Bukankah istighfar merupakan perlambang iman yang paling tulus?

Jika seseorang beristighfar, pasti tidak akan sempat atau kuat melihat film jorok yang mempertontonkan aurat tersebut.
Apakah memang ada riset yang menyatakan bahwa 'orang yang melihat film p*rno membaca istighfar'? Karena dalam kalimatnya tersebut, Said Aqil Siradj menggunakan diksi 'pasti', "Karena kalau lihat porno, pasti sambil beristighfar," [Om Pir/Tarbawia]