Ketika ulama berpolitik Setahun yang lalu saya masih sangat antipati dengan dwifungsi ulama

Ketika ulama berpolitik
Setahun yang lalu saya masih sangat antipati dengan dwifungsi ulama. Pemahaman jaman jahiliyah dulu, menganggap ulama itu cukup ngajari sholat sama ngaji saja, perbanyak santri, ngurusi pesantren. Ketika seorang ulama terjun dalam politik, maka ia tak suci lagi, tak murni lagi, karena bersentuhan dengan 'dunia abu-abu'.
Benarkah pemahaman seperti itu? Jelas kerdil dan hanya menafikan peran agama dalam bernegara. Sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi bukti kalau founding fathers bangsa ini telah sepakat bahwa pembangunan harus dilandaskan pada nilai-nilai spiritualitas yang dianut oleh ragam suku bangsa yang ada di Indonesia.
Dan pemilik saham terbesar di Negara ini adalah ummat Islam. Maka sudah sepatutnya produk hukum dan segala aturan bernegara harus dilandasi dengan semangat keislaman. Ini hal lumrah bung! Di India, aturan hukumnya sudah pasti mengacu pada ajaran hinduisme. Di Filipina, tentu mengadopsi ajaran Injil. Di Thailand dan Myanmar, ajaran Buddha mewarnai segenap Undang-undang yang dikeluarkan oleh Negara.
Berkaca dari hal itulah, sekejap pola pikir jadi berubah. Ulama wajib berpolitik, memainkan peran ganda dalam komunitas ummat Islam, baik sebagai pemimpin spiritual maupun kiblat politik.
Keberpihakan ulama dalam friksi yang terjadi adalah hal yang tak bisa dihindari. Ada yang memihak penguasa, adapula yang bersebrangan. Disini ummat Islam harus cerdas agar tidak terjadi kebingungan. Bedakan antara statement politik dengan tausyiah seorang ulama ketika sedang berceramah di Masjid. Jika ulama menyampaikan hal yang benar tentang ajaran Islam, ummat tak punya hak untuk membantah. Namun saat seorang ulama memberi pelajaran tak sesuai dengan Qur'an dan Hadits, maka ingatkan dengan cara-cara yang elegan.
Beda kasus kalau ulama tadi memberikan statemen atau sinyalemen politik. Sebagai warga Negara ia miliki hak untuk melakukan pilihan politik. Ketika pilihan seorang ulama berbeda dengan pilihan kita, ya apa mau dikata. Silahkan saja ungkapkan rasa tak suka, namun FOKUS mengkritisi keberpihakan politiknya. Tak perlu membawa-bawa kehidupan pribadi apalagi karena perbedaan sikap politik lalu tak mau mendengar ceramahnya lagi. Jelas itu adalah hal yang tak bisa dibenarkan.
Saya pribadi suka mendengar ceramah ulama dari berbagai aliran, baik itu ulama FPI, NU, HTI, Muhammadiyah atau aliran lainnya. Karena saya percaya ada hal-hal baik dalam tausyiah mereka. Minimal mereka mengajak ummat untuk tertib melaksanakan sholat 5 waktu. (BZH)

PETUAH ULAMA JANGAN LEWATKAN FAEDAH PENTING INI PERNAH MEMBUNYIKAN KLAKSON KETIKA BERTEMU

❄•~•~•~•~•?•~•~•~•~•❄
? PETUAH ULAMA ?
❄•~•~•~•~•?•~•~•~•~•❄
??? JANGAN LEWATKAN FAEDAH PENTING INI
?? PERNAH MEMBUNYIKAN KLAKSON KETIKA BERTEMU❓
?? Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah :
?? "Adapun perbuatan sebagian orang yang jika lewat dengan mengendarai mobil lantas membunyikan klakson, maka perbuatan tersebut tidak cukup untuk menggantikan salam dan bukan termasuk sunnah.
☝☔ Kecuali sebagian orang yang beralasan, "Aku membunyikan klakson bukan sebagai salam. Namun agar dia perhatian ketika aku akan mengucapkan salam kepadanya." Jika maksudnya demikian maka aku berharap tidak mengapa.
?❎ Adapun menjadikan klakson sebagai pengganti salam maka tidak diragukan lagi bahwa ini menyelisihi sunnah. Karena sunnahnya adalah mengucapkan salam dengan lisan.
✅✋ Apabila suara salamnya tidak terdengar maka hendaknya dia mengisyaratkan dengan tangannya. Sehingga orang yang jaraknya jauh atau orang yang tuli bisa mengetahuinya."
? Sumber :
{ Syarh Riyadhus Shalihin 4/404. 132 - Bab tata cara salam }
•••┈••••○❁??❁○••••┈•••
? [ حكم ضرب بوق السيارة الكلاكس! بدلاً عن السلام ] ?
❐ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله وغفر له :
【 وأما ما يفعله بعض الناس إذا مرّ وهو يركب سيارته فإنه يضربالبوق ، فإن هذا لا يكفي في السلام ، وليس من السنة، اللهم إلا أن بعض الناس يقول : ( أنا لا أريد به السلام ؛ لكن أريد أن ينتبه ثم أسلم عليه ) هذا أرجو ألا يكون به بأس ، وأما أن يجعله بدلاً عن السلام ، فإن هذا - لا شك - خلاف السنة ، ( فالسنة أن يسلم الإنسان بلسانه -وإذا كان الصوت لا يُسمع- فإنه يشير بيده ؛ حتى ينتبه البعيد أو الأصم 】.
? [ شرح رياض الصالحين : ( ٤ / ٤٠٤ ) ، ١٣٢ - باب كيفية السلام ]
•••┈••••○❁?❁○••••┈•••
✍?WhatsApp
ⓚⓘⓣⓐ??ⓢⓐⓣⓤ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera bergabung.
?? Join Channel Telegram:
https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
?? Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

SudirmanIdaForJATENG1 CoblosNomor2MbangunJatengMuktiBareng KONGGRES ULAMA SEJAWA TENGAH MEREKOMENDASIKAN UMAT ISLAM BERSATU MENANGKAN SUDIRMAN SAID IDA FAUZIAH

#SudirmanIdaForJATENG1
#CoblosNomor2MbangunJatengMuktiBareng
⛔KONGGRES ULAMA SEJAWA TENGAH MEREKOMENDASIKAN UMAT ISLAM BERSATU MENANGKAN SUDIRMAN SAID-IDA FAUZIAH
Sekitar seribu ulama, tokoh muslim, dan aktivis gerakan Islam, semalam berkumpul di Gedung Purwo Hamijayan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Mereka menggelar Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jateng bertema 'Jawa Tengah bangkit bersama ulama'.
Acara ini digelar dalam rangka menyikapi Pilkada serentak nasional pada 27 Juni nanti. Sebagai hasil diskusi, Kongres menghasilkan beberapa rekomendasi untuk umat muslim Indonesia, khususnya Jawa Tengah.
Sejumlah rekomendasi yg dibacakan oleh Ulama Keraton Kasunanan Surakarta KH Ahmad Qomaruzzaman tsb, antara lain:
•Kongres mengingatkan kepada nasehat dan fatwa MUI 16 /2009 mengenai kriteria memilih pemimpin. Kriteria itu adalah memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, berkomitmen kepada Islam dan NKRI.
•Memilih pemimpin yang bersih, tidak terlibat dengan tindak pidana korupsi, terorisme dan narkoba, serta tidak sedang berurusan dengan KPK.
•Memilih Pemimpin yang tidak menjadi wakil dari partai-partai yang telah mendukung penistaan agama.
•Kongres merekomendasikan seluruh umat Islam menyatukan suara dalam Pilgub Jateng. Harus memilih calon dari umat Islam yang tidak terlibat dalam korupsi, dan memiliki komitmen kepada moral dan akhlaq.
Menurut KH. Ahmad Qomaruzzaman, ratusan keraton se-nusantara telah siap bersama2 ulama menjaga keutuhan Indonesia.
Sekitar seribu peserta yg hadir mengikuti kongres tsb antara lain berasal dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, perwakilan Majelils Ulama Indoesia (MUI) Jateng, cendekiawan muslim, aktivis Islam, dan tokoh masyarakat dari Majelis Cendikia Keraton Nusantara.
Selain itu juga hadir tokoh dari Lembaga Samanhudi Cokroaminoto, Dewan Syariah Kota Surakarta, Laskar Umat Islam Surakarta, Majelis Ulama Karaton Nusantara, Alumni Persaudaraan 212, Majelis Ulama Keraton Nusantara, Komunitas Masjidku Makmur, Forum Silaturahmi Antar Masjid, dan Laskar Pembela Islam.
KHUSUS SOAL PILKADA JATENG 2018, KH Ahmad Qomaruzzaman menegaskan, Kongres mengajak umat bersatu memenangkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah:
"Umat Islam harus bersatu. Dan Insya Allah pasangan nomor Urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah bisa membangun Jateng lebih baik!"
Allahu akbar..!! ✊✊✊
✔Sstttt..! Kalau ada yg nyinyirin rekomendasi Para Ulama tsb dan menuduh SARA, suruh mereka agar menonton video Gerakan Batak Bersatu Mendukung Jokowi 2 Periode. Kira2 itu SARA atau bukan..?
Sudahlah. Lakum dinukum waliyadin. Setiap suku, agama dan golongan memiliki hak untuk bersatu dan bersikap. Negara ini dapat Merdeka karena suku, agama dan masing2 golongannya bersatu padu. JANGAN DIPELINTIR!
Jangan pula membuat aturan konyol:
'Jika yg bersatu adalah Sukuku dan Golonganku maka itu Wajar. Tapi jika agama dan golonganmu yg bersatu maka itu Makar.'
???

http t me nisaaassunnah NAWAITU SHOUMA GHODIN APA HUKUM MELAFALKAN NIAT PUASA SOAL Wahai Syaikh yang mulia Ummu Mush ab nama penanya bertanya Tentang melafalkan niat pada puasa wajib atau salat sunnah bolehkah itu

● http://t.me/nisaaassunnah
? "NAWAITU SHOUMA GHODIN..."
❓ APA HUKUM MELAFALKAN NIAT PUASA?(*
•┈┈•┈┈•⊰✿?✿⊱•┈┈•┈┈•
❓ SOAL:**
"Wahai Syaikh yang mulia, Ummu Mush'ab (nama penanya) bertanya, "Tentang melafalkan niat pada puasa wajib atau salat sunnah, bolehkah itu?"
✅ JAWAB:
التلفظ بالنية في جميع العبادات بدعة، فلا يقول الإنسان عند الوضوء: اللهم إني نويت أن أتوضأ، ولا عند الصلاة نويت أن أصلي، ولا عند الصدقة نويت أن أتصدق، ولا عند الصيام نويت أن أصوم، ولا عند الحج نويت أن أحج، فالتلفظ بالنية في جميع العبادات لم يرد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم،
?❌ Melafalkan niat pada seluruh ibadah adalah bid'ah. Seseorang tidak mengatakan saat wudhu, "Ya Allah, saya berniat wudhu." atau ketika salat, "Saya niat salat." Atau ketika bersedekah, "Saya niat bersedekah." Atau ketika hendak puasa, "Saya niat berpuasa." Atau ketika berhaji, "Saya niat berhaji."
?? Melafalkan niat pada seluruh ibadah tidak ada dasarnya dari Nabi ﷺ
ولماذا تتلفظ بالنية؟ أليس النية محلها القلب، أليس الله عز وجل يقول: ﴿ولقد خلقنا الإنسان ونعلم ما توسوس به نفسه﴾. بلى نقول هذا: فالله أعلم بالنية، كيف تُعْلِمُ ربَّك بأنك ناوي؟
?? Kenapa Anda melafalkan niat? Bukankah niat itu tempatnya di kalbu? Bukankah Allah 'azza wa jalla berfirman
ولقد خلقنا الإنسان ونعلم ما توسوس به نفسه
"Dan telah Kami ciptakan manusia, dan Kami tahu apa yang dibisikkan jiwanya?"
Ya, tentu. Kita meyakini hal ini. Allah lebih tahu niat kita. Bagaimana engkau memberi tahu Rabbmu bahwa engkau berniat sesuatu?!
قد يقول: أقول هذا لإظهار الإخلاص لله فنقول: الإخلاص محله القلب أيضاً،وما كان محله القلب. نعم.
❓ Kadang ada yang mengatakan, "Aku melafalkan niat untuk memperlihatkan ikhlas kepada Allah."
✅ Kita jawab, "Ikhlas tempatnya juga di dalam kalbu." (sehingga tidak perlu dilafalkan, pent.)
[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]
? Dengarkan dari sumbernya: http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_349_10.mp3
Atau klik audio di bawah ini..
•┈┈•┈┈•⊰✿?✿⊱•┈┈•┈┈•
Tag: #puasa #ramadhan #niat #bidah
? Kunjungi website kami tashfiyah.com
? Mari bergabung di
Channel Resmi Majalah Tashfiyah
bit.ly/tashfiyah
? BAGIKAN ARTIKEL INI, siapa tahu ada yang beramal karena Anda
"Siapa yg menunjukkan pada kebaikan, dia mendapat pahala seperti pelakunya." [H.R. Muslim]
▫▫○?????○▫▫
? Diposting ulang hari Rabu, 30 Sya'ban 1439 H / 16 Mei 2018 M
? http://www.nisaa-assunnah.com
? http://t.me/nisaaassunnah
? Nisaa` As-Sunnah ?

DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANGI DAKWAH SALAFIYYAH

⚠?? DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANGI DAKWAH SALAFIYYAH
✍? Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullahu berkata:
? Ketahuilah, pihak-pihak yang memerangi Dakwah Salafiyyah itu ada dua jenis:
1⃣ Jenis (yang pertama) yaitu yang bersikap tamyi' (lembek) di dalam beragama.
? Maka engkau akan melihatnya berjalan/bergaul bersama
? Ahli khurafat,
? Ahlul bid'ah,
? Hizbiyyin,
? Orang-orang sekuleris, dan yang selain mereka.
☝? Dan dia menginginkan agar engkau menutup mata/diam dari berbagai macam bid'ah dan kesesatan!
2⃣ Jenis yang lain (yang kedua) yaitu yang memiliki sikap Tasyaddud (terlalu keras), Ta'annut (berlebihan), dan Tazammut (kaku).
? Mereka seluruhnya (kedua jenis di atas, pen) adalah PARA PENDUSTA,
☝? tidak ada yang mereka inginkan kecuali MERUSAK Dakwah Salafiyyah dan para pembawanya.
? Maka wajib atas kalian untuk:
▪ Bersikap wasath (pertengahan) dan adil, serta
▪ Bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu,
▪ Bersungguh-sungguh dan mati-matian di dalam menyebarkan dakwah ini dengan:
? Penuh hikmah,
? Nasihat yang baik,
? Serta akhlak yang mulia.
? Sumber: al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, cet. Dar al-Imam Ahmad dan Dar al-Mirats an-Nabawy, hal. 133
? Salafy Baturaja || t.me/salafybaturaja
? Repost dari @ManhajulAnbiya, Kamis 06 Shafar 1439 H / 26 Oktober 2017 M
#rodja #sururiyah #turotsiyah #haddadiyah #hajawiroh #halabiyyun

SEGALA SESUATU TIMBANGANNYA ADALAH DALIL Asy Syaikh Rabi bin Hady al Madkhaly hafizhahullah

SEGALA SESUATU TIMBANGANNYA ADALAH DALIL
Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah
ومن البلاء الآن في هذه الفتن حتى عند بعض السلفيين يتمسكون بقال فلان وقال فلان، ولو كان من يخالفهم معه الدليل والبرهان، وهذا من سلوك طرق أهل الضلال، والمنهج السلفي لا يعترف بهذه الطرق. مهما بلغ الإنسان من منزلة، أفتى فتوى أو قال قولاً ليس له دليل، فلا يجوز قبول كلامه، نحترمه ونعتذر له وما شاكل ذلك، لكن كلٌّ يؤخذ من قوله ويرد إلا رسول الله ﷺ، ومن معه الحجة من الله ومن رسوله ﷺ لا يجوز رد قوله
"Termasuk bencana di masa fitnah sekarang ini yang bahkan menimpa sebagian Salafiyun, yaitu mereka memegangi dengan ucapan fulan dan fulan, walaupun orang yang menyelisihi mereka memiliki dalil dan bukti yang kuat.
Yang semacam ini termasuk sikap menempuh cara-cara para pengusung kesesatan. Sedangkan manhaj Salafy tidak mengenal cara-cara semacam ini.
Betapa pun tingginya kedudukan seseorang, jika dia memfatwakan sesuatu atau mengucapkan sebuah ucapan yang tidak disertai dalil, maka tidak boleh menerima ucapannya.
Memang kita menjaga kehormatannya dan memberikan udzur untuknya dan seterusnya, namun semua orang bisa diambil ucapannya dan bisa ditolak, kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dan siapa saja yang memiliki hujjah dari kalam Allah atau dari sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi was sallam, maka tidak boleh menolak ucapannya."
[Al-Majmu' ar-Raiq, hal. 419]
Sumber || https://telegram.m/ImamRabee
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
SEMUA SIKAP HARUS BERDASARKAN SYARI’AT
Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah
‏من انطلق في مواقفه من الشرع، كان موفقا مسددا معانا
قوي الحجة، ومن انطلق من منطلق العاطفة أو دفعه لذلك التقليد المذموم، هزُل قوله وضعفت حجته
"Siapa yang sikap-sikapnya bertolak dari syari’at, maka dia akan mendapatkan taufiq, terbimbing, ditolong, dan kuat argumentasinya. Sedangkan orang yang bertolak dari perasaan atau didorong oleh taqlid yang tercela, maka ucapannya tidak akan bermutu dan lemah argumentasinya."
Sumber || https://twitter.com/m_g_alomari/status/889269731521421312
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
Instagram || @ibnu_hamim1993

Bimbingan Ulama Kibar Ahlussunnah ADAKAH KEBERKAHAN MENUNTUT ILMU SYAR I LEWAT INTERNET

(Bimbingan Ulama Kibar Ahlussunnah)
ADAKAH KEBERKAHAN MENUNTUT ILMU SYAR'I LEWAT INTERNET?
Asy Syaikh al-'Allamah Zaid al-Madkhaly rahimahullah
Pertanyaan:
"Apakah orang-orang yang mengikuti durus (pelajaran-pelajaran) para ulama salafiyyin akan memperoleh barakah halaqah ilmu dalam keadaan mereka mengikuti durus tersebut melalui jaringan internet atau komputer atau streaming radio online?"
Jawaban beliau rahimahullah:
"Mereka yang engkau sebutkan memiliki amalan yang begitu besar.
Yang pertama. Mereka teranggap para penuntut ilmu syar'i, dan seorang penuntut ilmu syar'i merupakan manusia yang paling utama kedudukannya dan orang yang paling utama di zamannya apabila ia berniat dalam upayanya dalam menuntut ilmu syar'i untuk menghilangkan kejahilan dari dirinya dan ingin mengamalkan ilmunya lantas menyebarkannya.
Yang kedua. Bahwasanya menuntut ilmu syar'i baik ia duduk sendirian maupun berkelompok akan turun kepadanya ketenangan dan akan diliputi oleh rahmat dan akan dikelilingi oleh para malaikat Allah -'azza wa jalla-.
Maka mereka yang mengikuti halaqah-halaqah ilmu dari kitab dan sunnah, dengan melalui sarana-sarana lain untuk mendapatkan ilmu akan mendapatkan pahala yang besar dan tidak akan berkurang pahala mereka dari pahala orang-orang yang hadir di sisi para masyayikh, insyaallah."
[Al-Irsyad Ila Taudhih Lum'atil I'tiqad, hlm. 184-185]
Sumber || https://mobile.twitter.com/…/sta…/779547771443568640/photo/1
Dinul Qoyyim
Channel Telegram || telegram.me/dinulqoyyim

Bimbingan Ulama Kibar Ahlussunnah JANGAN MEREMEHKAN UNTUK SENANTIASA HADIR DI MAJELIS ILMU SYAR I

(Bimbingan Ulama Kibar Ahlussunnah)
JANGAN MEREMEHKAN UNTUK SENANTIASA HADIR DI MAJELIS ILMU SYAR'I
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
فلا يجوز للإنسان أن يتساهل في حضور مجالس العلم والسَّعي إليها لأنَّه قد يستفيد فائدة تكون سببًا لدخوله الجنَّة
"Maka seseorang tidak boleh meremehkan untuk hadir di majelis-majelis ilmu syar'i dan berupaya keras untuk itu. Karena bisa jadi dia mengambil faedah ilmu (dari majelis tersebut, pen) yang ternyata itu menjadi sebab dia masuk al-Jannah (surga)."
[Syarh al-Muntaqa, juz 1 hlm. 39]
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram || https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya

Hukum Membaca Basmalah ketika Makan Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah Apa hukum membaca basmalah ketika akan makan dan apa hukuman bagi orang yang meninggalkannya dengan sengaja

Hukum Membaca Basmalah ketika Makan
??
Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah, “Apa hukum membaca basmalah ketika akan makan, dan apa hukuman bagi orang yang meninggalkannya dengan sengaja?
?➡Beliau menjawab, (hukum) Membaca basmalah ketika akan makan, maka para ulama’ berbeda pendapat tentangnya, apakah hukumnya wajib ataukah sunnah? Yang benar hukumnya wajib dan bahwasanya diharuskan bagi seseorang untuk membaca basmalah ketika akan makan. Apabila dia lupa maka membacanya ketika ingat, dengan ucapan,
(باسم الله أوله وآخره)
Bismillahi Awwalahu wa Akhirohu
“Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan akhirnya”
Jika seseorang tidak membacanya maka sebagai hukuman baginya adalah ia akan ditemani makan oleh musuhnya yatiu Syaithon. Semoga Allah melindungi saya dan anda darinya…
?[ Al-Fatawa Ats-Tsulatsiyah, Syaikh Al-‘Utsaimin 1/23 ]

Umar ibnul Khaththab radhiallahu anhu mengingatkan

?? Umar ibnul Khaththab radhiallahu anhu mengingatkan,
"من كثر كلامه كثر سقَطُه، ومن كثر سقَطُه كثرت ذنوبه، ومن كثرت ذنوبه كانت النار أولى به"
[جامع العلوم والحكم: ص161].
Artinya:
"Barang siapa yang banyak bicaranya niscaya akan banyak tergelincir, dan barang siapa yang banyak ketergelincirannya niscaya akan banyak dosanya, dan barang siapa yang banyak dosanya maka neraka itu lebih pantas untuknya."
?(Jami'ul Ulum wal Hikam-Ibnu Rajab, hal. 161).
Semoga bermanfaat, terkhusus untuk penulisnya sendiri. Aamiin