Arkib 06/2019

MEMBUKA SEKAT Untuk memenangkan 2019 langkah yg harus pertama dilakukan adalah membuka sekat antara pendukung 212 dg pendukung penista

MEMBUKA SEKAT
Untuk memenangkan 2019 langkah yg harus pertama dilakukan adalah membuka sekat antara pendukung 212 dg pendukung penista. Saya kira urusan penista alquran dalam hal ini tersangkanya adalah ahok sudah selesai. Ahok sudah mendapatkan hukuman atas kesalahannya.
Kenapa? Karena memaksakan isu ini di 2019 terlalu ngotot, terlalu memaksakan. Keberhasilan di Jakarta belum tentu berhasil di daerah lain, seperti di Jawa Barat, apalagi Jawa Tengah dan Jawa Timur yg semakin bias. Pun demikian dalam sekup nasional, agak susah memaksakan isu ini. Diakui atau tidak rakyat kita butuh figur, sedangkan kepercayaan terhadap partai sudah banyak meluntur karena sudah terlalu sering dikecewakan.
Istilah "munafik" mungkin masih kita pegang karena demikianlah kita dididik di sekolah agama, tapi di dunia politik istilah itu berubah menjadi "lompat indah". Mungkin hari ini kita dikecewakan oleh pernyataan TGB, sama kecewanya saat sikap hampir serupa ditunjukan Jendral Gatot Nurmantyo. Entah siapa berikutnya yg akan mengecewakan kita selama sekat itu belum dibuka. Tapi ingat hal serupa pernah diungkapkan juga oleh pak Jusuf Kalla, beliau pernah menyatakan bahwa Indonesia bakal hancur jika dipimpin Jokowi, belakangan ia merapat dan kemudian menjadi wakilnya.
Lalu pertanyaannya, kenapa banyak tokoh yg kemudian berbalik mendukung Jokowi? Jawabannya adalah belum ada sosok yg sepadan dg popularitas Jokowi sampai saat ini. Prabowo? Menurut saya sudah lewat masanya untuk beliau, sebagaimana sudah lewatnya masa Megawati di 2014, yg akhirnya mengalah pada Jokowi daripada harus bersaing dg "anak sendiri".
Jadi, daripada sibuk mempertebal sekat lebih baik kita buka sekat lalu matangkan figur yg bisa sepadan atau bisa menandingi Jokowi di 2019.
Besi yg keras memiliki daya elastisitas agar bisa digunakan untuk berbagai kepentingan, jika masih keras dipanaskan dulu agar elastis, karena jika besi tidak punya daya elastisitas maka hanya sedikit saja manfaat yg bisa diambil dari besi.
Mohon maaf bila orat oret politik saya selalu bikin "panas", anggap saja untuk mengelastiskan besi.
See Translation

Para driver Go jek dan driver Uber itu sampai banyak yang dipukuli itu karena memang ada pengerahan massa

Para driver Go-jek dan driver Uber itu sampai banyak yang dipukuli itu karena memang ada pengerahan massa. Sebab apa? Sebab perintis Go-jek terutama, dia pengusaha muda yang lurus. Bukan mafia. Tidak pakai backing-backingan saat membuat jaringan Go-jek.
Tipikal masyarakat kita aslinya penakut. Buktinya? Jutaan pemilik warung kelontong hanya berani menggerutu dengan adanya Alfamart dan Indomaret. Jutaan lho itu, tapi tidak ada satupun toko Alfamart dan Indomaret yang dibakar massa.
Jadi, saya itu kasihan dengan para tukang pukul sok jago di pelbagai daerah, mereka tidak sadar diadu domba dengan sesama rakyat kecil. Tapi mereka adem ayem ribuan kali melihat toko Indomaret ramai dan toko kelontong sepi.
Saya pun demikian. Kalau saya tidak terkenal jama'ahnya Cak Nun plus kenal dengan elit-elit Nahdlatul Ulama plus punya saudara jauh tentara Angkatan Darat, paling ya saya ini diserbu sejak dulu. Maklum bos... Mental pengecut bos... Beraninya cuma sama yang tidak punya power.
Demikian pula dengan para santri "artis" yang sering kalian share itu, andai mereka tidak dalam perlindungan Banser NU, sekalipun cuma menulis tentang sunnahnya maulid nabi, diserbu tuh mereka.
Indonesia itu damai karena NU ormas yang paling gede. Yogyakarta, Bandung, Semarang, masih enak ditinggali karena NU ormas yang paling powerfull. Kamu pikir kenapa TimTeng isinya perang???
Indonesia lebih kaya SDA lho. Tapi di sini ada banyak "preman berhati lembut" yang bernama Banser. Para elit TNI dan Polri kita pun lebih condong ngaji ke kyai-kyai NU.

BERANI BERPIKIR BEGINI NGGAK Indonesia itu amburadul bukan baru karena Prabowo kalah Pilpres 2014

BERANI BERPIKIR BEGINI, NGGAK?!
Indonesia itu amburadul bukan baru karena Prabowo kalah Pilpres 2014. Melainkan dari 5 Juli 1959.
Waktu Soekarno mendekritkan kita kembali ke UUD '45.
Apa yang terjadi, ya coba saja pelajari sendiri.
Tapi 1959 sampai 2014, saat Jokowi mulai memberes-bereskan Republik ini, mengembalikan ke tracknya, melaksanakan Keadilan Sosial dll itu terentang waktu selama setengah abad.
55 tahun.
Dua atau tiga generasi.
Apa yang terjadi selama itu?
Manusia kualitas apa yang terbentuk dalam suasana itu?
PNS/ANS apa?
Politisi bagaimana?
Tentara dan Polisi KW berapa?
Dst.
Dan Jokowi harus bekerja-sama dengan orang-orang produk begitu. Karena dia tidak bisa impor orang-orang baik dari manapun.
Anda pikir POLRI langsung manut kepada Presiden?
Apa lagi TNI!
Jadi berbelas-kasihanlah pada Presiden yang selama 3,5 tahun sudah kehilangan sebagian besar rambutnya itu. Yang ritme kerjanya mustahil akan dapat anda samai.
Dia bekerja keras buat kita.
Keras sekali.
Jangan sekali-sekali berpikir bahwa seluruh bawahannya 100% mendukung dia. Melaksanakan perintah, petunjuk dan arahannya.
Dan tidak ada Brutus-Brutus di sekelilingnya.
Jadi soal FPI misalnya, sebagai contoh ormas radikal.
Tidakkah anda merasakan perbedaan setitikpun pada bulan Ramadan/Puasa tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya?
Masa, ahhh.....!

Memang di Islam ada ayat² yang menyatakan bahwa Islam tidak membenarkan pemaksaan misal laa ikrooha fid diin atau faman syaa a fal yu min wa man syaa a falyakfur tapi ada juga ayat lain yang menyatakan untuk memerangi non muslim hingga mereka masuk Islam

Memang di Islam ada ayat² yang menyatakan bahwa Islam tidak membenarkan pemaksaan (misal: "laa ikrooha fid diin", atau "faman syaa-a fal yu'min, wa man syaa-a falyakfur"), tapi ada juga ayat lain yang menyatakan untuk memerangi non muslim hingga mereka masuk Islam atau membayar jizyah (pajak kepala; lihat at-taubah ayat 29). Jelas ayat² tersebut ada dan maknanya kontradiktif. Sekarang tergantung siapa, kapan, dan untuk apa ayat itu digunakan. Orang baik tentunya akan mengambil tafsir ayat yang baik, tapi orang jahat akan menggunakan tafsir ayat yang jahat dalam agama untuk melegalkan aksinya. Jangan salah, muslim radikal yang menjadi teroris dan membunuh sesama muslim, juga punya dalil² agama untuk membenarkan aksinya. Dan...pada kondisi seperti hari² belakangan ini hingga tadi malam, dikenali sebagai bagian dari "umat islam" rasanya seperti berhadas besar jinabat yang tidak bisa disucikan dengan seribu kali mandi junub.

Ini copas sdh ijin sm yg nulis dia minta namanya ditulis MAWAR

Ini copas, sdh ijin sm yg nulis, dia minta namanya ditulis MAWAR
Bertahun tahun kita mencoba saling menyembuhkan luka.
Bertahun tahun sentimen atas ras dan agama menjadi hal tabu dan kita saling meredam.
Hingga manusia ini hadir, membuka kembali sentimen SARA dengan pernyataan-pernyataan arogan yang nyata-nyata telah memangkitkan luka lama negeri ini.
Selama ini kita baik-baik saja, hingga dengan terang dia melecehkan dan menista kitab dan para ulama. Isu SARA yang ia bangkitkan menjadi isu utama mendulang simpati, menempatkan diri sebagai korban dan membuat opini mereka yang menginginkan ketegasan proses hukum sebagai kaum radikal, kaum intoleran, kaum yang menginginkan enyahnya etnis tertentu dari negeri ini.
Lalu dengan damai, 7 juta ummat islam turun menyampaikan tuntutan. Tak ada anarkisme, tak ada teriakan anti agama atau etnis tertentu, tak ada pohon tumbang atau fasilitas yang rusak.
Jika ummat islam seperti apa yang dipersepsikan dalam video kampanye ahok ini, 7 juta manusia itu cukup untuk meremuk redamkan jakarta, 7 juta manusia itu cukup untuk merubuhkan semua rumah ibadah selain milik ummat islam, 7 juta manusia itu cukup untuk mengusir etnis tertentu yang di anggap ahok terwakili oleh dirinya. 7 juta manusia itu cukup untuk memburumu hok, mencari rumahmu lalu berbuat aniaya terhadapmu,
Tapi nyatanya TIDAK, tak ada satupun bangunan yang rusak, tak ada satupun taman pohon yang rusak, tak ada satupun rumah ibadah yang roboh, tak ada satupun spanduk yang dibentangkan bertuliskan "GANYANG CHINA" seperti dalam video ini, nyatanya tak ada yang menyentuh mu secara fisik hingga kau masih terus memprovokasi sampai sekarang.
Lihatlah, betapa kami justru manusia-manusia yang menghargai perbedaan, betapa kami menghargai perbedaan keyakinan, betapa kami manusia manusia yang masih berharap hukum adalah satu-satunya jalan untuk menghukum manusia arogan dan provokatif sepertimu.
Video pertama adalah bantahan, rupa asli ummat ini atas perbedaan, bagaimaan massa aksi justru mengawal dan menjaga warga yang berbeda keyakinan dengan senyuman, dengan kehangatan, tak ada raut kebencian, kejadian yang BERLANGSUNG TEPAT DI TENGAH aksi massa ummat islam menuntut penegakkan hukum atas sikap provokatif ahok yang menista alquran.
Video kedua adalah video kampanye resmi yang di rilis tim kampanye ahok dan di tweet akun resmi ahok. Penggambaran atas kekerasan dengan pelaku-pelaku yang diidentikan sebagai muslim, serta provokasi spanduk GANYANG CHINA adalah nyata nyata sebuah provokasi untuk MEMBANGKITKAN KETAKUTAN warga jakarta.
Semoga warga jakarta sadar, siapa sebenarnya yang selama ini membuat gaduh dan terus melakukan provokasi SARA untuk mendapatkan simpati.
Bantu sebarkan kawan, jakarta memang butuh gubernur tapi yang lebih penting negeri ini butuh kedamaian.
*#kampanyeAhokjahat*
*#AhokSumberMalapetaka*

Saya ingin mendekalrasikan diri sbg tim sukses Prabowo sebg Capres tuk Pilpres 9 Juli 2014

Saya ingin mendekalrasikan diri sbg tim sukses Prabowo sebg Capres tuk Pilpres 9 Juli 2014. Tentu, saya punya tugas maha berat, A) Menyukseskan Prabowo tuk jd Presiden RI 2014-2019; B) yang tak kalah beratnya, mencarikan jodoh agar Presiden Prabowo nanti punya ibu negara yg mumpuni. Karena itu, dibuka lamaran untuk calon Ibu Negara, syaratnya; Usia di bawah 40 tahun, Berijazah, Menyetujui 6 Platform Gerindra, Nasionalis, Tdk pernah menjadi korban penculikan oleh Tim Mawar 1998, punya keakraban dgn Hercules (mantan preman Tana Abang), bisa berkuda, bisa bawa pistol dan menembak, bukan dri keluarga pak Harto (mantan Presiden), tdk berafiliasi dgn PDIP-Nasdem, dll.. Jika ada yg sesuai syarat2 itu, tolong layangkan aplikasinya ke alamat FB ini..Lamaran ini ditutup sblm 1 Mei 2014. Salam calon Tim Sukses..

Tulisan Karya Sangaji EM MUNGKIN INI ALASANNYA MENGAPA KADER KADER HMI BEGTIU BANGGA DENGAN ORGANISASINYA

Tulisan Karya Sangaji EM
MUNGKIN INI ALASANNYA, MENGAPA KADER-KADER HMI BEGTIU BANGGA DENGAN ORGANISASINYA ???
karena di HMI anak-anak tokoh Masyumi bisa duduk manis dengan anak-anak tokoh NU.
Karena di HMI anak-anak Tokoh Muhammadiyah bisa berpelukan dengan anak-anak tokoh NU dan organisasi Islam lainya bahkan dengan anak-anak tokoh Nasionalis sekalipun.
Karena di HMI hal-hal kecil bersifat Furuiyah di abaikan demi sesuatu yang besar yaitu Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah wathoniyah.
Karena di HMI anak-anak keturunan Muhammadiyah, NU, PERSIS, Al Irsyad dll bisa sholat jamaah bersama
Karena di HMI adalah pencerminan Islam Mini Indonesia.
Karena di HMI anak-anak dari orang tua yang ideologinya berbeda bisa duduk bareng diskusi dengan damai.
Karena di HMI kami diajarkan bagaimana membangun negara ini dengan cara yang benar.
Karena di HMIkami diajarkan menghargai Pluralisme dan kebhinekaan.
Karena di HMI kami diajarkan bahwa generasi muda Islam, generasi muda Kristen, Generasi muda Hindu dll adalah semuanya merupakan kader-kader bangsa yang harus saling membangun komunikasi untuk membangun bangsa ini.
Karena di HMI para aktivis bisa bebas ngomong dan diskusi tentang apa saja termasuk ngomong tentang Ateisme dan ideologi lainnya sebagai ilmu.
Karena di HMI tidak ada kultus Individu, Prof Lafran Pane, Nurcholis Madjid dan Akbar tanjung pun bisa dibantah.
Karena di HMI kami tidak diajarkan untuk taqlid dalam menerima pendapat seseorang.
di HMI kami diajarkan setelah menjadi alumni anda boleh berkiprah dibidang kehidupan apa saja, di partai politik apa saja asalkan tetap memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Karena di HMI tidak ada kata saling mengkafirkan.
Karena di HMI kekuatan intelektual menjadi rujukan utama.
Karena di HMI ada hubungan emosional Ideologis sangat dekat antara sesama anggota atau antara Junior dengan senior walaupun mereka dipisahkan oleh jarak waktu
Karena di HMI silaturahmi tidak pernah putus.
Karena di HMI kami tidak diajarkan berpikir secara primordial.
Karena di HMI kami diajarkan komitmen kebangsaan tidak akan menafikan komitmen keberislamanan begitu pula sebaliknya komitmen keberislaman tidak akan menafikan komitmen kebangsaan.
Karena Di HMI kami diajarkan berpikir secara kosmopolitan bukan sekedar sektoral.
Dan terakhir paling penting di HMI kami diajarkan hanya takut kepada Allah yang lainnya adalah makhluk Allah.
Prinsip-prinsip inilah membuat HMI tidak pernah lapuk kena hujan dan tidak pernah lekang kena panas.

Mudik memang lancar Ini jelas prestasi cerdas Ibu Puan Maharani yang membuat jadwal mudik lebih panjang disamping prestasi Proyek Tolnya Pak Jokowi

Mudik memang lancar. Ini jelas prestasi cerdas Ibu Puan Maharani yang membuat jadwal mudik lebih panjang, disamping prestasi Proyek Tolnya Pak Jokowi.
Saya dukung Ibu Puan jadi cawapres Jokowi. Jokowi akan lebih kokoh secara politik dan PDIP jadi dapat jatah yang lumayan.
Mosok partai pengusung utama cuma dapat jatah menteri, itupun masih kalah imbang sama partai lain seperti Nasdem, dll. Bahkan, sama lawan saat pilpres aja kalah imbang...PAN aja dapat jatah menteri.
Dukung Jokowi-Puan 2019.

Dari wall pak Agung Pindha 4 Kementrian Agama 60 7 T 8 Kementrian PdK 39 8 T 9 Kementrian Ristek T 39 4 T 10 Kementrian Pertanian 23 9 T Anggaran Agama yang seharusnya zero nol ini malah hampir 3 kali lipat anggaran pertanian

Dari wall pak Agung Pindha
4. Kementrian Agama ........... 60,7 T
8. Kementrian PdK ................39.8 T
9. Kementrian Ristek & T .....,39.4 T
10. Kementrian Pertanian.....,.23,9 T.
Anggaran Agama yang seharusnya zero / nol, ini malah hampir 3 kali lipat anggaran pertanian .Petani perlu bantuan. Rakyat perlu makan sekarang.
Silahkan beragama sepuasnya tapi pakai anggaran pribadi , jangan pongah pakai anggaran negara, mau bidadari , pakai uang sendiri.
Tidak cukup sampai disitu saja , agama import ini malah dilindungi dengan UU penistaan agama .
Mana mungkin anak cucu kita bisa bersaing dengan anak anak bangsa China , Korsel , Jepang dan anak anak dari negara Eropah lainnya ???
------
Ada negara maju berdasar agama ?!
Negara hancur karena konflik basis agama, buuuannnyyyaaakkk !!!

Berikut adalah tulisan yang pernah saya tulis di kolom komentar di beranda facebook salah satu teman lama yang termuat tahun lalu

Berikut adalah tulisan yang pernah saya tulis di kolom komentar di beranda facebook salah satu teman lama yang termuat tahun lalu.
Hingga kembali teringat dan kembali saya coba angkat setelah melihat statemen KH. Maman Imanulhaq di acara Kick Andy beberapa hari lalu (16/06/2017), salah seorang pengurus elite NU yg sedikit-banyak menjadi slilit (sisa kunyahan di sela gigi) di tengah-tengah kekhusyu'an dan keasyikan umat menjalankan ibadah puasa.
Meski hanya slilit, jika dibiarkan bisa nylekit dan salah-salah bisa mengganggu kesehatan gigi dan mulut bahkan lebih buruk dari itu.
Dan 'lin niyyah shalihah', semoga paparan berikut dapat dicerna sebagai sebuah masukan dan kritik lillah atas dasar kasih fillah.
Berikut link videonya:
https://youtu.be/53XkpwNzPAo
(Mulai detik 5:57 s/d 6:03)
***
Ayat-ayat klaim bahwa Islam adalah agama yang diridhai (dan tema sejenis) sebenarnya banyak kita temui. Namun jika dalil naqli begitu bebal masuk ke akal, berikut madzhab "semua agama itu sama" bila mau dicermati lewat dalil 'aqli yang saya rangkum dari beberapa pendapat.
Begini..
Ada anak bernama ANU, dia pintar, baik dan memiliki kemampuan hebat. Lalu ia mengikuti ujian yg diselenggarakan pihak kampus. Walhasil nilai ujiannya SEMPURNA, tapi sayang dia tidak bisa LULUS meski nilai yg diperoleh di atas rata-rata. KENAPA?? Kok kesannya tidak adil? Terdholimi kah?
Ternyata, si ANU belum tercatat sebagai mahasiswa kampus tersebut. Pastinya pihak kampus mempunyai syarat tertentu termasuk melakukan pendaftaran sebagai kunci utama agar si ANU bisa lulus dari kampus tersebut.
Seperti halnya DAFTAR kuliah, masuk surga pun memiliki syarat-syarat tertentu sesuai tuntunan TUHAN (bukannya sok menjadi TUHAN ya?!) tapi yang menjadi rujukan dan acuan dasar adalah kalam ALLAH SWT dan sabda Nabi-Nya.
Nah.. sebaik atau sepintar apapun seseorang jika belum memenuhi syarat (melakukan pendaftaran atau membaca syahadat), maka otomatis kedua-duanya tidak akan dapat LULUS dengan mulus.
Dan yang pada akhirnya jika diteruskan, maka ujaran seperti di atas bisa menimbulkan salah-kaprah dan rancunya pemahaman. Seolah-olah untuk menuju surga tidak lagi diperlukan syahadat atau bahkan sholat dan kewajiban-kewajiban yg diperintah TUHAN lainnya. Cukup berbuat baik, selesai!!!
Bias seperti inilah yg akan menggiring kita kepada paham PLURALISME. Dan menurut paham ini, agama apapun tidak begitu penting karena semua orang (apapun agamanya) selama mau berbuat baik maka sama-sama akan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Swt yaitu surga.
Efeknya, agama bukan lagi hal yang sakral dan krusial. Toh semua bakal sama, sama-sama masuk surga bukan!!?
Inilah kerancuan berpikir yang kerap menjadi viral dan berbahaya jika terus diberi ruang.
Islam itu inklusif untuk urusan sosial dan kemanusiaan, tapi Islam tetaplah eksklusif untuk hal-hal yang terkait dengan masalah akidah.
والله اعلم واحكم