Arkib 06/2019

Dari wall pak Agung Pindha 4 Kementrian Agama 60 7 T 8 Kementrian PdK 39 8 T 9 Kementrian Ristek T 39 4 T 10 Kementrian Pertanian 23 9 T Anggaran Agama yang seharusnya zero nol ini malah hampir 3 kali lipat anggaran pertanian

Dari wall pak Agung Pindha
4. Kementrian Agama ........... 60,7 T
8. Kementrian PdK ................39.8 T
9. Kementrian Ristek & T .....,39.4 T
10. Kementrian Pertanian.....,.23,9 T.
Anggaran Agama yang seharusnya zero / nol, ini malah hampir 3 kali lipat anggaran pertanian .Petani perlu bantuan. Rakyat perlu makan sekarang.
Silahkan beragama sepuasnya tapi pakai anggaran pribadi , jangan pongah pakai anggaran negara, mau bidadari , pakai uang sendiri.
Tidak cukup sampai disitu saja , agama import ini malah dilindungi dengan UU penistaan agama .
Mana mungkin anak cucu kita bisa bersaing dengan anak anak bangsa China , Korsel , Jepang dan anak anak dari negara Eropah lainnya ???
------
Ada negara maju berdasar agama ?!
Negara hancur karena konflik basis agama, buuuannnyyyaaakkk !!!

Berikut adalah tulisan yang pernah saya tulis di kolom komentar di beranda facebook salah satu teman lama yang termuat tahun lalu

Berikut adalah tulisan yang pernah saya tulis di kolom komentar di beranda facebook salah satu teman lama yang termuat tahun lalu.
Hingga kembali teringat dan kembali saya coba angkat setelah melihat statemen KH. Maman Imanulhaq di acara Kick Andy beberapa hari lalu (16/06/2017), salah seorang pengurus elite NU yg sedikit-banyak menjadi slilit (sisa kunyahan di sela gigi) di tengah-tengah kekhusyu'an dan keasyikan umat menjalankan ibadah puasa.
Meski hanya slilit, jika dibiarkan bisa nylekit dan salah-salah bisa mengganggu kesehatan gigi dan mulut bahkan lebih buruk dari itu.
Dan 'lin niyyah shalihah', semoga paparan berikut dapat dicerna sebagai sebuah masukan dan kritik lillah atas dasar kasih fillah.
Berikut link videonya:
https://youtu.be/53XkpwNzPAo
(Mulai detik 5:57 s/d 6:03)
***
Ayat-ayat klaim bahwa Islam adalah agama yang diridhai (dan tema sejenis) sebenarnya banyak kita temui. Namun jika dalil naqli begitu bebal masuk ke akal, berikut madzhab "semua agama itu sama" bila mau dicermati lewat dalil 'aqli yang saya rangkum dari beberapa pendapat.
Begini..
Ada anak bernama ANU, dia pintar, baik dan memiliki kemampuan hebat. Lalu ia mengikuti ujian yg diselenggarakan pihak kampus. Walhasil nilai ujiannya SEMPURNA, tapi sayang dia tidak bisa LULUS meski nilai yg diperoleh di atas rata-rata. KENAPA?? Kok kesannya tidak adil? Terdholimi kah?
Ternyata, si ANU belum tercatat sebagai mahasiswa kampus tersebut. Pastinya pihak kampus mempunyai syarat tertentu termasuk melakukan pendaftaran sebagai kunci utama agar si ANU bisa lulus dari kampus tersebut.
Seperti halnya DAFTAR kuliah, masuk surga pun memiliki syarat-syarat tertentu sesuai tuntunan TUHAN (bukannya sok menjadi TUHAN ya?!) tapi yang menjadi rujukan dan acuan dasar adalah kalam ALLAH SWT dan sabda Nabi-Nya.
Nah.. sebaik atau sepintar apapun seseorang jika belum memenuhi syarat (melakukan pendaftaran atau membaca syahadat), maka otomatis kedua-duanya tidak akan dapat LULUS dengan mulus.
Dan yang pada akhirnya jika diteruskan, maka ujaran seperti di atas bisa menimbulkan salah-kaprah dan rancunya pemahaman. Seolah-olah untuk menuju surga tidak lagi diperlukan syahadat atau bahkan sholat dan kewajiban-kewajiban yg diperintah TUHAN lainnya. Cukup berbuat baik, selesai!!!
Bias seperti inilah yg akan menggiring kita kepada paham PLURALISME. Dan menurut paham ini, agama apapun tidak begitu penting karena semua orang (apapun agamanya) selama mau berbuat baik maka sama-sama akan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Swt yaitu surga.
Efeknya, agama bukan lagi hal yang sakral dan krusial. Toh semua bakal sama, sama-sama masuk surga bukan!!?
Inilah kerancuan berpikir yang kerap menjadi viral dan berbahaya jika terus diberi ruang.
Islam itu inklusif untuk urusan sosial dan kemanusiaan, tapi Islam tetaplah eksklusif untuk hal-hal yang terkait dengan masalah akidah.
والله اعلم واحكم

Barangkali ada yang mau beli rumah dan tinggal di dekat masjid AMWA Depok

Barangkali ada yang mau beli rumah dan tinggal di dekat masjid AMWA Depok.
Bismillah
DIJUAL Rumah Minimalis
ALAMAT : Jl. Pendidikan, Rt 03/09 No.30, kampung rawakalong, Kel. Grogol, Kec. Limo, Depok (10 MENIT JALAN KAKI ke masjid AMWA)
>Rumah ini semi baru karna baru selesai renovasi ulang.
>Masuk mobil dan nyaman ditempati.
Surat : AJB (jika mau naik sertifikat insya Allah bisa kami bantu)
LB : 91,14 m²
LT : 135,78 m²
>Garasi mobil dan motor
>1 Kamar tidur utama (ada kamar mandi didalam)
>1 kamar tamu
>Kamar mandi diruangan tamu dan keluarga
-Ruang tamu
-Ruangan keluarga
-Ruangan makan
-Dapur
-Kitchen set
-Ruangan ncuci
-Ruangan santai belakang sekaligus bisa buat taman
-‎Ruangan ventilasi udara sekalian buat taman
-‎Jett pump (air sangat bersih)
-‎Listrik 1300 watt
NB : Rumah ini di-design ada dua pintu masuk utama yakni khusus untuk ikhwan di depan dan khusus akhwat disamping langsung ke ruangan tengah.
Jika ada ikhwah yang minat atau tanya-tanya silakan hub. WA/Call 087887958182
"Mohon bantu sebarkan ya ikhwah"
Jazakumullahu khairan

SU tidak hadir karena belum dapat clearance dari Gerindra

* SU tidak hadir karena belum dapat clearance dari Gerindra
* SU menggantikan AB untuk mendampingi Presiden Jokowi
===
Terganjal Restu Gerindra, Sandiaga Tak Hadiri Reuni Akbar Alumni 212
Sabtu, 2 Desember 2017 | 20:49 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (30/11/2017).
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan alasannya tak menghadiri reuni akbar alumni 212 di Monumen Nasional, Sabtu (2/12/2017). Ia mengaku tak mendapat restu dari partai politik tempatnya bernaung, Partai Gerindra.
"Tadi saya sampai terakhir belum dapat clearence dari Partai Gerindra. Selain itu juga kebagian tugas dari Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan)," ucap Sandiaga.
Hari ini, Sandiaga memang menggantikan Anies untuk mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan venue Asean Games 2018 di Gelora Bung Karno.

Allāh Ta ālā mengatakan di dalam Al Qur an bahwa orang beriman itu bersaudara

Allāh Ta'ālā mengatakan di dalam Al-Qur'an bahwa orang beriman itu bersaudara. Nabi shallallāhu 'alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya bahwa seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya. Belumkah cukup? Persaudaraan itu atas dasar iman dan Islam. Lalu apakah kita mau menyempitkan makna persaudaraan itu di atas selain itu? Di atas golongan atau hizbiyyah meskipun dibumbui dengan istilah 'manhaj'.
Akhirnya yang terjadi, jika ada satu dua hal yang tak sejalan atau ada satu dua hal perbedaan pendapat, maka seakan-akan kita perlakukan ia bukan saudara kita lagi, atas nama 'manhaj'. Tak ada lagi salam, tak ada lagi kalam, tak ada lagi keramahan dan keakraban lagi, dibuang, dilupakan, dan seterusnya. Padahal dahulunya mungkin teman akrab atau mungkin dahulunya adalah gurunya. Guru yang mengajarkannya baca tulis Al-Qur'an dan semisalnya. Seperti itukah praktik 'manhaj' beragama yang benar itu.
Padahal Allāh Ta'ālā berfirman:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ...
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." [QS. Al-Fath:29]
Begitulah praktik keimanan. Saudaramu yang mungkin salah atau keliru atau terjadi perbedaan pendapat denganmu, tak harus engkau perlakukan layaknya musuh yang nyata seperti yahudi dan nasrani. Seandainya pun terjadi perbedaan pendapat, bisakah disampaikannya atas nama cinta sesama orang yang beriman?

Orang yang berhati lurus cerdas dan berakal ketika berdebat atau berdialog baik di dunia maya atau dunia nyata itu untuk mencari kebenaran

Orang yang berhati lurus, cerdas, dan berakal ketika berdebat atau berdialog baik di dunia maya atau dunia nyata itu untuk mencari kebenaran. Sementara orang yang berhati bengkok dan kerdil untuk mencari pembenaran atau kemenangan.
Al-Imām Asy-Syāfi'ī rahimahullāh berkata:
ما ناظرت أحدًا قط على الغلبة. [توالي التأسيس لابن حجر:113]
“Saya tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan." [Tawālī At-Ta’sīs hlm.113 oleh Ibnu Hajar]
Orang yang berhati lurus, cerdas, dan berakal ketika berdebat atau berdialog baik di dunia maya atau dunia nyata itu berharap lawan debatnya mendapatkan kebaikan serta berharap mendapatkan ilmu dan kebenaran dari lawannya. Sementara orang yang berhati bengkok dan kerdil berharap mendapatkan aib dan kelemahan lawannya untuk dirobek kehormatannya.
Al-Imām Asy-Syāfi'ī rahimahullāh berkata:
مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ إِلاَّ أَحْبَبْتُ أَنْ يُوَفَّقَ وَيُسَدَّدَ وَيُعَانَ وَيَكُوْنَ عَلَيْهِ رِعَايَةٌ مِنَ اللهِ وَحِفْظٌ وَمَا نَاظَرْتُ أَحَدًا إِلاَّ وَلَمْ أُبَالِ بَيَّنَ اللهُ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِيْ أَوْ لِسَانِهِ. [توالي التأسيس لابن حجر :114]
“Tidaklah saya berdebat kecuali saya berharap agar lawan debatku diberi taufiq dan diberi pertolongan dan dijaga oleh Allāh. Dan tidaklah saya berdebat kecuali saya tidak menghiraukan apakah Allāh menampakkan kebenaran lewat lisanku atau lisannya." [Tawālī At-Ta’sīs hlm.114 oleh Ibnu Hajar]

Edisi Manhaj DEMI PERSATUAN WAJIB DI ATAS MANHAJ YANG SATU YAITU MANHAJ SALAF

(Edisi Manhaj)
DEMI PERSATUAN, WAJIB DI ATAS MANHAJ YANG SATU YAITU MANHAJ SALAF
Al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
الواجب أن نكون على منهج واحد، منهج الكتاب والسُّنَّة وسلف هذه الأمة، وهو المنهج الصَّحيح الذي يجب أن نسير عليه في دعوتنا إلى الله، وفي عملنا، وفي علمنا، وفي جميع أمورنا، لو أخذنا بهذا؛ لم يحصل اختلافٌ، ولم يحصل عداوات، ولم يحصل تفرُّقٌ، إنما يحصل التَّفرُّقُ من مخالفة هذا المنهج، والتماس مناهج أخرى، هذا هو الذي يوجب التفرق واختلاف‏
"Wajib atas kita berada di atas satu manhaj, yaitu manhaj al-Qur'an, as-Sunnah, dan generasi salaf umat ini.
Itulah manhaj yang shahih, wajib atas kita untuk berjalan di atasnya, baik dalam dakwah kita ke jalan Allah, dalam amal kita, maupun dalam ilmu kita, dan dalam semua urusan kita.
Jika kita berpegang dengan prinsip ini, maka tidak akan ada perselisihan, permusuhan, maupun perpecahan.
Perpecahan itu terjadi karena menyelisihi manhaj tersebut, serta menempuh manhaj lain. Inilah yang menimbulkan perpecahan dan perselisihan."
[Al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan]
Sumber || http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=105480
Majmu'ah Manhajul Anbiya
Channel Telegram || https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya

Edisi Manhaj MANHAJ SALAF ADALAH AGAMA ALLAH YANG HAQ Asy Syaikh Rabi bin Hadi al Madkhali hafizhahullah

(Edisi Manhaj)
MANHAJ SALAF ADALAH AGAMA ALLAH YANG HAQ
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
يا إخوتاه: كتاب الله تعالى بين أيدينا وسنة رسول الله‏ ﷺ بين أيدينا وبيان الصحابة وعملهم وواقعهم وتاريخهم وعقائدهم كلها تشهد لهذا المنهج السلفي بأنه دين الله الحق
“Wahai saudara-saudaraku, kitabullah ta'ala di depan kita, Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di depan kita, dan penjelasan para sahabat, perbuatan mereka, kenyataan mereka, sejarah mereka, aqidah mereka semuanya bersaksi untuk manhaj salaf ini, bahwasannya manhaj salaf ini adalah agama allah yang haq.
وأفضل ميزان للثبات على الحق والالتزام بالحق أن تكون على ما كان عليه محمد ﷺ وأصحابه رضي الله عنهم
Dan sebaik-baiknya timbangan untuk kokoh di atas al-haq dan berpegang teguh dengan al-haq adalah engkau berada di atas jalan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu 'anhum.”
[Al-Washaya al-Manhajiyyah hlm. 36]
Sumber || Channel Telegram @ImamRabee
Ukhuwah Salafiyyah
Channel Telegram || https://t.me/ukhuwahsalaf

Edisi Manhaj BUKAN SEKEDAR PENGAKUAN Asy Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah berkata

(Edisi Manhaj)
BUKAN SEKEDAR PENGAKUAN
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
فإذا أردت أن تكون سلفيا حقا
"Maka jika engkau ingin menjadi salafi yang sebenarnya,
فعليك أن تدرس مذهب السلف بإتقان
maka wajib atasmu untuk belajar madzhab salafi dengan sempurna.
وتعرفه ببصيرة، ثم تعمل به من غير غلو ومن غير تساهل
Dan engkau mengetahuinya dengan bashirah (ilmu), kemudian beramal dengannya dengan tanpa ghuluw (berlebih-lebihan) dan juga tanpa tasahul (bermudah-mudahan).
هذا هو منهج السلف الصحيح، أما مجرد الإدعاء والإنتساب من غير حقيقة، فهذا يضر ولا ينفع
Inilah manhaj salaf yang shahih (benar). Adapun sekedar pengakuan dan penggabungan diri / afiliasi tanpa disertai hakikatnya, maka ini membahayakan dan tidak bermanfaat."
[At-Ta'liiqat at-Taudhiihiyyah 'ala Muqaddimah al-Fatawa al-Hamuwiyyah, hlm. 59]
Majmu'ah Hikmah Salafiyyah
Channel Telegram || https://t.me/hikmahsalafiyyah

HABIB VS KECEBONG Wahai saudara Habib Bahar bin Smith Saya baru cari info ternyata yang ceramah dalam video surat terbuka saya itu Anda bernama Habib Bahar bin Smith

HABIB VS KECEBONG
Wahai saudara Habib Bahar bin Smith,
Saya baru cari info, ternyata yang ceramah dalam video surat terbuka saya itu Anda bernama Habib Bahar bin Smith.
Ok baiklah, Anda boleh saja mengaku keturunan nabi sehingga disematkan gelar habib atau apalah itu hak Anda. Bahkan anda boleh saja menganggap saya keturunan Fir'aun atau bani kecebong.
Melalui fanpage ini saya ingin tantang Anda yang bernama Habib Bahar bin Smith. Saya ingin tantang Anda untuk ketemu dan diskusi terbuka hanya 4 mata dan disiarkan live melalui berbagai media sosial. Bila perlu kita undang juga beberapa media agar publik tahu siapa Anda dan siapa saya sebenarnya.
Sebelumnya saya tidak mengenal anda. Mungkin anda jg tdk mengenal saya. Namun melalui video ceramah Anda yang provokatif itu, saya baru mulai mencari tahu siapa Anda sebenarnya. Dan ternyata Anda itu Habib.
Kalau Anda bener2 Habib keturunan Nabi dan menteladani nabi maka sudah seharusnya setiap ceramah yang disampaikan itu sesuai fakta, penuh kedamaian, menyejukkan dan dapat mempersatukan antar sesama. Tapi kalau ceramah isinya provokasi, fitnah dan menyesatkan maka itu yg ceramah sesungguhnya adalah Syetan.
Saya ini orang biasa dan tidak punya embel2 gelar ustad, kyai, habib atau apapun. Saya Yusuf Muhammad yang sering dipanggil kecebong. Dan saya ingin tantang Anda yang bergelar Habib untuk diskusi soal Agama. Bila perlu kita tes ngaji, tajwid dan hafalan Al-Qur'an terlebih dahulu. Setuju?
#TurnBackHabibHoax
AKHIRNYA
Akhirnya ajakan Kecebong dibales sang Habib...
Saya dengar ajakan diskusi saya dengan HBBS telah mendapat jawaban langsung dari yang bersangkutan. Ok bagus kalau gitu, meskipun sayang ada sedikit salah tangkap. Saya mengajak untuk diskusi tapi dianggap ngajak debat. Okelah aku ora popo.
Sedikit meluruskan ya Bib, diskusi itu berbeda dengan debat. Diskusi itu bukan soal menang dan kalah, tapi mencari kebaikan dari apa yang didiskusikan. Dalam agama pun jelas dilarang untuk berdebat. Tapi ora popo, saya anggap saja maksud Anda diskusi juga, bukan berdebat. Kalau tetep ngotot ngajak debat ya Wassalam aja, saya menyerah.
Terimakasih Anda sudah menanggapi kecebong seperti saya ini. Saya ingin ngajak ngaji Tajwid dan hafalan yang sederhana dulu, namun Anda ngajakin tes baca KITAB KUNING dan tes USHUL FIQIH, serta nyuruh saya untuk membawa semua kitab tentang agama.
Baiklah saya jabanin, mungkin karena Ilmu Anda sudah tinggi. Baguslah tak sia2 saya ngajakin diskusi Anda.
Oh ya tapi maaf, saya tidak perlu membawa banyak kitab, saya cukup bawa akal yang masih waras ini saja untuk modal diskusinya. Mohon bersabar, akan diatur waktu dan tempat diskusinya.
Oh ya, btw rencana mau bawa laskar berapa? Mohon dihitung ya, nanti ana siapin jamuan nasi kotaknya. :) (Biar gak bosan nasi bungkus terus, hehe ?).
NB: Silahkan bagi media online yang berkenan bisa meliput. Kita live via medsos juga!