Arkib 08/2019

ب س م الل ه الر ح م ن الر ح ي م

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
GRATIS, TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAH
♻Jangan Lewatkan PENGAJIAN RUTIN 2 PEKANAN KOMUNITAS MAKASSAR BEBAS RIBA♻
"Hadirilah Taman-taman Surga dan Raihlah Warisan Para Nabi dengan Mengikuti Kajian Rutin Islam"
? "FIQIH MUAMALAH, JUAL BELI, KHIYAR, RIBA, UTANG PIUTANG, SEWA MENYEWA DAN SYIRKAH DALAM ISLAM"
? Pemateri :
حفظه الله تعالى ‎Ustadz ABDUL MALIK Al-BUTHONY
⏰ Waktu :
SABTU, 20 Januari 2018
Jam : 12.30-selesai Wita
(Ba'da Dhuhur)
? Tempat :
Masjid Nurul Ilmu UNM
Jalan Raya Pendidikan
(Belakang Menara Phinisi UNM Pettarani)
??Live Streaming :
https://facebook.com/makassarbebasriba/
"Barang siapa yang menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan untuknya jalan menuju surga".
[HR. Muslim, no. 2699]
? mohon membawa alat tulis menulis untuk mengikat ilmunya.
Silahkan disebarkan, semoga menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak.
‎آمين اللهمّ آمين
‎جزاكم الله خيرا
‎وبارك الله فيكم
? Contact Person :
Andi Rifki
♻08124265299☎

Fitnah Akhir Zaman Phase4 INJURY TIME Rasulullah SAW telah mengarahkan umatnya untuk berlindung dari fitnah al Masih ad Dajjal

Fitnah Akhir Zaman ( Phase4 INJURY TIME )
Rasulullah SAW telah mengarahkan umatnya untuk berlindung dari fitnah al Masih ad Dajjal. Beliau telah meninggalkan umatnya diatas jalan yang lurus dan terang, malamnya bagai siangnya dan tidaklah seorang yang menyimpang darinya kecuali dia akan celaka.
Beliau tidaklah meninggalkan suatu kebaikan kecuali menunjuki umatnya untuk melakukannya dan tidaklah terdapat suatu keburukan kecuali beliau telah mengingatkan umatnya agar waspada terhadapnya.
Diantara yang perlu diwaspadai adalah fitnah al Masih ad Dajjal karena ia adalah fitnah terbesar yang dihadapi umat ini hingga hari kiamat. Setiap Nabi telah mengingatkan umatnya terhadap si Cacat matanya, Dajjal, khusus bagi Nabi Rasulullah SAW ditambah lagi pengingatan dan warning ini.
Allah swt telah menjelaskan kepadanya Rasulullah SAW tentang berbagai sifat-sifat dajjal ini agar beliau Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk waspada terhadapnya karena Dajjal itu akan keluar pada masa umat ini dan tidak ada keraguan tentangnya karena umatnya adalah umat terakhir dan Rasulullah SAW adalah penutup para Nabi.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
Artinya : “Wahai Allah aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al Masih ad Dajjal dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah saat kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.” [HR. Bukhori]
***
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. [QS. 42 Asy Syuura ayat 20]
.........
Kalian tau Dajjal mengerahkan Agen Agennya ( Illuminaty / The Secret Society ) salah satu nya untuk MIND KONTROL itu tanpa kita sadari karena yang diserang adalah ALAM BAWAH SADAR KITA secara tidak langsung akan menjauhkan kita dari ALLAH

30 11 09 03 Bang DM INFO DARI HUMAS ANIES SANDI

[30/11 09:03] Bang DM': *INFO DARI HUMAS ANIES-SANDI.!!!*
Sehubungan dengan beredarnya informasi daftar layanan terminal Transjakarta busway gratis utk acara Dzikir Akbar 212 di Monas pada 2 Desember 2017. Dan info bahwa acara tersebut disponsori oleh Gubernur dan Wagub DKI Jakarta.
Maka dengan ini diberitahukan bahwa pesan berantai tesebut adalah tidak benar.
Mari tetap dukung Anies-Sandi dengan terus menjaga kredibilitas kerja dan turut mendo'akan kemudahan dan kelancaran program mereka kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala.
___________
[Humas Pemprov DKI]
@Humas_DKI
[30/11 09:03] Bang DM': *INFO BIS GRATIS ini ternyata dikeluarkan oleh jasmev hoakers jokowers*...
Tim Anies Sandy mengklarifikasi :
*Bus gratis itu tidak ada*
Tujuannya agar masyarakat bingung & menganggap
Anies Sandy telah
berbohong...
Info tersebut adalah sebagai berikut :
*MOHON BANTU VIRALKAN ANIES SANDY TAK MENYEDIAKAN BIS UNTUK ACARA 212 di MONAS...*
*INFO ITU HOAX DIKELUARKAN JASMEV AHOKERS JOKOWERS*

Kenangan masa begitu indah kebersamaan 2004 2014 dengan Kang Haji Jiton PDIP ketua DPRD Pak Ade Swara mantan Bupati Kang Aher Teh Cellica Orang orang hebat yg sdh sukses membangun Karawang dan Jabar

Kenangan masa begitu indah kebersamaan 2004-2014 dengan Kang Haji Jiton PDIP ketua DPRD, Pak Ade Swara mantan Bupati, Kang Aher, Teh Cellica..Orang-orang hebat yg sdh sukses membangun Karawang dan Jabar..
Bersama mereka kami.mengabdi untuk Karawang dan Jabar
Perjuangan Perda Naker, Perda Wajib Belajar DTA, Perda Perlindungan TKI dan Perda Pengentasan Kemiskinan, Perda Pendidikan, semua berkat jasa Pembangku Kebijakan Ketua DPRD Kang Jiton, Bupati Ade Swara dan Kang aher Gubernur Jabar ikut Support Karawang
Saat Karawang Memanggil kami lagi...Kang Nanda Siap berkhimad Buat Karawang
Kami siap mengabdi untumu Karawang...
#PokoknaKangNandaJadikeunDewanDeui!!!
Anda harus lanjutkan dan Realisasikan perjuangan sebelumnya!!
#KangNandaForKarawang!

Permintaan Maaf Teman teman terutama pembaca Mojok yang baik

Permintaan Maaf
Teman-teman, terutama pembaca Mojok yang baik...
Sudah beberapa hari ini, ada cukup banyak orang yang memberi masukan lewat saya kalau Mojok sudah berat sebelah dalam isu pilpres. Lebih berat ke Jokowi daripada ke Prabowo. Uniknya, sebagian dari mereka yang mengingatkan, justru pendukung Jokowi. Selebihnya terlihat netral, dan hanya sedikit yang pendukung Prabowo.
Masukan tersebut sangat penting. Hari ini juga, kami melakukan evaluasi konten untuk pilpres yang akan dipimpin oleh Agus Mulyadi. Berkali-kali mesti saya ulangi: Mojok didirikan bukan untuk agenda elektoral. Termasuk pilpres.
Saya tahu persis, mungkin 80-an persen penulis di Mojok pendukung Jokowi. Kru Mojok juga banyak yang mendukung Jokowi. Saya, kalau disuruh memilih antara Jokowi atau Pabowo, jelas memilih Jokowi. Walaupun sebagaimana tahun 2014, kalau diberi umur panjang oleh Tuhan, tahun 2019 pun saya mungkin tak akan pergi ke TPS. Bukan apa-apa. Jam mencoblos di TPS adalah jam tidur saya. Tidur adalah kemewahan bagi saya. Dan saya tidak mau jam tidur saya diganggu dengan aktivitas mesti kepanasan, ngantre, ngantuk, di TPS.
Apapun itu, sentimen politik personal seperti yang saya paparkan di atas, tidak diperkenankan merembes ke Mojok. Dan jika hal itu telah terlihat merembes di Mojok, saya meminta maaf. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Anda yang memberi masukan.
Dalam situasi yang hampir seluruh orang di sekeliling kami mendukung Jokowi, tentu berdiri di garis adil pasti tidak gampang. Kami harus bekerja keras untuk melakukan itu. Tapi kalau Anda yang mendukung Jokowi saja mau mengingatkan hal itu, pasti akan menjadi energi besar buat kami agar lebih adil lagi.
Terimakasih banyak. Salam hangat.
Puthut EA
Kepala Suku Mojok
Catatan: Saya juga sadar bahwa catatan seperti ini bakal susah dipahami oleh orang-orang dengan kapasitas dan tendensi tertentu. Itu biasa. Maklum, soal kapasitas :)

Aku barusan mendaftar menjadi anggota EMJ Emak Militan Jokowi di link ini

Aku barusan mendaftar menjadi anggota EMJ (Emak Militan Jokowi) di link ini :
Bit.ly/emakmilitanjokowi
Tujuanku gabung sih, bukan semata belain Jokowi ya.... tapi mau ikut aktif bersuara kepada anak-anak dan remaja, yang akan menjadi pemilih untuk pertama kalinya, dalam pemilu 2019.
Berbuat apa?
- Bersuara MENYAMPAIKAN KEBENARAN.
- Bersuara mengklarifikasi berita bohong.
- Bertindak melindungi generasi muda dan masyarakat luas dari serbuan hoax, dengan cara turn back hoax
mari kita melakukannya bersama.
dalam koordinasi mbak Djati Erna Sahara dkk.
colek Christ Amadea, ini idemu kan say? Ngajak aku untuk cancut nggarap komunikasi ke anak2 pemilih pertama...?

Ijtima Ulama dan Ujian Ketaatan Umat Kepada ulama yang berijtima banyak di antara kita yang bersu udzon dan meragukannya

Ijtima' Ulama dan Ujian Ketaatan Umat
Kepada ulama yang berijtima', banyak di antara kita yang bersu'udzon dan meragukannya. Menilai mereka bagai kumpulan orang-orang polos dan lugu. Juga buta politik.
Ketika sekitar 600 ulama menyebut Prabowo Subianto sebagai capres dan Habib Salim Segaf Aljufri-Ustadz Abdul Somad sebagai cawapres, kita menganggap mereka sekadar memberikan rekomendasi dan "asal-asalan".
Lalu ramai-ramai kita mendelegitimasinya. Menyerang kemudian menjatuhkannya dengan berbagai cara.
Padahal, saat tiga nama itu tersebut, itu sudah satu paket dengan kesiapan dan totalitas para ulama untuk memperjuangkannya.
Simak apa kata Habib Rizieq Shihab saat membuka acara Ijtima' Ulama di Jakarta, Jumat (27/07).
"Jangan pernah khawatir soal elektabilitas dan logistik dan posko pemenangan," ujar Habib Rizieq Shihab melalui rekaman suara yang diperdengarkan kepada peserta.
Dalam hal logistik, Habib Rizieq berkomitmen untuk menghimpunnya. "Logistik akan kita galang," tambahnya.
Sementara, soal elektabilitas ia juga mengaku akan menggenjotnya bersama ulama dan umat.
"Seluruh rumah umat di tanah air akan jadi posko pemenangan," kata Habib Rizieq lagi.
Ini yang berkata seorang Habib Rizieq. Ulama yang kadung dikenal dengan kegigihannya. Militansi dan kharismanya.
Aksi 411 dan 212 yang melegenda, diakui atau tidak karena keberadaan Habib Rizieq.
Bahkan, mubahalah yang dilakukannya, diduga kuat oleh warganet sudah banyak memakan korban.
Jadi jangan pernah menganggap remeh ijtima' mereka. Jangan pernah underestimate dengan nama Habib Salim.
Pencoblosam Pilpres bukan Agustus ini. Tapi April 2019. Masih ada rentang waktu 8 bulan. Cukup panjang untuk mendongkrak elektabilitas.
Saya membayangkan, bagaimana militansi ulama, umat dan kader-kader PKS dalam berjuang. Dahsyat! Pilgub Jabar dan Jateng jadi saksinya.
Apakah PKS ngotot dan haus kekuaaaan? Mbok ya lihat rekam jejak PKS dulu. Dalam Pilgub DKI Jakarta, PKS legowo menarik Mardani Ali Sera jadi cawagub. Saat Pilgub Jabar, juga lapang dada tidak menduetkan Ahmad Syaikhu dengan Deddy Mizwar.
Lagi pula, nama Habib Salim muncul dari ijtima' ulama, bukan disodorkan PKS. Dan PKS pun tidak masalah jika pada ujungnya Ustadz Abdul Somad yang jadi cawapres. Habib Salim sendiri secara tegas menyatakan UAS lebih pantas.
Inilah cara Allah menguji kita, umat Islam. Mau atau tidak taat kepada para ulama yang selama ini kita jadikan panutan.
Pilpres 2019 ini momentumnya. Saat paling tepat kita mengubah kerumunan menjadi himpunan. Mengubah kumpulan menjadi barisan yang kokoh dan tersusun rapih.
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (Ash Shaf: 4)
Erwyn Kurniawan
Penulis dan Jurnalis

Anies ini latar belakangnya akademisi namun memiliki sahwat yg kelewat tinggi kayak orang lagi sange untuk naik ke panggung nasional

Anies ini latar belakangnya akademisi namun memiliki sahwat yg kelewat tinggi (kayak orang lagi sange) untuk naik ke panggung nasional. Dengan menghalalkan segala cara dia berhasil jadi Gubernur, tapi tidak bisa menyembunyikan kebodohan dia dalam management (yg sebetulnya sudah terbukti waktu Anies ini dipecat Jokowi dari posisi MenDikBud).
Adapun Sandi adalah profesional yg besar dengan mengabdi pada Edwin Soerjadjaja, Tedy Rachmat & Beny Subianto (alm.) yang semuanya adalah kerabat & orang kepercayaan William Soerjadjaja, yang tentu saja sudah kaya banget dari jamannya Soeharto. Melipat2 kekayaan mereka bertiga melalui Saratoga dimana Sandi didudukkan sebagai DirUt, tentu saja bukan hal yg susah.
Jadi Sandi juga hanya terbiasa menjalankan bisnis mapan dengan guidance dari "the thee Amigos."
Anies & Sandi yang sama2 sangat inverior dalam melaksanakan management yg sangat kompleks seperti penanganan pemerintahan DKI ini, tentu saja jadi makanan empuk dari bandit2 dan tikus2 DKI yang sudah kelaparan selama Ahok memimpin administrasi DKI.
Indikasinya Anies & Sandi tidak kapabel dan mulai dipermainkan oleh bandit2 & tikus2 DKI yaaaaa sudah dapat dilihat dari penyusunan anggaran yg tekor 2,5 triliun ini. Mereka berdua seperti karakter di filem Dumb & Dumber yang hanya sibuk melakukan tindakan konyol. Sedangkan management DKI secara perlahan mulai diambil kontrolnya oleh Pemerintah Daerah bayangan yang secara kolektif dijalankan oleh para bandit dan tikus2 got.
Semoga masyarakat Jakarta tidak terkorbankan hanya karena ada dua orang ingin memuaskan syahwat pribadi untuk sekedar tampil di pentas nasional.

Banyaknya berseliweran status status PEMBODOHAN di medsos yg sudah dishare ribuan kali bahkan pemberitaan di beberapa media online tentang STATUS pak Joko Widodo yg katanya saat ini BUKAN LAGI Presiden tapi sebagai Calon Presiden hingga desakan mundur dar

Banyaknya berseliweran status-status PEMBODOHAN di medsos yg sudah dishare ribuan kali bahkan pemberitaan di beberapa media online tentang STATUS pak Joko Widodo yg katanya saat ini BUKAN LAGI Presiden tapi sebagai Calon Presiden hingga desakan mundur dari Eggy Sudjana dan kelompoknya sebagaimana dlm video pada link akun FB berikut ini ? https://www.facebook.com/2116441781903891/posts/2116717995209603/
dengan memgatas namakan perintah Undang-Undang (entah UU yg mana yg mereka maksud dan sdh sampai dimana pembacaan mereka ttg UU Pemilu).
Supaya masyarakat tidak ikut-ikutan berpikiran SESAT seperti mereka dan ikut menshare postingan dan video PEMBODOHAN tersebut maka sy merasa berkewajiban menyampaikan bhw:
1. SAAT INI BELUM ADA PASANGAN CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN karena PENETAPAN PASLON PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN baru akan dilakukan oleh KPU pada tanggal 20 September 2018;
2. MASA KAMPANYE juga belum masuk krn Kampanye Pemilu dimulai 3 hari setelah Penetapan Pasangan Calon yaitu tanggal 23 September 2018 dan berakhir 3 hari sebelum hari Pemungutan Suara sehingga semua kegiatan Bapak Presiden hingga saat ini, bukanlah kegiatan Kampanye.
3. Tentang kebolehan seorang Presiden sebagai calon petahana untuk melakukan kegiatan kampanye beserta fasilitas yg boleh digunakannya juga sudah diatur dalam UU (lihat foto).
Jadi saya sarankan masyarakat pemilih agar rajin-rajin membaca UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU No. 5 tahun 2018 tentang Jadwal dan Tahapan Pemilu.
Berikut ini sy screen shoot pasal-pasal terkait dlm UU No. 7 tahun 2017 dan PKPU 5/2018 ???
Silahkan dishare, tdk usah minta izin ?

Saksi Ahli Beberapa hari belakangan saya memantau diskursus menarik antara Rais Syuriah PB Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin dengan Ustad Abdul Somad di sosial media

Saksi Ahli
Beberapa hari belakangan saya memantau diskursus menarik antara Rais Syuriah PB Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin dengan Ustad Abdul Somad di sosial media. Pangkal soalnya terkait kesediaan Kiai Ishom menjadi "saksi ahli" pada sidang Ahok dalam kasus penistaan agama.
Mohon ijinkan saya berpendapat berdasar pengalaman pribadi. Saya pernah menjalani persidangan panjang di Pengadilan Negeri Jakpus. Saya menjadi terdakwa karena menjadi Pemred Obor Rakyat saat Pilpres 2014 lalu. Seperti juga pihak jaksa penuntut umum, sebagai terdakwa saya memiliki hak mengajukan saksi ahli.
Saat sidang Obor Rakyat, saya mengajukan beberapa saksi, antara lain [almarhum] Ahmad Taufik Jufry (ahli media, Ketua AJI pertama) dan Arief Poyuono (praktisi politik, Wakil Ketua Umum Gerindra). Ada beberapa yang sudah dijadwalkan, tapi berhalangan karena kondisi, antara lain Rocky Gerung (Dosen Filsafat Universitas Indonesia). [Almarhum] Rusdi Mathari sedianya juga akan menjadi saksi, tapi kemudian berhalangan karena sakit.
Yang ingin saya bilang adalah, terlepas betapa berat opini publik menyerang, seorang terdakwa berhak mengajukan saksi ahli. Dan mekanisme itu sangat baik untuk mencapai keadilan sejati. Sebab, majelis hakim akan menghasilkan keputusan yang berkualitas manakala mendapat masukan dari pelbagai sudut pandang.
Kembali ke diskursus antara Kiai Ishom dan Ustad Somad. Saya sangat menghormati Ustad Somad. Saya kagum pada penguasaannya dalam ilmu agama, khususnya hadist. Meskipun "pertemuan" saya dengan Ustad Somad hanya melalui youtube.
Sedangkan dengan Kiai Ishom saya memiliki hubungan yang akrab. Kami sama-sama dari Lampung. Saya kerap sowan ke rumah kontrakannya yang sempit, untuk 'ngangsu kawruh', ngalap berkah menimba sedikit ilmu.
Kebetulan, sebelum menjadi saksi ahli dalam kasus Ahok, Kiai Ishom sempat bertanya pendapat saya. Saat itu saya menyatakan tak setuju, karena sudah membayangkan betapa seluruh penjuru akan menghujatnya. Tapi dengan lembut Kiai Ishom bilang, "Sebetulnya saya bukan membela Ahok, tapi sekadar ingin membantu majelis hakim mendapatkan pandangan yang lengkap. Intinya saya akan menyampaikan tafsir kata 'aulia' dalam QS Al Maidah 51 tidak tunggal --- 'pemimpin'. Dari banyak kitab klasik yang saya pelajari, tafsirnya beragam. Itu saja. Soal nanti Ahok akan ditetapkan bersalah atau tidak, itu wewenang hakim".
Begitulah yang saya tahu terkait soal ini. Bagaimana pun Kiai Ishom dan Ustad Somad adalah ulama yang patut dihormati. Dan saya yang dhaif ini tak berani menari-nari di atas diskursus para ulama. Maqam saya belum seujung kuku kaki beliau-beliau itu. Tiba-tiba saya teringat dialektika dua pemikir besar Islam: Imam Al Ghazali versus Ibn Rushd soal Tahafut Al Falasifah ...
Wallahu'alam
--- Musafir Kelana