Arkib 12/2019

Bismillahirrahmanirrahim HADIRILAH KAJIAN RUTIN ISLAM ILMIAH UNTUK UMUM

Bismillahirrahmanirrahim
HADIRILAH KAJIAN RUTIN ISLAM ILMIAH UNTUK UMUM
In Syaa Allah,
RABU, 07 RABIULAKHIR 1441 / 04 DESEMBER 2019
Waktu:
BA'DA MAGHRIB - ISYA
Bersama:
USTADZ AHMAD JUMARI, Lc. Hafizhahulloh
kitab:
DURUS FI SYARAH NAWAQIDHIL ISLAM
[Penjelasan Pembatal Keislaman]
Karya Syekh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan Hafidzohulloh
Tempat:
MASJID AL AMIN SAMARINDA
Jl. AW. Syahranie 9 Pandan Wangi Mansion Apartemen, Samarinda
(https://goo.gl/maps/TXBf3j8EHRC2)
Yuk hadiri kajiannya & sebarluaskan infonya, semoga kita semua diberikan keistiqomahan dalam menuntut ilmu agama.
Info Al Amin
Ikhwan : 0821 5007 4422
Akhwat: 0821 9798 4872

Inilah Surat yang Ditulis Imam Besar Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman as Sudais untuk Anies Baswedan

Inilah Surat yang Ditulis Imam Besar Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman as Sudais untuk Anies Baswedan

Islamedia - Setelah mendapatkan undangan kehormatan Imam Besar Masjid Nabawi(baca:Anies Baswedan Dapat Undangan Istimewa Imam Besar Masjid Nabawi untuk Membahas Kondisi Umat Islam), kini Anies Baswedan kembali mendapat kehormatan untuk menghadiri undangan khusus Imam Besar Masjidil Haram dan Pimpinan Pengurus Dua Masjid Suci, Syaikh Abdurrahman as Sudais, Rabu siang (6/6/2017) waktu Makkah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Syaikh Khalid al Hamudy, ulama terkemuka Mekkah tersebut membahas banyak hal bersama Anies. Mulai dari perkembangan Islam, konflik dunia, dan Indonesia.
Di akhir pertemuan, Syaikkh Sudais memberikan sebuah Mushaf Al Quran dan di halaman depannya Beliau menuliskan sebuah surat yang berisi pesan dan harapan untuk Anies.
"Pesan ini ditulis tangan langsung oleh Syekh Sudais," ujar Jurubicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak seperti dilansir rmoljakarta.com, Kamis (7/6/2017).
Berikut terjemahan surat yang ditulis di Mushaf itu;
Hadiah
Tanda cinta, sayang, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta untaian doa yang tidak terputus-putus untuk Saudaraku Dr. Anies Baswedan (Semoga Allah selalu menjaga beliau).
Ucapan selamat teruntuk beliau atas apa yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala anugerahkan berupa menjadikan beliau Gubernur Jakarta.
Saya berwasiat kepada beliau agar senantiasa bertakwa (takut) kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala dan berpegang teguh kepada Al Quran Yang Agung ini dalam setiap hal.
Saya memohon kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala untuk beliau semoga senantiasa diberikan taufik dan bimbingan dengan doa yang tulus dari Negeri Haramain yang Mulia dan untuk Bangsa Indonesia Tercinta.
Yang mencintaimu karena Allah Taala
TTD
Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais
[islamedia]

Baru Pernah Terjadi FPI Daerah Ini Tak Mau Ikuti Keputusan Imam Besar Habib Rizieq

Baru Pernah Terjadi. FPI Daerah Ini Tak Mau Ikuti Keputusan Imam Besar Habib Rizieq
KNB Bms
Author
+ IKUTI
kompas.com
Front Pembela Islam (FPI), dikenal sangat loyal dan patuh terhadap pimpinannya yakni Habib Rizieq. Segala keputusan dan maklumatnya biasanya selalu diikuti dan belum pernah mendengar ada anak buahnya yang berani menentangnya.Namun ternyata fakanya tidak selamanya demikian.
Keputusan Habib Rizieq yang diikuti ijtimak ulama 3 menyatakan agar KPU mendiskualifikasi Capres Jokowi karna menurutnya dianggap banyak melakukan kecurangan.
HRS menolak kemenangan Jokowi atas Prabowo baik versi quick count maupun real count yang masih dilakukan saat ini oleh KPU. Bahkan HRS berani mendesak KPU agar sistem hitung cepat melalui RC di situng KPU dihentikan. Alasannya dalam sistem itu banyak kecurangan dan mmbuat masyarakat resah. Namun sayangnya KPU menytakan tak mau didikte oleh seiapapun dlam bekerja.
Nah FPI di Banyumas, Jawa Tengah mengambil sikap yang berbeda dengan Imam Besarnya itu. Jika HRS tak mau legowo dan menuduh Jokowi curang, namun Banyumas sebaliknya. Mereka berjanji untuk legowo apapun hasilnya, siapapun yang akan ditetapkan KPU baik no,01 maupun 02 akan diterimanya dengan baik.
Nah loh, ko berani banget ini FPI Banyumas. Memangnya tidak takut dipecat ?
media indonesia
Sebagaimana KOMPAS.com menulis, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan siap menerima hasil pemilihan presiden (pilpres) yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan legawa. Ketua DPD FPI Banyumas Slamet Suaedi mengatakan, hampir tidak ada kecurangan selama pilpres di Banyumas. Tahapan pilpres dan pemilu di Banyumas berjalan dengan aman dan lancar.
"Mengenai kecurangan di Banyumas sangat minim. Setelah pilpres ini juga berjalan kondusif, mudah-mudahan 22 Mei nanti tidak terjadi apa-apa, selalu kondusif. Kami menerima pengumuman 22 Mei, kami siap menerima dengan legawa," katanya seusai silaturahim dengan tokoh Banyumas di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (11/5/2019) dikutip kompas.com
tribunnews.com
Dalam acara yang bertajuk Merajut Damai Pascapemilu 2019 itu juga dilakukan deklarasi damai oleh seluruh elemen masyarakat yang hadir, antara lain unsur partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Slamet juga mengingatkan mengenai pentingnya persaudaraan di kalangan umat Islam. Seluruh umat Islam hukumnya wajib untuk menjaga persaudaraan. "Hukumnya wajib kita sebagai umat Islam juga harus menjaga persaudaraan, bahkan ditingkatkan. Lebih-lebih mengenai NKRI kita harus jaga betul-betul serius," ujar Slamet. **

Jenderal Andika Siapkan 160 Ribu Prajurit TNI AD untuk 22 Mei Ada Apa

Jenderal Andika Siapkan 160 Ribu Prajurit TNI AD untuk 22 Mei, Ada Apa?
merahputih.com
Author
+ IKUTI
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. MP/Kanugrahan
MerahPutih.com -TNI Angkatan Darat mempersiapkan pasukannya untuk pengamanan pengesahan pemenangan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa mengatakan, ada 163 ribu anggotanya yang disiapkan untuk mencegah terjadinya konfik saat penetapan pemenang Pemilu. "Mekanismenya kita atas permintaan Polri," kata dia, di Mabes TNI AD, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/5).
Menurut Andika, permintaan ini biasanya berhubungan ketersediaan logistik. "Kami punya rasa tanggung jawab kami berushaa mempelajari wilayah kami selalu menyiagakan lebih diminta;" imbuh jenderal bintang 4 itu.
Andika meminta masyarakat lebih teliti dalam mengikuti ajakan negatif di media sosia. "Jangan sampai nanti ada konsekuensi yang kemudian di luar dugaan. Karena kami aparat tegas yang memang tidak bisa diajak negosiasi bahkan terus ada tindakan hukum," jelas Andika.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. MP/Kanugrahan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan ada pihak-pihak yang menghasut rakyat melakukan kerusuhan dengan cara mengadu domba tentara, kepolisian dan sipil.
"Dengan mengatakan 70 persen TNI/Polri sudah dapat dipengaruhi untuk berpihak kepada langkah-langkah inkonstitusional. Itu tidak benar, seperti itu. Siapa bicara seperti itu, di mana. Kalau engak bisa membuktikan, harus mengambil risiko secara hukum. Enggak bisa dibiarkan seenaknya ngomong," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (6/5).
BACA JUGA:
Pengamat Duga Prabowo Pura-Pura Menang Demi Cegah Anarki
Amien Rais Serukan People Power, Aktivis 98: Dia Bapak Reformasi yang Suka Menelikung
Wiranto menegaskan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak mentolerir aksi-aksi yang nyata-nyata melanggar hukum dan sudah mengganggu ketertiban keamanan nasional itu. Termasuk, hasutan-hasutan yang kini marak beredar di dunia maya, alias media sosial
"Untuk apa? Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk menjaga kedamaian, menjaga ketertiban, menjaga keamanan, menjaga tegaknya NKRI, pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD1945," tutup mantan Panglima TNI di era Orde Baru itu. (Knu)

KAYA BELUM TENTU MULIA MISKIN BELUM TENTU HINA BERUNTUNGLAH ORANG MISKIN YANG SABAR


? KAYA BELUM TENTU MULIA, MISKIN BELUM TENTU HINA, BERUNTUNGLAH ORANG MISKIN YANG SABAR ?
Sahabat , ...
Tidak sedikit dari kita yang kurang bersyukur atas nikmat yang Allah ﷻ karuniakan kepada kita, salah satu hal penyebabnya adalah DALAM HAL DUNIA KITA MEMANDANG ORANG YANG LEBIH TINGGI DARI KITA , mereka yang lebih kaya, mereka yang lebih sukses, bahkan iri kepada orang kafir yang hidupnya bergelimang harta.
Tidak sedikit pula, saudara yang ingin terlihat kaya memaksakan memiliki Rumah dengan cara Riba, membeli kendaraan dengan cara Riba padahal jelas-jelas Allah dan RasulNya melarang Riba.
Rasulullah ﷺ berharap hidup miskin dan digiring di akhirat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa :
اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin“. ( HR. At tirmidzi: 2352 dan yg lainnya ).
Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: “Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yg memasukinya adalah orang-orang miskin“. ( HR. Bukhari: 6547, Muslim: 2736 ).
Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam. Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akhirat dg sebaik-baiknya… aamiiiin.
Firman Allahh ﷻ ;
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan” ( QS. Al Baqarah: 197 ).
Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan mengikuti Apa - apa yang di perintahkan Allah ﷻ dan di ajarkan Rasulullah ﷺ .
Semoga kita menjadi hamba2 yang bersyukur .
• • • • • • • • • • • • • • • • • •
Keutamaan menunjukkan kebaikann :
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahal orang yang melakukannya." ( HR. Muslim )
َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
[ Bulughul Maram no. 1494 ]
بارك الله فيكم

Menyingkap_Syubhat BENARKAH NEGARA ISLAM HARUS SATU KHILAFAH

#Menyingkap_Syubhat:
?BENARKAH NEGARA ISLAM HARUS SATU KHILAFAH?
[ Meruntuhkan syubhat tokoh Hizbut Tahrir dan orang² yang sepemahaman dengan mereka ]
#Syubhat:
((?)) Para pembaca, mengapa —menurut HT— harus satu khilafah?
Jawabannya, karena seluruh sistem pemerintahan yang ada dewasa ini tidak sah dan bukan sistem Islam. Baik itu sistem kerajaan, republik presidentil (dipimpin presiden), maupun republik parlementer (dipimpin perdana menteri). Jadi, merupakan suatu kewajiban menjadikan Daulah Islam hanya satu negara (khilafah), bukan negara serikat yang terdiri dari banyak negara bagian. [Lihat Mengenal HT, hlm. 49—55]
#Bantahan:
((?)) Ahlus Sunnah Wal Jamaah berkeyakinan bahwa pada asalnya Daulah Islam hanya satu negara (khilafah) dan satu khalifah. Namun, jika tidak memungkinkan maka tidak mengapa berbilangnya kekuasaan dan pimpinan.
▶️ Al-’Allamah Ibnul Azraq al-Maliki, Qadhi al-Quds (di masanya) berkata,
“Sesungguhnya persyaratan bahwa kaum muslimin (di dunia ini) harus dipimpin oleh seorang pemimpin semata, bukanlah suatu keharusan bila memang tidak memungkinkan.”
?[Mu’amalatul Hukkam, hlm. 37]
▶️ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata,
“Para imam dari setiap mazhab bersepakat bahwa seseorang yang berhasil menguasai sebuah negeri atau beberapa negeri maka posisinya seperti imam (khalifah) dalam segala hal.
Kalaulah tidak demikian maka (urusan) dunia ini tidak akan tegak, karena kaum muslimin sejak kurun waktu yang lama sebelum al-Imam Ahmad sampai hari ini, tidak berada di bawah kepemimpinan seorang pemimpin semata.”
?[Mu’amalatul Hukkam, hlm. 34]
▶️ Al-Imam asy-Syaukani berkata,
“Adapun setelah tersebarnya Islam dan semakin luas wilayahnya serta perbatasan-perbatasannya berjauhan,
√— maka dimaklumilah bahwa kekuasaan di setiap daerah itu di bawah seorang imam atau penguasa yang menguasainya, demikian pula halnya daerah yang lain. Perintah dan larangan sebagian penguasapun tidak berlaku pada daerah kekuasaan penguasa yang lainnya.
Oleh karena itu,
√— (dalam kondisi seperti itu, -pen) tidak mengapa berbilangnya pimpinan dan penguasa bagi kaum muslimin (di daerah kekuasaan masing-masing, -pen).
√— Dan wajib bagi penduduk negeri yang terlaksana padanya perintah dan larangan (aturan, -pen) pimpinan tersebut untuk menaatinya.”
?[As-Sailul Jarrar, 4/512]
Demikian pula yang dijelaskan al-Imam ash-Shan’ani, sebagaimana dalam Subulus Salam. [3/347, cet. Darul Hadits]
Url: http://bit.ly/Fw410302 { Judul dari Admin }
?••••|Edisi| t.me/ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber: AsySyariah•Com { http://bit.ly/332QktK }

SemuaDukunganPemilihKehadapanJokowidodoSebagaiPresidenDemiPembangunanYangBerkelanjutan

#SemuaDukunganPemilihKehadapanJokowidodoSebagaiPresidenDemiPembangunanYangBerkelanjutan#
* * * * *
????????????????????
???? #2019tetapJokowiPresidenRI#
????????????????????????
Keterbukaan cerdaskan semua rakyat.
Keterbukaan hilangkan salah hitung semua kekuatan.
Keterbukaan untuk yang mau sukses, berbarokah.
Ketertutupan membutakan semua.
#TERSISAWAKTUWAKTU42HARIUNTUKMENCOBLOSPASANGANNOMORURUT1#
JOKOWI JK TERBAIK, JOKOWI MA'RUF MANTAP, LANJUTKAN..... !
#01JokowiLagi
#01IndonesiaMaju
#01TRN
#DJM01
#SalamSatuJempol
#JKW2P.
* * * * *
TTENTION PLEASE
Pada saat Pencoblosan Pilpres Rabu 17 April 2019 kita boleh memilih Dua Kandidat, misalnya :
Mencoblos Jokowi Boleh atau Mencoblos Ma'ruf Amin pun tidak apa - apa, tapi jangan mencoblos Dua karena dipastikan Pilihan kita dianggap tidak sah.
#IngaIngaIngaTING#
* * * * *
#HarmonisasiPeduliPembangunanBangsaHargaMatiBagiNegarawanSejati#
#RenstraTongkatEstafetBangsaBerlakuMelaluiMemberiDanMenerima#
#EstafetisasiSangatMempertimbangkanKesesuaianWaktuYangDominan#
#BelumWaktunyaGantiJokowiMasihSatuPeriodeLagi#

MENJADI RENUNGAN Oleh Syaiful Rahman Tiga tahun yang lalu tahun 2016 menjadi salah satu momen berharga bagi proses keagamaan saya

MENJADI RENUNGAN
Oleh Syaiful Rahman
Tiga tahun yang lalu, tahun 2016, menjadi salah satu momen berharga bagi proses keagamaan saya. Karena saya bukan ahli agama, jadi hal-hal yang berkaitan dengan agama selalu tampak istimewa bagi saya. Kemudian juga selalu timbul rasa ingin merenunginya.
Pada Ramadhan tahun itu, seorang perempuan yang baru saja menjadi mualaf mengalami kebimbangan. Ia kembali bimbang atas pilihannya pindah ke Islam. Padahal dalam waktu dekat, ia sudah mau menikah.
Melalui adiknya--adiknya satu kelas dengan saya--menghubungi saya. Ia bercerita. Katanya, kebimbangan yang dialami kakaknya disebabkan oleh peristiwa demo Ahok.
Baginya, Islam tampak kasar dan intoleran. Islam tampil menakutkan di matanya. "Mbakku tanya gini, Bang, apa sih sebenarnya tujuan Islam? Minta tolong dijelaskan dan juga ditunjukkan di Alquran ayat berapa?"
Sontak saya kelimpungan bukan main. Dia menunjukkan landasan tujuan agama yang dianut sebelumnya. Kemudian dia minta ditunjukkan tujuan Islam lengkap dengan dalil naqlinya.
Saya yang bukan ahli agama tentu tidak mudah menjawab. Salah-salah saya memberikan jawaban yang keliru dan membuat dia kembali ke keyakinan sebelumnya. Sungguh saya bingung dan takut bukan main kala itu.
Saya tidak segera menjawab kala itu. Saya meminta waktu untuk memikirkan dan bertanya ke guru-guru terlebih dahulu.
Permasalahan itu membuat saya merenung. Ternyata tidak mudah memahami dan mendeskripsikan tujuan agama dan keyakinan kita sendiri. Apalagi jika dibenturkan dengan oknum-oknum penganut agama.
Saya berpikir, agama tidak sama dengan penganut agama. Penganut agama tidak selalu mencerminkan agama itu sendiri. Penganut agama menjalankan pemahamannya terhadap ajaran agama. Karena tingkat pengetahuan dan unsur-unsur lain yang dimiliki, pemahaman itu pun tak selalu sama.
Untuk mengetahui agama, pelajari ajarannya, kitabnya dan hal-hal lain yang menjadi pokok pendukungnya. Menganggap penganut agama sebagai cerminan mutlak agama itu sendiri tentu tidak benar.
Bila ada oknum penganut suatu agama berbuat kerusakan, bukan berarti agama itu mengajarkan kerusakan. Demikian juga, ketaatan seseorang pada agama tidak selalu ditunjukkan dalam bentuk pakaian. Oleh karena itu, menganggap tampilan fisik seseorang sebagai tolok ukur keberagamaan seseorang tentu tidak benar. Wallahu a'lam.
Sumenep, 23 Mei 2019

Pilkada Provinsi Sulawesi Tengah Rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS bersifat sementara dan bukan hasil final

Pilkada Provinsi Sulawesi Tengah
Rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya
Hasil Hitung TPS (Form C1)

1
H. Rusdy Mastura dan H. Ihwan Datu Adam, SE
Perolehan : 339615 Suara (46,79%)
2
Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dan H. Sudarto, SH.,M.Hum
Perolehan : 386214 Suara (53,21%)
Data Masuk :
53,70%
(3.094 dari 5.762 TPS)
Rekapitulasi Data Sub Wilayah No Kabupaten/Kota Pemilih Pengguna Hak Pilih Perolehan Suara Suara Sah Suara Tidak Sah Total Suara Data Masuk
1 BANGGAI 36.065 26.960
[1] 10.591
[2] 15.683
26.122 933 26.959
14,91%
106 / 711 TPS
2 BANGGAI KEPULAUAN 77.433 58.725
[1] 22.250
[2] 35.464
57.714 1.011 58.725
100%
261 / 261 TPS
3 BANGGAI LAUT 25.820 20.499
[1] 6.610
[2] 13.287
19.672 488 19.885
55,15%
75 / 136 TPS
4 BUOL 56.506 37.909
[1] 19.481
[2] 17.111
36.592 547 37.145
60,00%
177 / 295 TPS
5 DONGGALA 182.646 122.814
[1] 68.832
[2] 52.415
121.245 1.559 122.818
92,28%
562 / 609 TPS
6 KOTA PALU 174.222 115.420
[1] 63.972
[2] 49.268
112.467 2.244 114.268
72,79%
452 / 621 TPS
7 MOROWALI 71.029 44.629
[1] 26.726
[2] 17.137
43.863 766 44.629
85,02%
210 / 247 TPS
8 MOROWALI UTARA 68.896 53.701
[1] 23.036
[2] 29.101
51.913 1.488 53.401
87,40%
215 / 246 TPS
9 PARIGI MOUTONG 122.360 85.040
[1] 28.293
[2] 56.020
84.313 727 85.040
39,80%
318 / 799 TPS
10 POSO 70.971 53.283
[1] 20.732
[2] 31.436
52.247 1.061 53.202
44,07%
212 / 481 TPS
11 SIGI 68.118 50.477
[1] 21.251
[2] 28.074
49.329 1.549 50.354
41,43%
220 / 531 TPS
12 TOJO UNA-UNA 10.802 7.746
[1] 4.385
[2] 3.086
7.482 264 7.746
7,71%
27 / 350 TPS
13 TOLITOLI 86.095 63.801
[1] 23.456
[2] 38.132
61.283 2.091 63.440
54,53%
259 / 475 TPS

JOM SOLAT DULU INGATLAH YANG BEEKUASA ITU DAN RAJA SEKALIAN ALAM ITU IALAH ALLAH SWT BUKAN DUITMU BUKAN CARA GELAKMU BUKAN TAHI DI BIBIRMU

JOM SOLAT DULU..INGATLAH YANG BEEKUASA ITU DAN RAJA SEKALIAN ALAM ITU IALAH ALLAH SWT, BUKAN DUITMU, BUKAN CARA GELAKMU,BUKAN TAHI DI BIBIRMU. JANGANLAH SESEKALI PARANOIND KERANA JIKA ENGKAU SEORANG MUSLIM , DAN JIKAKAU YAKIN BAHAWA ALLAH SWT ITU WUJUD, MAKA KAMU PERLU YAKIN AKAN BALASAN PADA SETIAP PERBUATAN KITA. PERCAYA DAN WAJIB BERIMAN PADA QADA&QADAR - RUKUN IMAN
-
“Hendaklah kamu percaya kepada Allah, MalaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, Hari Akhirat, dan beriman pula dengan Qadar (ketentuan) baik dan buruk”. [al-Bukhari, Muslim].
#jomzuhr #gilayeeee? #patpatsikulipatpastikaumendapat