Arkib 04/2020

Cuma bisa mendo akan saudara se iman muslim di uighur china

Cuma bisa mendo'akan saudara se-iman, muslim di uighur china,
Benar apa yang Allah firmankan, orang musyrik lebih kejam dalam menyiksa umat islam dari pada orang nasrani,
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
Sungguh kamu akan melihat orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sungguh kamu akan melihat yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. (QS. al-Maidah: 82)
Namun demikian, orang kafir dan munafik saling bersatu untuk menumpas kaum muslimin dimanapun mereka berada,
Sebagaimana pernyataan para ulama,
الكفر ملة واحدة
Kekufuran itu satu agama.
Satu agama, karena semuanya sepakat menumpas kaum muslimin.
Namun atas izin Allah, upaya mereka selalu gagal. Allah Azza wa Jalla telah memupus rencana jahat mereka, sehingga Islam tetap eksis.
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. [at-Taubat/9:32].
Semoga Allah Ta'ala melindungi kaum muslimin uighur dan mengangkat penderitaan mereka
[Copy-paste dari status Facebook La Ode Abu Hanifa]

Erdogan kau berjabat tangan dan berpelukan dengan pembunuh saudara saudara mu di tanah Syam

Erdogan, kau berjabat tangan dan berpelukan dengan pembunuh saudara-saudara mu di tanah Syam.
Erdogan, kau tertawa dan tersenyum dengan pembantai anak-anak mu di tanah Syam.
Erdogan, kau biarkan pesawat-pesawat itu melemparkan peluru dan bom untuk membunuh wanita-wanita muslim.
Apakah karena mereka bukan kakak, adik mu ?
Apakah karena mereka bukan anak-anak mu ?
Apakah karena mereka bukan ibu mu ?
Kau bisu, Kau buta, Kau tuli, Kau mati.
Mereka membutuhkan tentara dan senjata mu utk melindungi tanah Syam bukan gandum, bukan obat-obatan, bukan pakaian.
Kau khianati agama mu.
Terlaknat dan hancurlah kau dengan kekuasaan mu.
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا -
[TQS. an- Nissa 4:75 ]

Anis Matta Bicara Tentang Partai Baru Yang Akan Dideklarasikan Bersama Fahri Hamzah

Anis Matta Bicara Tentang Partai Baru Yang Akan Dideklarasikan Bersama Fahri Hamzah
[PORTAL-ISLAM.ID] Penggagas Arah Baru Indonesia, Anis Matta menyampaikan tentang partai baru yang sudah ramai bakal dideklarasikan bersama Fahri Hamzah.
Di sosial media, partai baru itu bahkan sudah ramai diperbincangkan yang disebut-sebut namanya Partai Gelora (Gelombang Rakyat) yang berwarna biru tosca (#BlueEra).
Kapankan Partai Baru ini bakal dideklarasikan?
Pada kesempatan pertemuan dengan Anis Matta kemarin, Sabtu (5/10/2019), beliau mengatakan:
"Kita pelan-pelan dan tidak tergesa-gesa mendeklarasikan partai baru, sambil perlahan meluruskan orientasi antum semuanya, bahwa yang kita lakukan tidak sekedar hanya untuk terlihat gagah di depan partai lama, apalagi didorong rasa dendam, karena jika partai dibentuk dengan orientasi seperti itu, tidak akan besar dan mudah layu, dan pasti akan banyak melakukan kesalahan dimasa depan. Partai baru bukan untuk menolak satu

entitas, namun merupakan kolaborasi dari banyak ide dan gagasan, kalau orientasi antum semua belum benar, belum waktu yang tepat untuk kita deklarasi."
Anis Matta juga mengatakan ada 3 elemen perubahan: Al-Afkar (Ide), Al-Insan (Manusia), Al-Ahdats (Peristiwa).
"Elemen dari perubahan itu pada dasarnya cuma 3: Al-Afkar, Al-Insan, Al-Ahdats. Ada ide, ada manusia, ada peristiwa. Kalau ide dan manusianya ketemu, outputnya adalah peristiwa. Apa judul dari peristiwa itu tergantung kita kasih nama, tapi yang paling penting adalah 3 elemen ini. Itulah yang terus menerus kita berusaha untuk kombinasikan pertemukan didalam kerja kita semuanya," kata Anis Matta.

Politik Fahri By Nandang Burhanudin 1 Usai pensiun saya wait and see apakah sosok garang semodel Fahri Hamzah akan bernasib menjadi pesakitan

Politik Fahri
By: Nandang Burhanudin
*****
(1)
Usai pensiun, saya wait and see, apakah sosok garang semodel Fahri Hamzah akan bernasib menjadi pesakitan? Tentu bukan tanpa sebab. Banyak politikus gaek, kawakan, tapi usai pensiun berujung di lembaga pemasyarakatan.
(2)
Banyak yang kini masih menghuni setia hotel prodeo. Mereka yang tak kuat, ada yang menjemput ajal. Tapi tak sedikit, para politikus napi yang kembali mengontrol kerajaan bisnis dan "mengelola" sisa jarahan di prodeo hotel. Beranak pinak.
(3)
Alasan lain, haters Fahri Hamzah itu banyak. Boleh jadi tak sedikit yang memanjatkan doa untuk kesialan FH. Minimal dapat mempermalukannya di hadapan publik Indonesia, bahwa dia tak lebih baik. FH bukan harapan ideal bangsa ini.
(4)
Menarik. Saya yang bukan siapa-siapa di perhelatan politik praktis, terdorong untuk mengkaji model politik Fahri Hamzah. Bukan untuk mengkultuskan, tapi sepak terjang FH perlu dicatat hingga menyejarah di kemudian hari.
(5)
Ada beberapa catatan, agar seseorang bisa kuat tak terkena kasus di Medan politik.
Pertama: Harus memiliki kartu bargaining power, yang menguatkan posisi tawar dalam mempertahankan hak. Poltitik bukan ruang yang tepat untuk mereka yang lemah dan bermental pengemis.
(6)
Kedua; Memiliki narasi moderat, otak politik yang terbuka, lalu di tataran aksi didukung kemampuan bekerjasama, menguasai seni kolaborasi, mahir mengelola komunikasi. Nah ini yang juga penting: powerful dalam mendesain koalisi dan menghindari blokade lawan.
(7)
Ketiga; Seimbang dan proporsional dalam menyuarakan kepentingan, tetap patuh pada prinsip-prinsip ideal. Ini sesuai dengan kaidah: "Kita saling berkolaborasi untuk hal-hal yang disepakati, dan saling toleran untuk hal-hal yang belum disepakati."
(8)
Keempat; Pandai bergaul dengan ragam kalangan. Terlepas dari warna parpol atau jenis ideologi. Hal lumrah di level PBB saja, Dubes AS menyambangi Dubes Iran. Padahal sebelumnya berdebat sengit dan saling tuduh. Dubes AS menampilkan diri, ia pandai bergaul dan menyatakan empati atas nasib anak-anak Iran akibat embargo AS.
(9)
Itulah politik. Tidak hitam putih. Mereka yang bermain hitam putih di dunia politik, siap-siap jadi common enemy. Ini bukan soal hadis Nabi tentang Al-Ghuraba, tapi berkaitan dengan seni: seni berkuasa dan menguasai, seni diplomasi dan komunikasi. Beratnya dunia politik, biar FH saja!
翻譯年糕

Semakin Ragu Oleh Atik Hermawati Ramai Debat capres cawapres 17 1 menggegerkan publik

Semakin Ragu
Oleh Atik Hermawati
Ramai. Debat capres- cawapres (17/1) menggegerkan publik. Bahkan warganet ada yang menyamakan hal itu dengan cerdas cermat tingkat sekolah. Pasalnya, kisi-kisi pertanyaan telah dilayangkan pada masing-masing paslon. Membaca jawaban saat debat berlangsung pun tak terelakkan. Belum lagi suasana debat yang tidak begitu meyakinkan.
Ajang debat ini seolah hanya bertujuan mendobrak popularitas kemudian elektabilitas. Tidak memikirkan kualitas. Padahal mereka disiapkan untuk memikul amanah yang besar, sebagai pengurus masyarakat. Menyelesaikan problematika yang kian sekarat. Menerapkan hukum-hukum yang adil dan hebat.
Masyarakat semakin ragu. Sudah makanan sehari-hari menerima janji yang tidak ditepati. Tiba-tiba blusukan hanya demi pencitraan.
Berharap pemerintahan yang adil yang akan menyelamatkan di dunia dan akhirat.
Alhamdulillah dimuat lagi di Radar Bogor. Jazakillah mba Emma Elhira selalu mengabarkan.
#IslamKaffahSolusiTuntas
#KeluargaBesarWCWH
#OPEy2019
#Day3
#Gemesda
#MenyalaBersamaRevowriter

Bagus kalau Sedar Hak Sarawak Kami jaga Chai PH tak proyes Kami bersuara Hebatkan GPS Pertahankan Hak Sarawak PH Ada ker peduli KUCHING Tidak sampai seminggu dilantik Tan Sri Dr Kamal Mat Salih melepaskan jawatan pengerusi Lembaga Pengarah Universiti Mala

Bagus kalau Sedar.
Hak Sarawak Kami jaga.
Chai PH tak proyes.
Kami bersuara.
Hebatkan GPS Pertahankan Hak Sarawak??
PH Ada ker peduli?
KUCHING: Tidak sampai seminggu dilantik, Tan Sri Dr Kamal Mat Salih melepaskan jawatan pengerusi Lembaga Pengarah Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).
Memetik laporan SarawakVoice, Tan Sri Dr Kamal Mat Salih berkata, tiada sebab lagi untuk beliau memegang jawatan itu selepas kerajaan Sarawak membayangkan mahu anak tempatan menerajui UNIMAS.
Pelantikannya mencetuskan kontroversi antara Putrajaya dengan Sarawak.
Pengerusi Institut Kajian Ekonomi Malaysia (MIER) itu dilantik sebagai Pengerusi Lembaga Pengarah Universiti Malaysia Sarawak untuk tempoh tiga tahun berkuat kuasa 1 Januari 2020 hingga 31 Disember 2022.
Beliau menggantikan Tan Sri Sulong Matjeraie.

Andai kita mau MENGAMBIL HIKMAH dari Hasil Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres RI 2019 dua bulan yang lalu di mana Pasangan Jokowi Makruf mendapatkan Nomor Urut 1 sementara Pasangan Prabowo Sandi memperoleh Nomor Urut 2 Saya yakin Tahapan Pilpres beriku

Andai kita mau MENGAMBIL HIKMAH dari Hasil Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres RI 2019, dua bulan yang lalu, di mana Pasangan Jokowi-Makruf mendapatkan Nomor Urut 1, sementara Pasangan Prabowo-Sandi memperoleh Nomor Urut 2, Saya yakin Tahapan Pilpres berikutnya, akan berlangsung lebih sejuk.
Kelompok Masyarakat Pendukung Jokowi-Makruf, yang sebelumnya terbiasa mengacungkan Dua Jari, sebagai Simbol Perjuangan, tiba2 mereka harus membiasakan diri dengan Prilaku Baru, yakni, Mengacungkan SATU JARI saja.
Di pihak lain, Kubu Pendukung Prabowo-Sandi, yang sebelumnya memiliki Simbol Perlawanan, dengan mengacungkan Satu Jari, terpaksa harus menerima kebiasaan baru, yaitu Mengacungkan DUA JARI.
Dari sana, sesungguhnya ada PELAJARAN yang Sangat Berharga ;
1. Pada akhirnya kita pasti akan berhadapan dengan satu keadaan yang tidak bisa ditolak oleh siapapun, dan mengharuskan kita untuk BERDAMAI dengan Kenyataan.
2. Dalam menujukkan dukungun terhadap Figur masing2, tidak seharusnya dilakukan dengan cara MENDISKREDITKAN, apa lagi MENGHINA figur yang lain.
Hal itu akan menjadi hambatan bagi terwujudnya REKONSILIASI antar elemen nantinya, yang merupakan prasyarat yang sangat dibutuhkan untuk membangun Masyarakat Indonesia yang Madani.
3. Sebagai orang yang mempunyai kesempatan lebih untuk belajar Akhlakul-Karimah dan menyaksikan langsung KETELADANAN dari para sesepuh tempo dulu, kita mempunyai TANGGUNG JAWAB untuk membangun Iklim Demokrasi yang bermartabat, agar kita kita dapat memberikan contoh yang baik bagi GENERASI PENERUS BANGSA, yang semakin minim mendapatkan Pelajaran Akhlak.
Kepada Allah jualah kita memohon Taufiq dan RahmatNya, Semoga Indonesia dapat menjadi Baldatutn Thoyyibatu Wa Robbun Ghafur. Amiin.
Edisi ( Meredam Gempa Akal Sehat )

Wali Kota Padang Tolak Keras RUU PKS PADANG Wali Kota Padang Mahyeldi menyatakan sikapnya menolak keras draf Rancangan Undang Undang Pencegahan Kekerasan Seksual RUU PKS yang sedang dibahas DPR RI saat ini

Wali Kota Padang Tolak Keras RUU PKS
PADANG – Wali Kota Padang Mahyeldi menyatakan sikapnya menolak keras draf Rancangan Undang-Undang Pencegahan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang sedang dibahas DPR RI saat ini. Dengan alasan, draf RUU PKS mengancam hilangnya fungsi agama, adat dan sosial budaya. Serta peran orang tua dalam mendidik anaknya.
“Saya, Wali Kota pertama di Indonesia yang menolak draf RUU PKS yang ada saat ini. Sepertinya, ini sengaja dirancang untuk melindungi kaum LGBT, memberi lampu hijau pada perbuatan zina dan merusak tatanan keluarga dan hidup berumah tangga”, tegas Mahyeldi Senin sore (04/02/2019).
Lebih lanjut dijelaskan, sebagaimana pada pasal 7 ayat (2) RUU PKS dinyatakan bahwa Kontrol Seksual sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi: pemaksaan menggunakan atau tidak menggunakan busana tertentu, maka orang tua tidak boleh mendisiplinkan anaknya berhijab untuk menutup aurat. Karena termasuk kontrol seksual dalam hal busana.
Selanjutnya, frasa kontrol seksual pada pasal 5 ayat (2) huruf b yang dikategorikan kekerasan seksual, artinya mendorong setiap orang untuk bebas memilih aktivitas seksual tanpa ada kontrol dari pihak lain. Pihak yang melakukan kontrol seksual justru bisa dipidanakan. Orang tua tidak boleh melarang anak lajangnya melakukan hubungan seks bebas karena bisa terkategori kontrol sosial. Aktivitas LGBT juga terlindungi dengan frasa ini.
Begitu juga dengan kebebasan seksual semakin nampak pada pasal 7 ayat (1), yaitu adanya hak mengambil keputusan yang terbaik atas diri, tubuh dan seksualitas seseorang agar melakukan atau berbuat atau tidak berbuat. Artinya kebebasan seksual harus dilindungi. Termasuk ketika memilih seks bebas, kumpul kebo, zina dan seks menyimpang semisal LGBT.
“Ini jelas-jelas sudah bertentangan dengan agama, filosofi orang Minangkabau. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Apalagi kita di Kota Padang sudah menjalankan program wajib berbusana muslim bagi pelajar muslim, pesantren ramadhan, dan baru-baru ini mendeklarasikan Kota Padang Bersih Maksiat”, tutur Mahyeldi.
Ditambahkannya, masih ada lagi pasal lainnya dalam RUU PKS tersebut memiliki indikasi melindungi dan melegalkan kebebasan seksual. Kalau draf RUU PKS tersebut tidak mengalami perubahan, sebagai Wali Kota Padang, Mahyeldi akan terus menyuarakan penolakan terhadap draf RUU PKS yang ada saat ini.
“Saya sangat yakin, banyak dari pendukung LGBT dan kaum liberal yang mendukung dan berusaha meloloskan draf RUU PKS ini”, ujarnya lagi. (LL)
#selamatkan_generasi
#pks_bersama_ummat

BELAJAR DARI PROJO TAK ADA DAGING TULANG PUN JADILAH Nasrudin Joha Sekjen Koalisi Indonesia Kerja KIK pendukung Joko Widodo Jokowi Ma ruf Amin kembali menggelar pertemuan pada Jum at 25 10

BELAJAR DARI PROJO ? TAK ADA DAGING TULANG PUN JADILAH
© Nasrudin Joha
Sekjen Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin kembali menggelar pertemuan pada Jum'at (25/10). Sebagaimana PROJO dan Bani Majenjeng, dalam pertemuan juga dibahas soal partai-partai yang belum dapat kapling menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Menurut Sekjen PBB, Afriansyah Ferry Noor, pertemuan itu biasa diadakan rutin sebulan sekali. Mereka membahas sejumlah soal, Kemudian membahas persoalan kabinet. Mengingat, Ada yang belum masuk (kabinet) yakni Hanura, PKPI dan PBB.
Pertemuan ini diyakini tak akan merubah kompossi kabinet maupun wamen. Karena struktur kabinet dan wakil menteri telah selesai diumumkan Jokowi. Secara politik, kumpulan partai yang tak kebagian kue kekuasaaan ini kalah cerdik dengan PROJO yang segera membubarkan diri pasca pengumuman menteri oleh Jokowi.
Manuver itu membuahkan hasil, ketua PROJO akhirnya diangkat menjadi wamen. Otomatis, pengumuman pembubaran PROJO dibatalkan.
Adapun para Sekjen partai gurem, partai yang tidak lolos elektoral parlemen, mereka terlambat membuat menuver. Mereka kalah cerdik ketimbang PROJO.
Namun memungkinkan besar, logika yang mereka adopsi adalah 'Tak Dapat Daging, Tulang Pun Jadilah'. Karena filosofis orang kampung, tulang pun Kalo dibikin sop juga nikmat.
Nampaknya begitulah target dari manuver partai gurem pendukung Jokowi. Mereka berharap, meskipun bukan menteri, tidak juga di posisi wamen, masih ada tersisa remah kue kekuasan yang dibagi Jokowi untuk mereka.
Boleh jadi komisaris BUMN, staf tertentu, asisten tertentu, atau komitmen proyek-proyek kecil yang bisa dibagi. Apa saja lah, yang penting dapur partai bisa ngebul.
Pragmatisme politik menjadikan partai apapun namanya baik partai besar maupun partai gurem berebut kerat kerat kekuasan. Tak ada partai politik dalam sistem demokrasi yang berjuang murni untuk rakyat, bohong itu.
Mereka pada dasarnya para pemburu rente kekuasan, petualang politik yang haus jabatan dan harta. Dengan jabatan itu, mereka akan menggeruk harta untuk memuaskan dahaganya akan dunia.
Saatnya umat ini sadar, benar-benar mencari kelompok politik yang murni berjuang untuk umat, untuk Islam, demi kejayaan Islam dan kaum muslimin. Dan kelompok politik ini, tidak mungkin bergumul dalam lumpur politik demokrasi. [].

SIAPA TERLIBAT PETAKA JIWASRAYA Nasrudin Joha Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam petaka jiwasraya yang merugikan negara 13 7 T itu mudah

SIAPA TERLIBAT PETAKA JIWASRAYA ?
© Nasrudin Joha
Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam petaka jiwasraya yang merugikan negara 13,7 T itu mudah. Jadi, tak perlu menganggap ini suudzan. Tapi apa yang ingin saya utarakan adalah hasil analisis.
Kasus jiwasraya ini adalah korupsi politik, jadi orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kekuasan dipastikan tidak terlibat. Memang benar, ada yang kecipratan 'berkah' korupsi jiwasraya dari elemen non penguasa, tapi porsi mereka sedikit.
Mereka ini biasanya hanya ngalap berkah di bursa saham, baik sebagai pialang atau penyaji laporan keuangan, dll. Mereka ini kecipratan, tapi sedikit.
Yang paling banyak kebagian tentu penguasa, namun penguasa yang mana ? Tentu di periode kekuasaan dimana petaka jiwasraya terjadi.
PDIP menepis tudingan korupsi politik jiwasraya, dengan menarik mundur persoalan jiwasraya sejak 2006. Pandangan PDIP ini sejalan dengan keterangan dari kementrian BUMN.
Ya, kita akui memang masalah di BUMN bukan hanya jiwasraya, itu kompleks dan ada yang berlangsung sejak lama. Namun, titik krusial penyebab gagal bayar itu ada di periode Jokowi, yakni karena aktivitas borong saham gorengan.
Disinilah awal mula modal perseroan tergerus, sehingga tak punya cadangan modal untuk membayar klaim polis asuransi yang jatuh tempo pada Oktober 2019. Dari sini, kita bisa tahu siapa penguasa politik yang terlibat.
Lalu Anda juga ingin tahu, siapa saja partai politik yang terlibat. Apakah hanya geng PDIP atau parpol didukung Jokowi juga ikut andil ?
Jawabnya adalah, lihat sikap politik mereka. Jika mereka mengkritik isu jiwasraya, menuntut membongkar kasus, berarti mereka tidak terlibat.
Tetapi jika mereka diam, atau mencarikan dalih pembenar bagi rezim baik dengan membuang masalah hingga ke 2006 atau modus lainnya, dipastikan partai ini terlibat. Seberapa besar keterlibatan mereka ? Ini yang perlu didalami.
Jadi wajar jika publik akan melihat ujung kasus jiwasraya ini seperti century. Karena aktor kekuasaan mayoritas terlibat. Tak ada jaminan kasus jiwasraya ini akan dibongkar hingga ke akar-akarnya.
Kasus jiwasraya adalah kasus politik, bukan murni hukum. Karenanya, akan sulit membongkar kasus yang dilatarbelakangi bekingan kekuasaan. Itu poin yang ingin saya tegaskan. [].