Bagaimana hukum menjaga dan melindungi gereja dari teror atau perusakan

Bagaimana hukum menjaga dan melindungi gereja dari teror atau perusakan?
Status FB Mas Sewu Pengalem Humeid yang saat ini sedang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Cairo, ini penting.
Bagi penulis, merespons status tersebut, menjaga dan melindungi tempat-tempat ibadah adalah wajib (minimal Fardlu Kifayah), sama wajibnya dengan menjaga dan melindungi tanah-air (al-Wathan). Karena tempat ibadah adalah simbol tanah air. Rusaknya tempat ibadah adalah tanda kehancuran tanah air. (Dulu, ini juga menjadi alasan bagi dikeluarkannya Resolusi Jihad NU.)
Kitab "Himayatul Kana'is fil Islam" ("Menjaga Gereja-gereja di dalam Islam") terbitan Kementerian Wakaf Mesir ini sepertinya menarik jika dikaji selama bulan suci Ramadlan -- sayangnya tidak disebar gratis di internet.
------------
"Abad 2 H, gubernur Mesir bikin geger dengan merobohkan gereja-gereja tua yg bertengger gagah di Mesir yang padahal saat para sahabat masuk Mesir sejak tahun 20 H satu senti pun tembok gereja tidak digores sedikitpun. Imam Laits ibn Saad (pendiri mazhab Laitsiyah, teman Imam Malik ibn Anas yg kata Imam Syafi'i lebih faqih dari pada Imam Malik) murka. Gara-gara murka sang imam, Harun Rasyid mencopot gubernur tersebut dan menggantinya dengan gubernur baru. PR pertama setelah ia menjabat adalah membangun kembali gereja-gereja yg dihancurkan oleh gubernur sebelumnya, mengikuti instruksi fatwa Imam Laits.
Teroris berkedok agama itu akibat keterbelakangan akal dalam beragama. Beragama tidak hanya butuh dogma, tapi juga akal sehat. Turut berduka kepada para saudara yang menjadi korban sifat kehewanan manusia di rumah ibadah."
26/11/2019
2 Komen:
Sewu Pengalem Humeid
26-11-2019, 08:33:42
Cocok sebagai buku saku sahabat banser, gus Fayyadl. Heuheu. Hanya 86 hlm.
Muhammad Arif Solihan
26-11-2019, 08:33:42
nderek discanke waget gus.bulan puasa naanti bisa dikaji rencang2 banser

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *

Artikel berkaitan