Gugatan Kepada BUNG Fahri Hamzah 1 Banyak kritik KPK kurang sigap kritik Polri dan Kejaksaan

Gugatan Kepada BUNG Fahri Hamzah
1. Banyak kritik KPK, kurang sigap kritik Polri dan Kejaksaan. Padahal dua lembaga ini juga melakukan penyelidikan mengenai kasus korupsi tapi hasilnya sangat mengecewakan. Bahkan Polri dan Kejaksaan seperti tak serius melakukan pengusutan, penyelidikan, hingga pencegahan korupsi. Sebagai contoh, Polri seperti tak serius mengusut kasus kasus korupsi penjualan kondensat SKK Migas, Honggo Wendratno dengan kerugian negara 35 Triliun dan kasus-kasus yang lain. Contoh lain, Polri melakukan pengusutan dan penetapan tersangka kasus korupsi di Maros hingga kini tak kunjung ada akhirnya. Sehingga ini seperti mengusut korupsi "titipan" seperti yang diungkapkan oleh aktivis.
2. Kasus UU MD3 terkait Pasal 73,
Pasal 122 huruf K dan Pasal 245. Dimana dalam pasal tersebut anggota DPR seperti memiliki kekuatan super power untuk memanggil orang dan atau lembaga untuk dilakukan pemeriksaan hingga melibatkan Polri dalam pemanggilan secara paksa, bahkan sampai bisa melakukan penahanan. Oleh karenanya, Anggota DPR itu seperti anti kritik dimana ini bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 28 huruf E ayat 3 "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat".
3. Kasus Novel Baswedan. Sudah 10 bulan belum ada titik terang. Bahkan, pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus Novel hanya sekedar wacana. Sebelumnya, Polri menangkap terduga pelaku tapi pada akhirnya dilepaskan karena tidak cukup bukti. Kemudian disebar sketsa wajah pelaku, tapi hingga kini pun tak ada kejelasan.
4. Partai politik dan prilaku politik yang mulai aneh. Mulai dari Ketua Partai dan petinggi partai berbondong-bondong pengen jadi Calon Wakil Presiden (Cawapres)-nya Pak Jokowi. Ini aneh karena sebagai seorang petinggi partai politik kok tidak ngotot maju sebagai Calon Presiden (Capres). Saya saja yang hanya mahasiswa Pasca di UNM Makassar INGIN MENDEKLARASIKAN DIRI MAJU SEBAGAI CAPRES. Bukankah itu dilindungi undang undang. Entah didukung atau tidak, biarkan rakyat menilai. Terpenting saya tidak merengek-rengek karena saya serius ingin maju. Contoh lain, ada satu partai politik di Sulsel merekomendasikan si A tapi siap memenangkan si B dan si C. Aneh kan Bung. Mana lagi wacana dari petinggi Polri untuk menjadi Plt gubernur.
5. Kesiapan Bung Fahri maju Capres. Katanya Bung Fahri mau pensiun, bagi saya ini tidak aneh karena kan Bung sudah periode di DPR. Sehingga sudah tidak bisa maju lagi maju pada periode ketiga sebab itu diatur dalam Undang Undang. Kupikir, Bung Fahri mesti maju sebagai Capres. Kan sudah tahu tuh apa yang mesti dilakukan ketika menjadi bagian dari eksekutif di pemerintahan. Jadi jangan malu-malu, masa kalah saya sama saya yang sudah mendeklarasikan diri maju Capres. Apalagi dalam survei terbaru Median tertanggal 1-9 Februari, Bung Fahri masuk dalam urutan ke-9 sebagai Capres yang diperhitungkan.
02/07/2020
2 Komen:
Andi Baso Husain
02-07-2020, 02:01:24
Saya siap dukung kakanda, untuk maju di Pilpres Sofyan Basri hehehe
Sofyan Basri
02-07-2020, 02:01:24
Siaapp. Jangan cuma ta dukung ka, tapi ta kritik ka juga adekku sayang Andi Baso Husain

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *