Islam memerintahkan persatuan bukan sekat sekat Nasionalisme

Islam memerintahkan persatuan bukan sekat-sekat Nasionalisme.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
إذا خرج ثلاثة في سفر فليؤمروا أحدهم
"Apabila keluar tiga orang dalam safar, hendaknya mereka mengangkat seorang amir diantara mereka" (HR: Abu Dawud)
Imam Syaukani dalam Nail al Authar menjelaskan. Jika dalam perkara safar saja mesti ada pemimpin apalagi dalam masalah pemerintahan yang kebutuhan nya lbh mendesak dan urgent.
Artinya secara mafhum muwafaqah atau fahwa al Khitab hadis ini menunjukan bahwa urusan kepemimpinan pasti diatur oleh Islam, karena urusan pemimpin safar saja Islam mewajibkan.
Hadis ini juga menunjukan bahwa kepemimpinan dalam Islam hanya dipimpin oleh satu pemimpin tidak berbilang. Hal tsb bisa diambil dari mafhum mukhalafah. Karena hadis ini termasuk mafhum al adad yang masuk kedalam bab mafhum al mukhalafah atau dalil al khitab. Artinya tidak boleh mengangkat pemimpin lebih dari satu dalam safar begitupun dalam kepemimpinan Islam.
Hal ini diperkuat dalam hadis riwayat Muslim
إذا بويع لخليفتين فاقتلوا الآخر منهما
"Apabila dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang terakhir diantara keduanya" (HR: Muslim)
Imam Nawawi dalam syarhnya menyatakan satu pemimpin untuk seluruh kaum muslimin adalah pendapat jumhur ulama yang telah disepakati.
Adapun ulama yang berbendapat bolehnya pemimpin lebih dari satu maka itu keluar dari bab al Ashl. Karena adanya شيء عارض (aspek aksiden) yaitu luasnya wilayah Islam pada masa ulama yang membolehkan ta'adudnya pemimpin.
Namun jelas pendapat al Ashl adalah satu pemimpin untuk seluruh kaun muslimin. Sedangkan pendapat bolehnya banyak pemimpin, untuk hari ini waqi'nya sudah menunjukan hal yang berbeda dengan waqi'nya ulama zaman dahulu.
#KhilafahMenyatukanUmat
Wallahualam
23/06/2020

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *