ISMAIL YUSANTO JUBIR HTI TERBUNGKAM DALAM SIDANG DI PTUN JAKARTA

ISMAIL YUSANTO (JUBIR HTI) TERBUNGKAM DALAM SIDANG DI PTUN JAKARTA
Oleh: Ahmad Ishomuddin
Satu hari setelah hari ulang tahun Hizbut Tahrir, 13 Maret 2018, hari Kamis ini, 15 Maret 2018 saya secara resmi dipercaya dan diberi amanah oleh PBNU atas permintaan Kemenpolhukkam RI untuk menjadi saksi ahli dalam perkara gugatan eks-HTI kepada pemerintah RI di PTUN Jakarta.
Kesaksian saya berikan dengan memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan baik yang diajukan oleh para kuasa hukum pemerintah RI, para penggugat dan majelis hakim. Semua itu berlangsung selama 4 (empat) jam.
Cukup lelah memang, tapi saya memang sudah sering diminta untuk menjadi saksi ahli di negeri ini, dua kali di Mahkamah Konstitusi, satu kali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan dua kali di PTUN Jakarta. Empat jam yang melelahkan itu tidakkah terlalu lama dibandingkan bahwa saya pernah memberikan kesaksian selama 7 (tujuh) jam dalam kasus yang sangat terkenal di seluruh penjuru Indonesia itu, bahkan di luar negeri juga banyak yang tahu.
Kesaksian ahli itu penting untuk menguatkan dalil-dalil dan bukti yang disampaikan pemerintah melawan eks-HTI. Dan saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan ini merupakan sebuah kewajiban agama dan negara dalam menjaga keutuhan NKRI sebagai warisan para ulama NU.
Berikut ini saya ceritakan "debat panas" saya dengan Ismail Yusanto (juru bicara HTI) sebagai penggugat dalam urusan yang sensitif ini:
Dalam sidang gugatan eks-HTI di PTUN, Ismail Yusanto bertanya kepada saya sebagai saksi ahli, "Menurut saudara ahli menegakkan khilafah itu hanya ilusi, tetapi mengapa anda menyatakan bahwa HTI menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI?"
Dengan menghadapkan muka ke majelis hakim saya membalas pertanyaan itu dengan balik bertanya, "Jadi apakah menurut saudara upaya menegakkan khilafah islamiyah di NKRI bukan ilusi?"
Dengan terburu-buru Ismail Yusanto sebagai penggugat langsung menjawab, "Bagi kami (HTI) itu bukan ilusi, HTI tetap berjuang mendirikan khilafah!"
Jawaban itu pun segera saya jawab, "Nah...itulah bukti HTI mengancam keutuhan NKRI!" Ismail Yusanto bungkam tidak menanggapi dan melanjutkan pertanyaan berikutnya yang menurut saya kurang bermutu.
10/06/2019
32 Komen:
Misnali Adi S Siswanto
10-06-2019, 03:29:37
Bravo yai
Mirza Mahbub Wijaya
10-06-2019, 03:29:37
HTI resmi pindah ke alam kubur ??
Midi Haryani
11-06-2019, 03:29:33
Salut pak ... bagi kami di luar ini, begitu banyak kok bukti bertebaran ttg HTI ini
Radityo Nugroho
11-06-2019, 03:29:33
barokalloh.... mugi Alloh tansah pinaringan sehat lahir batin dumateng panjenengan Yi, kawulo kparwng nderek panjenengan anggenipun hurmat NU & NKRI ???
Dewi Mahendra
12-06-2019, 03:29:33
Salut pak yai ???
Samsul Silver
12-06-2019, 03:29:33
mantaf dipancing malah kepancing
Hana Medya
13-06-2019, 03:29:34
Titip kepada semua ulama NU utk jaga dan kawal terus NKRI dengan semua keberagamannya...matur suwun Pak
Ma Mustofa
13-06-2019, 03:29:34
kena jebakan betmen tu almarhum hti... ?
Else Tiar
14-06-2019, 03:29:31
Semangat kyai...semoga slu sehat.aamiin
Djoko
14-06-2019, 03:29:31
Ijin share y Gus
Mohamad Yusuf
15-06-2019, 03:29:29
ahli ushul fiqih di lawan...
Mas Amin
15-06-2019, 03:29:29
Mantap. NKRI harga mati. Katakan tidak pada sikap intoleransi dan anti kebhinekaan
Averus
16-06-2019, 03:29:27
Sebagai warga kecil nahdiyin, Hati hati dengan politik abangan agar umat Islam saling bermusuhan seperti era sukarno hingga menyulut ditii...dan akhirnya rezim tumbang berbau komunis. Kalau bisa satukan barisan..jangan ketipu dengan politik tirai bambu. Warga dah lelah, pengangguran meningkat, politiknya pencitraan, kasihan rakyat...kita d jajah pekerja luar negeri, china...urusan HTI, menurutku usang. Ayu satukan nahdiyin agar tak terjajah...
Adhi Ayoeyanthy
16-06-2019, 03:29:27
Kasihan mas hari gini....nahdlyin wis pinter. Orang abangannya wis belajar ngaji dan kudungan. Nahdlyin nggak ada yg merasa terjajah wong pemilik saham yg bantu mendirikan NKRI kok munder malah dukung khilafah ya harus bantu NKRI lebih tegak je
Averus
17-06-2019, 03:29:28
Kita tetap waspada, warning, harus gandeng dngan partai nahdiyin...jangan hanya ketipu di kasih sepeda, ketipu dengan memakai sarung, pecian, d kasih hadiah hari santri, eh giliran kebijakan tenaga kerja, join negara komunis.....kita ketipu...
Ana Ainiyatul Farihah
17-06-2019, 03:29:28
Mantap
Abdul Karim
18-06-2019, 03:29:28
Pokoknya Mantap Kyai MudaNU....Top MarkotopNU.
Mohamad Harisudin Mahfud
18-06-2019, 03:29:28
Mantiq???Salim wolak-walik Gus Ahmad Ishomuddin?
Adyan Fathir
19-06-2019, 03:29:24
Kereeen...
Rofiudien Roofie
19-06-2019, 03:29:24
lanjutkan yai ,bikin bungkam para kader HTI
Farihin Farihin Farihin
20-06-2019, 03:29:23
86 kyai...
Fauzi Fauzi
20-06-2019, 03:29:23
Mohon izin share yai
Mokoginta Indrasari
21-06-2019, 03:29:23
Pak Kyai Ahmad Ishomuddin ijin koreksi ada salah ketik , hari ini 15 Maret 2018 , bapak menulis 2015 Suwun..Ijin share
Ahmad Ishomuddin
21-06-2019, 03:29:23
Sudah saya revisi, mengetiknya di mobil, situasi Jakarta yang macet dan kelelahan membuat saya salah ketik. Terimakasih.
Mokoginta Indrasari
22-06-2019, 03:29:22
Njih Pak Kyai .... Apalagi kondisi macet & lelah ...Salam hormat..
Garing Dinarto
22-06-2019, 03:29:22
Juara!
Ago Tama
23-06-2019, 03:29:22
Amazing kyai Ahmad Ishomuddin.???
Yoyok Ajeng Kanaya Almahyra
23-06-2019, 03:29:22
Sehat selalu Yai. . . Perjuangkan kebenaran jadikanlah islam yg rahmatan lilalamin dan suarakan HTI menjadi HizbutTahlil indonesia . . . . Jazakumulloh Yai
Om Bayu
24-06-2019, 03:29:20
Alhamdulillah, ini adalah amalan "jihad" Kyai Ahmad Ishomuddin, dengan menebas leher-leher paham "rongsokan" dengan ilmu pengetahuan.Semoga menjadi jariyah bagi beliau dan anak cucunya. Amiin.
Abbasyah Ashfariyah
24-06-2019, 03:29:20
maka belajar ilmu mantiq, baru segitu aja langsung bungkam
Agus John
25-06-2019, 03:29:20
mantabbb, Gus Ishom
Supriyono
25-06-2019, 03:29:20
Barakallah yai.....

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *