KEWAJIBAN ITTIBA MENGIKUTI JEJAK SALAFUSH SHALIH DAN MENETAPKAN MANHAJNYA

KEWAJIBAN ITTIBA’ (MENGIKUTI JEJAK) SALAFUSH SHALIH DAN MENETAPKAN MANHAJNYA
Mengikuti manhaj (jalan) Salafush Shalih (yaitu para Sahabat) adalah kewajiban bagi setiap individu Muslim. Adapun di antara dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah sebagai berikut:
A. Dalil-dalil dari Al-Qur-an
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” [At-Taubah: 100]
Ayat tersebut sebagai hujjah bahwa manhaj para Sahabat Radhiyallahu anhum adalah benar. Orang yang mengikuti mereka akan mendapatkan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Taala dan disediakan bagi mereka Surga. Mengikuti manhaj mereka adalah wajib atas setiap Mukmin. Kalau mereka tidak mau mengikuti maka mereka akan mendapatkan hukuman dan tidak mendapatkan keridhaan Allah Azza wa Jalla. Hal ini harus diperhatikan.[Bashaa-ir Dzawii Syaraf bi Syarah Marwiyyati Manhajis Salaf (hal. 43)]
B. Dalil-Dalil Dari As-Sunnah
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya
[Muttafaq alaihi. HR. Al-Bukhari (no. 2652, 3651, 6429, 6658) dan Muslim (no. 2533 (212)) dan lainnya dari Sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu. Hadits ini mu-tawatir sebagaimana telah ditegaskan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam al-Ishaabah (I/12), al-Munawi dalam Faidhul Qadiir (III/478) serta disetujui oleh al-Kattaany dalam kitab Nadhmul Mutanaatsiir (hal 127). Lihat Limaadzaa Ikhtartul Manhajas Salafi (hal. 87)]
Hadits di atas menunjukkan bahwa setiap orang yang mengikuti Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya adalah termasuk ke dalam al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat). Sedangkan yang menyelisihi (tidak mengikuti) para Sahabat, maka mereka adalah golongan yang binasa dan akan mendapat ancaman dengan masuk ke dalam Neraka
C. Dalil-Dalil Dari Penjelasan Para Ulama
Prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang dengan apa yang dilaksanakan oleh para Sahabat Radhiyallahu anhum dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat
[ Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa‘ah oleh al-Lalika-i (I/176, no. 317)]
07/02/2020

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *