No dalil No Ibadah Ulama Syafi i berkata Hukum asal ibadah adalah tawaqquf diam sampai

*.::No dalil, No Ibadah!::.*
Ulama Syafi’i berkata,
“Hukum asal ibadah adalah tawaqquf (diam sampai
datang dalil).” Perkataan di atas disebutkan oleh Ibnu
Hajar dalam Fathul Bari (5: 43).
Ibnu Hajar adalah di antara ulama besar Syafi’i yang
jadi rujukan. Perkataan Ibnu Hajar tersebut
menunjukkan bahwa jika tidak ada dalil, maka suatu
amalan tidak boleh dilakukan. Itu artinya asal ibadah
adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan.
Di tempat lain, Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata,
ّ“Penetapan ibadah diambil dari tawqif (adanya
dalil)” (Fathul Bari, 2: 80).
Ibnu Taimiyah lebih memperjelas kaedah untuk
membedakan ibadah dan non-ibadah. Beliau
rahimahullah berkata,ﻳ
“Hukum asal ibadah adalah tawqifiyah (dilaksanakan
jika ada dalil). Ibadah tidaklah diperintahkan sampai
ada perintah dari Allah. Jika tidak, maka termasuk
dalam firman Allah (yang artinya),
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan
selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama
yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy Syura: 21).
Sedangkan perkara adat (non-ibadah), hukum asalnya
adalah dimaafkan, maka tidaklah ada larangan untuk
dilakukan sampai datang dalil larangan. Jika tidak,
maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya),
“Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki
yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan
sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal" (QS.
Yunus: 59).
Oleh karena itu, Allah mencela orang-orang musyrik
yang membuat syari’at yang tidak diizinkan oleh Allah
dan mengharamkan yang tidak diharamkan. (Majmu’ Al
Fatawa, 29: 17).
Semoga bermanfaat...
12/01/2020

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *