Pada dasarnya aku pribadi males menanggapi isu2 poligami ustadz nganu

Pada dasarnya aku pribadi males menanggapi isu2 poligami ustadz nganu. Itu urusan pribadi beliau. Silahkan mau dipamer2kan, atau di-woro2kan juga monggo saja. Tak sedikitpun aku berkomentar mengingat ketidak-tahuanku jauh lebih luas dari pada pengetahuanku. Media pun mestinya tidak selalu memblow-up isu tak penting ini terus-menerus hanya demi rating.
Namun kali ini kupikir aku mesti sedikit meluruskan dalih beliau melakukan poligami di sebuah stasiun TV yang mengatakan bahwa Rasulullah pun tak bisa adil. Itu dikatakan sang ustadz berkali-kali, 'mensyarahi' maksud doa Kanjeng Nabi dengan mengatakan, "setiap Rasulullah akan menggilir istri2nya, Rasulullah berdoa ; Ya Allah, Engkaulah pemilik keadilan. Inilah hamba-Mu yang semampunya untuk berbuat adil."
Agaknya sang ustadz terlalu terburu-buru menyimpulkan bahwa dengan doa itu, berarti Kanjeng Nabi pun tidak bisa adil. Di sisi lain, apakah tak ada lagi kosa kata yang 'pantas' selain kata 'menggilir', setidaknya untuk menghormati kaum hawa. Bukankah sebaiknya berbaik sangka bahwa yang namanya berdoa, sudah sepantasnya seorang hamba bersikap rendah hati di hadapan Rabb-Nya.
Janganlah sampai sebuah 'dalil' berakhir menjadi 'dalih'. Agama ini sudah babak-belur oleh pemeluknya sendiri, sudah waktunya berbenah dan mulai bersih2 hati. Itu pun jika masih mengaku Umatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
09/06/2019
3 Komen:
Bagus Hariyono Ben Qohar
09-06-2019, 03:29:39
mantap
Oshin Nawaz
09-06-2019, 03:29:39
Suruh dtg sj ust itu ke pesantrenku ... maka akan kami ajarkan bagaimana cara ber agama yg benar sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah
Gus Andik
10-06-2019, 03:29:36
Itu lah yg dimaksud dgn besilat lidah bro....nabi aja di lancangin....?

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *