Repost status lama BNI pintu 2 Unhas Siang saat hujan memandikan kota Karena nomor antrian masih jauh kuputuskan untuk menunggu di luar

Repost status lama
@BNI pintu 2 Unhas. Siang, saat hujan memandikan kota
Karena nomor antrian masih jauh, kuputuskan untuk menunggu di luar. Lagian juga dgn kondisi basah-basah begini karena kehujanan, saya tak akan tahan lama-lama di bawah AC, dan sebenarnya juga di dalam tak tersisa lagi kursi kosong untuk orang yg baru datang sepertiku.
Di luar ada bangku panjang. Seorang bapak-bapak berpakaian dinas sudah lebih dulu duduk di situ. 'sebilah' rokok terjepit diantara dua bibirnya yg gelap. Tak kuat lagi berdiri, kuputuskan duduk ke sana.
"rokok dek!?" kata bapak-bapak itu menyodorkan sebungkus rokok kepadaku sesaat setelah saya duduk di sampingnya. kutolak sesantun yang kubisa, geleng-geleng sambil senyum 4 cm. Melihat deret gelar akademik di papan namanya, saya yakin ia bisa memahami bahasa isyarat itu bahwa saya tak merokok, sekaligus saya yakin bahwa tak perlu gelar sebanyak itu untuk bisa membaca jaminan kanker, serangan jantung, impoten, bla..bla..di semua bungkus rokok yg selama ini ia konsumsi. Bapak ini, menambah deret panjang orang-orang cerdas berpendidikan di negeri ini namun menjadi demikian naif dalam persoalan rokok.
"kuliah di dalam?" Saya ditanya.
"iye.." maksudnya di dalam kupahami sebagai Unhas.
"jurusan..?"
"Kehutanan!"
"Oh..anak hutan.! katanya sambil tertawa kecil.
Diam sebentar.
"Semestinya kau memang nda usah mi merokok!"
"Karena?" kataku dalam hati. tapi seolah bisa mendengar, ia kemudian berkata. menjawab pertanyaanku.
"Yah..anak hutan baiknya begitu memang. sebab bagaimana mau dipercaya urus paru-paru dunia, URUS PARU-PARU SENDIRI AJA NDA BECUS!!
Bapak itu meresapi kembali rokoknya. Sampai memejamkan mata. Dua tiga empat detik, racun nikotin ia biarkan menggenangi paru-parunya. Lalu racun-racun itu berlomba menyeruak keluar dari mulut dan dua lubang hidungnya, terlepas keudara. Sebuah adegan bunuh diri dan membunuh yg sempurna.
Lalu bapak itu menatapku, tertawa lepas..
See Translation
07/11/2019
2 Komen:
Azman Ibnu Amiruddin
07-11-2019, 08:31:57
Bisalah jadi mencoba menjadi penulis selepas ini kakKata2nya, ngena' sekali?
Panitia Hari Kiamat
07-11-2019, 08:31:57
"Semestinya kau memang nda usah mi merokok!" (hihihih)

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *