Tertimoni seorang mahasiswa baru Saya berasal dari desa jauh dari kota Ekonomi di kampung saya jauh dari kata maju

Tertimoni seorang mahasiswa baru:
"Saya berasal dari desa, jauh dari kota.
Ekonomi di kampung saya jauh dari kata maju.
Ayah dan ibu saya rela berhutang demi kelanjutan kuliah saya. Yg penting saya bisa lulus. Demi masa depan yg lebih baik.
Setelah kerja, saya akan bantu mereka untuk melunasi hutang2 ayah dan ibu saya, dan membahagiakan mereka."
Setelah masuk kuliah di minggu pertama, dia langsung mengajukan beasiswa ke pihak kampus dengan melengkapi semua persyaratan sebagai mahasiswa yg pantas dibantu.
3 bulan kemudian . . .
[Barang2 pribadinya semua serba berstiker bendera Palestina]
"Save Indonesia dari hutang Jokowi . . . !
Kami tidak butuh jalan tol . . .
Kami tidak butuh Infrastruktur . . .
Kami tidak makan semen . . ."
Nonton Bola Indonesia v/s Palestima, malah dukung Palestina.
Lingkungan kampus merubahnya jadi bayi Kampret.
Andaikan saja, posisi ayah dan ibunya dibandingkan dengan Jokowi, wali negeri ini.
Tapi, miris. Dia sudah dididik jadi bayi Kampret.
Dia lupa.
Beasiswa yg dia peroleh, bukan karena dia pintar, tapi karena miskin.
Bersama pendemo,
Dia teriak2 hutang Jokowi.
Sementara hutang bapaknya belum kepikiran ama dia.
27/07/2020
2 Komen:
Meta Manalu
27-07-2020, 02:00:50
Mantap ....
EC Dharma Lega
27-07-2020, 02:00:50
Fiksi apa fakta mas..Klau fata saya share postingan ini

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *