TIDAK ADA LOBI PIHAK JOKOWI DENGAN GERINDRA DEMOKRAT

TIDAK ADA LOBI PIHAK JOKOWI DENGAN GERINDRA / DEMOKRAT
Seperti yang kita ketahui bahwa Gerindra dan PKS tidak memiliki prestasi berarti di pemerintahan Presiden Jokowi kecuali mencela dan menghambat jalannya program pemerintahan.
Pak Jokowi bukanlah seorang yang haus kekuasaan dan bukanlah orang yang hanya demi jabatan RI 1 kemudian beliau akan mudah dikelabui untuk menerima calon dari oposisi untuk menjadi wakil beliau.
Trilyunan rupiah lenyap dikorupsi dan ratusan proyek mangkrak pada 10 tahun era SBY. Inilah yang ingin dikejar dan menjadi alasan Pak Jokowi ingin kembali menjadi RI 1 agar beliau diberikan kesempatan untuk terus membangun dan memberikan kesejahteraan yang merata kepada seluruh rakyat Indonesia secara maximal selama 10 tahun atau 2 periode.
Penyerahan nama CaPres dan CaWaPres untuk Pemilu 2019 sudah semakin dekat namun masih belum ada tanda tanda Pak Jokowi akan mengambil kader Gerindra / PKS / Demokrat untuk menjadi calon WaPresnya, sehingga pembentukan Poros Tengah sepertinya akan dilakukan oleh Demokrat dengan pihak PKS.
Babo, seorang simpatisan PKS yang juga alumni 212 yang secara langsung “menyerang” mantan Gubernur Ahok dengan aksi demo angka togelnya, kini memuji muji kinerja Pak Jokowi dengan tujuan menarik dan merangkul pendukung Pak Jokowi sebanyak banyaknya, kemudian melakukan penggiring opini untuk masuk perangkap.
Kita sudah mendapatkan klarifikasi dari Kantor Staf Presiden RI bahwa sampai hari ini tidak ada lobi internal antara Presiden Jokowi dengan pihak Gerindra maupun dengan Demokrat.
Jadi, apa yang disampaikan oleh Babo beberapa hari lalu bahwa adanya bocoran mengenai lobi intensif dengan dua calon yaitu PS dan AHY sebagai pendamping Presiden Jokowi hanyalah kebohongan layaknya sebuah fiksi khayalan Babo.
Saya yakin bahwa saya bukanlah satu satunya pendukung Pak Jokowi yang tidak setuju PS / AHY dipasangkan dengan Pak Jokowi walaupun diberikan jaminan Kemenangan pada Pemilu 2019.
Seperti yang saya katakan di ts saya sebelumnya bahwa: Bila Pak Jokowi dilengserkan maka wakil beliau akan naik jadi RI 1. Bila Pak Jokowi bisa bertahan hingga 2024 maka wakilnya akan jadi CaPres periode berikutnya dengan menjual nama Jokowi dan hasil kinerja beliau.
Mari bersama sama rapatkan barisan untuk tetap pada pilihan kita Pak Jokowi sebagai RI 1 dengan WaPres bukan dari Gerindra / PKS / atau Demokrat.
Saya lebih cenderung dari kalangan Non ParPol.
Sejahtera dan sehat selalu.
Raymond Liauw
.
29/11/2019
2 Komen:
Axell Wandana
29-11-2019, 08:31:37
#jokowi2periode
Indra Budi
29-11-2019, 08:31:37
Penyusup yg sempurna koh

Tinggalkan Balasan

Tên của bạn *
Email *
Cảm nhận *